Prabowo Perintahkan Evakuasi WNI dari Iran

Serangan Israel ke Iran terus meluas ke berbagai fasilitas sipil. Keselamatan 380 WNI di Iran terancam. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan mereka dievakuasi.

19 Jun 2025 05:57 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan evakuasi WNI dari Iran. Ada 380 WNI harus dievakuasi dari wilayah terdampak.

Dalam pernyataan dari Moskwa, Rusia, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan bahwa Presiden menilai situasi sudah dalam status siaga satu. Oleh karena itu, evakuasi harus dilakukan.

”Perkembangan situasi yang terjadi saat ini, ada 380 warga negara Indonesia di Iran. Teheran dan lainnya, dalam posisi tidak baik, terancam,” ujarnya, Rabu (18/6/2025) waktu Moskwa atau Kamis dini hari WIB.

Sejak Israel mulai menyerang Iran, Kedutaan Besar RI di Teheran telah diperintahkan mempersiapkan rencana evakuasi. ”Dari perkembangan dua hari ini, di mana intensitas serangan Israel semakin meningkat, yang disasar bukan lagi target militer, melainkan target sipil. Saya meningkatkan status siaga di kedutaan,” kata Sugiono.

Kini, KBRI Teheran sudah dalam siaga satu. Dengan demikian, evakuasi WNI dari Iran akan segera dilakukan. Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Teheran, dan berbagai lembaga terkait menjalankan operasi penyelamatan itu.

Dalam berbagai evakuasi, Pemerintah RI menyediakan fasilitas membawa WNI keluar dari wilayah rawan. Meski demikian, keputusan mau atau tidak dievakuasi tetap pada setiap WNI. Jika ada WNI menolak, seluruhnya ia bertanggung jawab atas risiko keputusannya. Pemerintah telah menjalankan kewajiban memberikan perlindungan dengan memberi fasilitas evakuasi.

Infografik riset Perbandingan Sosial Ekonomi Israel dan Iran

Perintah dikeluarkan sehari setelah 42 WNI dipulangkan dari Israel. Selain itu, ada delapan WNI dikeluarkan dari Jordania menuju Inggris.

Saat Israel menyerang Iran, penerbangan dari dan ke Israel serta Iran terhenti. Padahal, ada 42 warga Indonesia sedang di Jerusalem. ”Kemudian kami juga mencatat ada delapan anggota jemaah haji, warga negara Indonesia yang berasal dari Inggris, yang juga tertahan di Amman,” kata Direktur Perlindungan WNI pada Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha. .

WNI di Jerusalem menggunakan mobil ke Jordania. Dari sana, mereka diterbangkan dengan pesawat ke Indonesia. Mereka tiba pada Selasa malam.

Sementara dari Iran, dua WNI naik mobil ke Pakistan. Dari sana, mereka akan terbang ke Indonesia. Hingga Rabu, belum semua WNI di Iran kembali. Pemerintah telah berkomunikasi dengan mereka.

”Memang statusnya siaga dua. Namun, kami selalu mengimbau agar para WNI selalu waspada dan selalu memonitor situasi dan jika terjadi eskalasi, kita dapat tingkatkan menjadi siaga satu dan kemudian akan melaksanakan proses evakuasi,” ujar Judha pada Rabu siang.

Pemerintah menyarankan WNI tidak bepergian ke mayoritas negara Timur Tengah untuk sementara waktu. Perwakilan RI di Yaman, Iran, Suriah, dan Lebanon telah menetapkan status siaga satu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .