Momen Komunikasi Telepon Prabowo-Trump yang Membuat Tarif Impor Indonesia Turun

Tarif untuk produk Indonesia yang masuk AS memang turun, tetapi produk AS yang diekspor ke Indonesia tidak dikenai tarif sama sekali.

16 Jul 2025 14:29 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kesepakatan mengenai tarif dengan Amerika Serikat dicapai setelah komunikasi yang dilakukannya dengan Presiden AS Donald J Trump. Perdagangan Indonesia-AS disebutnya memasuki era baru.

Hal ini diunggah Presiden Prabowo melalui akun media sosialnya di Instagram, Rabu (16/7/2025) pukul 12.47 WIB. Unggahan ini dilengkapi gambar Prabowo sedang melakukan hubungan telepon dari sebuah ruangan dengan latar gorden putih. Prabowo tampak duduk di sofa di samping sebuah meja tamu bulat lengkap dengan gelas, handuk putih, dan kotak tisu. Prabowo mengenakan kemeja berwarna biru muda dan dasi biru royal.

”Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Donald Trump. Kami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar,” tulisnya.

Presiden Prabowo masih dalam perjalanan menuju Tanah Air setelah lawatan selama 16 hari ke Arab Saudi, Brasil, Belgia, dan Perancis. Diperkirakan, Presiden akan mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada sore ini.

Momen saat Presiden Prabowo berkomunikasi via telepon dengan Presiden Donald Trump diunggah di laman Instagram Prabowo, Rabu (16/7/2025).
Momen saat Presiden Prabowo berkomunikasi via telepon dengan Presiden Donald Trump diunggah di laman Instagram Prabowo, Rabu (16/7/2025).

Dalam unggahannya, Prabowo juga menyampaikan pesan dari Trump. ”Presiden Trump menyampaikan salam hangatnya kepada seluruh rakyat Indonesia,” tulis Prabowo.

Trump telah lebih dahulu mengumumkan kesepakatan tarif dengan Indonesia melalui media sosialnya, Selasa malam. ”Kesepakatan besar untuk semua, baru dibuat dengan Indonesia. Saya membuat kesepakatan langsung dengan Presiden mereka yang terhormat. Detail menyusul,” tulisnya.

Dalam kesepakatan itu, Trump memangkas tarif impor produk asal Indonesia menjadi 19 persen. Sebaliknya, tidak ada tarif untuk produk AS yang diimpor masuk ke Indonesia.

”Indonesia akan membayar 19 persen dan kami tidak akan membayar apa-apa,” tulis Kantor Berita Reuters mengutip Trump, Selasa (15/7/2025) waktu Washington DC atau Rabu (16/7/2025).

President Donald Trump pumps his fist as he walks from Marine One after arriving on the South Lawn of the White House, Tuesday, July 15, 2025, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

Selain tarif nol persen untuk produk asal AS yang masuk Indonesia, Pemerintah Indonesia juga memberikan komitmen untuk banyak mengimpor produk AS. Komitmen itu adalah membeli energi dari AS senilai 15 miliar dollar AS, produk pertanian asal AS senilai 4,5 miliar dollar AS, dan 50 pesawat Boeing berbadan besar, termasuk di antaranya jet berbadan bongsor, Boeing 777.

Kesepakatan ini pun dinilai tak memberi keuntungan bagi Indonesia. Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Center for Public Policy Research (TII) menilai Indonesia malah buntung dengan negosiasi yang dilakukan.

”Kalau mau free trade, seharusnya (diterapkan) sama. Bukannya dari kita free (tarif), tetapi dia enggak (menerapkan hal sama). Di sisi lain, kita juga harus siap dengan pasar terbuka,” kata Adinda.

Kesibukan aktifitas bongkar muat kontainer di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (9/7/2025). Pemerintah Amerika Serikah masih membuka ruang negosiasi dengan Pemerintah Indonesia setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal sebesar 32 persen kepada Indonesia. Tarif resiprokal berlaku efektif mulai 1 Austus 2025.

Dia menambahkan, pendapatnya bukan tidak mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah.

”Memang level diplomasinya perlu high level. Namun, hasil akhirnya bukan cuma intensi saja, hasil akhirnya kita dapat apa,” ujarnya.

Sejauh ini, Indonesia memang berhasil menurunkan tarif untuk produk Indonesia yang diekspor ke AS dari 37 persen menjadi 19 persen. Namun, banyak komitmen yang diberikan oleh Indonesia. Hal ini, menurut Adinda, perlu dikomunikasikan secara terbuka oleh pemerintah kepada masyarakat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra