Pengamanan Natal dan Tahun Baru menjadi tanggung jawab Polri dalam waktu dekat ini setelah memastikan pilkada serentak berjalan aman dan lancar.
11 Des 2024 19:26 WIB · Politik & Hukum
SEMARANG, KOMPAS — Ibadah Natal serta liburan Tahun Baru menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Jajaran Kepolisian Negara RI pun diminta memastikan kenyamanan warga beribadah serta menikmati liburan akhir tahun.
Pesan ini disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Kepolisian Negara RI 2024 di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2024). ”Nataru (Natal dan Tahun Baru) di depan mata. Saudara akan sibuk. Saudara akan capek. (Jadi), laksanakan (pengamanan) dengan baik,” ujar Presiden.
Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyebutkan acara ini dihadiri 571 peserta yang terdiri dari 27 perwira tinggi pejabat utama Polri, 36 kepala kepolisian daerah, dan 508 kepala kepolisian resor.
Apel sebagai sarana evaluasi pelaksanaan tugas 2024 ini berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis (11-12/12/2024). Apel Kasatwil Polri 2024 ini bertema ”Peran Polri yang Presisi dalam Mendukung Agenda Nasional Tahun 2024 guna Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri”.
Acara Apel Kasatwil Polri 2024, kata Listyo, sengaja diadakan di Akademi Kepolisian. Harapannya, dengan kembali ke kawah candradimuka bagi anggota Polri, semua bisa mengingat kembali nilai-nilai filosofis dalam menjadi Bhayangkara yang tangguh, bertanggung jawab, serta berjiwa ksatria.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/0af9960c186063a6a844eb4d534154a2-20241207_191153.jpg)
Hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Selain itu, hadir pula Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Purwadi Arianto. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga tampak dalam acara tersebut.
Dalam pesannya, Presiden mengatakan, keamanan dan ketertiban yang terjaga di suatu negara dapat menunjang stabilitas dan iklim bisnis. Ini semua akan berdampak untuk keberlangsungan bersama.
”Keamanan, ketertiban menunjang stabilitas iklim bisnis. Iklim bisnis mendapatkan investasi dan investasi menciptakan lapangan kerja,” kata Presiden Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/02/e6c78eb8-d389-4b54-be2d-231dc399c89b_jpg.jpg)
Oleh karena itu, Listyo mengatakan, bangsa dan rakyat sangat memerlukan kehadiran dan peran polisi. Namun, polisi yang diperlukan adalah polisi yang terampil.
Dalam laporannya, Listyo tak hanya menyebutkan agenda internasional dan nasional yang sudah dikerjakan Polri bersama TNI sepanjang 2024. Selain pemilu presiden dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, Polri juga merencanakan pengamanan perayaan Natal dan libur akhir tahun.
”Polri dan stakeholder terkait merencanakan pengamanan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 guna menjamin keamanan dan kenyamanan ibadah serta mobilitas masyarakat di akhir tahun,” jelas Listyo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/10/569e25f6-2f8b-4f10-92b0-fd5effe88bd2_png.jpg)
Selain itu, Listyo juga melaporkan Desk Pemberantasan Narkoba yang dibentuk sejak 4 November. Dia menyebutkan polisi sudah membongkar 3.608 perkara dengan 3.965 tersangka serta barang bukti senilai Rp 2,88 triliun.
Desk lain yang dibentuk bersama kementerian/lembaga terkait adalah Desk Pemberantasan Judi Daring. Desk ini sudah membongkar 789 perkara dengan 937 tersangka serta menyita barang bukti senilai Rp 220 miliar. Selain itu, 32.332 situs judi dibekukan.
Polri juga membentuk gugus tugas dalam mendukung swasembada pangan. Sampai saat ini, kata Listyo, terdapat 13.217 hektar lahan yang siap digunakan sebagai lahan pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain itu masih ada 7.471 hektar pekarangan yang telah dialihfungsikan menjadi lahan produktif.
”Untuk itu Polri telah merekrut bakomsus (bintara kompetensi khusus) bidang pertanian, peternakan, perikanan, gizi, dan kesehatan masyarakat. Kami juga (melakukan) rekrutmen sumber Polri yang kami ambil (dari) sarjana yang kami sesuaikan dengan program-program ketahanan pangan Bapak (Presiden),” kata Listyo.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono