Prabowo Rangkul Hangat Presiden Erdogan

Presiden Erdogan berkunjung ke Indonesia pada 11 dan 12 Februari 2025. Kerja sama kedua negara bisa berpengaruh strategis pada percaturan politik dunia.

11 Feb 2025 20:01 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Di bawah rintik hujan, Presiden Prabowo Subianto menyambut hangat kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Ibu Negara Emine, Selasa (11/2/2025) petang, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pesawat berbendera Turki dan bertulisan Republic of Turkiye dengan nomor ekor TC-TRK mendarat tepat pukul 18.29 WIB di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma. Presiden Prabowo sudah bersiap di Lanud Halim sejak pukul 17.56 WIB.

Saat pesawat yang membawa Erdogan mendarat, gerimis turun. Pasukan Cordon dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun berjajar di tepian karpet merah yang digelar di bawah tangga pesawat. Detasemen Musik Paspampres memainkan Mars ”Genderang Kemenangan” sebagai penyambutan saat Presiden Erdogan dan Nyonya menapaki tanah Indonesia. Setelahnya gambang keromong menyambung.

Presiden Prabowo pun menyalami lalu merangkul hangat Presiden Erdogan. Dia pun menyalami Ibu Negara Emine.

Quote

Penyambutan Erdogan menjadi momen pertama Presiden Prabowo menyambut langsung tamu negara di Lanud Halim. Umumnya, penyambutan ketibaan tamu negara diwakilkan kepada menteri.

Pesawat berbendera Turki dan bertulisan Republic of Turkiye dengan nomor ekor TC-TRK mendarat tepat jam 18.29 di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat ini membawa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Ibu Negara Emine.

Dalam penyambutan ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setelah mengenalkan para pembantunya kepada Presiden Erdogan dan Nyonya, Presiden Prabowo mengajak keduanya ke mobil Mercedes-Benz yang sudah siap.

Karena gerimis terus turun, Presiden Erdogan yang menggandeng istrinya sempat pula memayungi Prabowo tetapi Prabowo menolak dengan halus. Prabowo dan Erdogan kemudian menaiki kendaraan yang sama.

Penyambutan Erdogan menjadi momen pertama Presiden Prabowo menyambut langsung tamu negara di Lanud Halim. Umumnya, penyambutan ketibaan tamu negara diwakilkan kepada menteri.

Terkait hal ini, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menuturkan, Presiden Prabowo sangat dekat dengan Presiden Erdogan. ”Menyambut di bandara ini merupakan bentuk penghormatan beliau kepada Presiden Erdogan. Bahkan, Presiden Prabowo mengantar Presiden Erdogan dalam satu mobil menuju ke tempatnya bermalam,” katanya.

Sebelumnya, Yusuf menjelaskan, upacara kenegaraan untuk menyambut Presiden Erdogan akan dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Senin (10/2/2025) malam, menambahkan, penyambutan khusus disiapkan untuk Presiden Erdogan dan Ibu Negara Emine. Gladi untuk upacara penyambutan di Istana Bogor pun sudah dilakukan sejak satu dua hari sebelumnya. Presiden Prabowo pun memantau langsung gladi upacara ini, sepanjang Selasa.

Menurut rencana, murid-murid sekolah dan warga akan menyambut kehadiran Presiden Erdogan di sekitar Tugu Kujang. Selain itu, pasukan TNI dari tiga matra juga akan menyambut sebelum Presiden memasuki gerbang Istana Kepresidenan Bogor. Saat tiba di Istana Bogor, puluhan pasukan kavaleri akan menyambut.

Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (11/2/2025) petang, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Presiden Erdogan berkunjung bersama Ibu Negara Emine.
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (11/2/2025) petang di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Presiden Erdogan berkunjung bersama Ibu Negara Turki Emine.
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (11/2/2025) petang di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Presiden Erdogan berkunjung bersama Ibu Negara Turki Emine.
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (11/2/2025) petang di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Presiden Erdogan berkunjung bersama Ibu Negara Turki Emine.

Sebagai persiapan, baliho raksasa bergambar foto Presiden Erdogan dan Ibu Negara Emine sudah terpasang di jalan utama di Kota Bogor sejak Minggu (9/2/2025).

”Setelah prosesi penyambutan, agenda dilanjutkan dengan melakukan pertemuan bilateral untuk membahas berbagai aspek kerja sama kedua negara yang saling menguntungkan,” tutur Yusuf secara tertulis.

Rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut akan ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan yang digelar di halaman Istana Kepresidenan Bogor.

Sebelumnya, pada 10 Februari 2025, Erdogan menuliskan di akun resminya, @RTErdogan, di media sosial X bahwa ia akan melawat ke Malaysia, Indonesia, dan Pakistan selama empat hari. Dalam kunjungan persahabatan dan persaudaraan ini, banyak kesepakatan akan ditandatangani sebagai penguat hubungan bilateral.

Negara pertama yang dikunjungi adalah Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun ini. Setelah itu, Presiden Erdogan mengunjungi Indonesia. Turki dan Indonesia merayakan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

”Saya percaya kunjungan ke Indonesia, negara tuan rumah Sekretariat Jenderal ASEAN dan Malaysia yang sekarang memegang keketuaan ASEAN, akan membawa manfaat positif, terutama kita ingin memperkuat hubungan dengan ASEAN,” tulisnya.

Personil Patwal Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan siap bertugas di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/2/2025) petang.

Selain pertemuan-pertemuan resmi, Erdogan juga akan menghadiri forum bisnis.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat menjelaskan, selain kunjungan bilateral, akan ada pertemuan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi untuk pertama kalinya dengan Presiden Prabowo.

”Ini forum bilateral reguler tertinggi di antara kedua negara yang dipimpin langsung oleh kepala negara sehingga semua hal yang menjadi common concern dari kedua negara akan langsung di-highlight,” tuturnya dalam keterangan pers, Jumat (7/2/2025).

Turki memiliki forum kerja sama serupa dengan 21 negara, termasuk Indonesia. Turki mendeklarasikan forum ini pertama kali saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tahun 2022.

Sahabat lama

Dosen senior Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, mengatakan, Indonesia dan Turki merupakan sahabat lama. Bahkan, sebelum Indonesia terbentuk, Nusantara telah memiliki hubungan kerja sama strategis dengan Turki jauh sebelum kedatangan kolonialis Eropa ke Tanah Air.

Kini, baik Indonesia maupun Turki berkembang sebagai negara-negara kekuatan menengah sehingga terbiasa berkoalisi dengan sesama negara kekuatan menengah. Tak hanya itu, kedua negara juga sudah lama bekerja sama dalam organisasi multilateral Parlemen Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia (MIKTA).

Infografis Neraca Dagang Indonesia-Turki

Di MIKTA, kata Rezasyah, Indonesia dan Turki juga memiliki kesamaan sebagai negara yang lebih mandiri terhadap Amerika Serikat. Hal itu penting mengingat Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump sudah mulai menerapkan banyak sanksi internasional.

Dalam konteks itu, menurut Rezasyah, Indonesia dan Turki berpotensi untuk membahas kemungkinan guna mempersatukan kinerja BRICS dengan MIKTA. Sebab, kedua negara juga telah menjadi anggota BRICS, blok ekonomi yang semula terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan untuk mengurangi dominasi negara-negara Barat dalam perdagangan internasional.

Rezasyah tidak memungkiri, dalam beberapa waktu terakhir, hubungan antara Indonesia dan Turki diwarnai pemberitaan soal sikap Erdogan yang meninggalkan lokasi KTT D-8 ketika Prabowo berpidato soal Palestina. Menurut dia, kedua Presiden itu sama-sama memaklumi perbedaan konsepsi mereka atas penyelesaian masalah Palestina.

Namun, Indonesia dan Turki diprediksi akan menyamakan langkah terhadap persoalan Palestina di tengah dinamika sikap AS setelah dipimpin oleh Donald Trump. ”Oleh karena itulah, keduanya akan menyatakan dan merapatkan posisi. Kedua negara (akan) memikirkan rekonstruksi Palestina seandainya ide-ide Donald Trump ditolak dunia,” kata Rezasyah.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan