PERANG

Prabowo Siap ke Iran untuk Jadi Juru Damai

Bila disetujui para pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi.

28 Feb 2026 17:30 WIB · Internasional

Dokumentasi White House

Oleh Kris Mada

JAKARTA, KOMPAS — Presiden RI Prabowo Subianto siap terbang ke Iran untuk menjadi penengah dialog. Indonesia menyesalkan kegagalan perundingan Amerika Serikat-Iran sehingga perang meletus.

Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu (28/2/2026). Pernyataan tersebuat disampaikan beberapa jam selepas AS-Israel kembali menyerang Iran.

”Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi. Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” demikian pernyataan Kemenlu RI.

Indonesia mengajukan diri menjadi fasilitator dialog para pihak. ”Bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif, dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,” demikian lanjut pernyataan itu.

Peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. ”WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat,” demikian lanjut pernyataan itu.

Prabowo baru saja pulang dari Uni Emirat Arab (UEA) selepas rangkaian lawatan beberapa negara. Rangkaian kunjungan itu termasuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.

Seperti pada Juni, serangan kali ini dilancarkan di tengah proses perundingan. Kamis lalu, delegasi AS-Iran berunding di Geneva, Swiss.

Hasilnya, antara lain, tim teknis AS-Iran akan bertemu di Vienna, Austria pada Senin. Mereka juga akan bertemu perwakilan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk membahas pengawasan program nuklir Iran.

Dari Geneva, Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi ke Washington DC, AS. Di sana, ia diterima Wakil Presiden AS JD Vance untuk membahas peredaan ketegangan di kawasan. Oman menjadi penengah perundingan putaran baru AS-Iran.

Setelah bertemu Vance, ia menghubungi para petinggi negara-negara Timur Tengah. Ia juga menghadiri wawancara dengan media AS, CBS News. ”Kesepakatan damai berada dalam jangkauan kita jika kita memberi diplomasi ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sebab, saya rasa tidak ada alternatif selain diplomasi yang akan menyelesaikan masalah ini,” ungkap Albusaidi kepada pembawa acara Margaret Brennan.

Untuk detail teknis dari kesepakatan itu, Al-Busaidi memperkirakan butuh waktu tiga bulan maksimal untuk memastikan program nuklir Iran bertujuan damai. Waktu tiga bulan itu diperlukan IAEA untuk memastikan tidak adanya penimbunan, kontrol, serta proses verifikasi.

Namun, AS-Israel ternyata malah kembali menyerang Iran. Tak sampai beberapa jam, Iran membalas.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto