Program prioritas Presiden Prabowo Subianto, makan siang gratis, turut mendapatkan pendanaan hasil kerja sama Indonesia dengan China.
09 Nov 2024 21:35 WIB · Politik & Hukum
BEIJING, KOMPAS — Kunjungan kenegaraan perdana Presiden Prabowo Subianto ke China menghasilkan kesepakatan di beberapa bidang, antara lain perdagangan, maritim, dan pendanaan program prioritas nasional Pemerintah Indonesia. Kerja sama itu diharapkan menjadi babak baru hubungan kerja sama kedua negara serta penguatan peran Indonesia dan China, baik di lingkup regional maupun global.
Kesepakatan antara Indonesia dan China dicapai dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, China, Sabtu (10/11/2024) sore waktu setempat. Sebelumnya, Prabowo juga bertemu dengan Perdana Menteri Li Qiang dan Ketua Kongres Rakyat Nasional China (NPC) Zhao Leji di tempat yang sama.
Prabowo yang sudah tiba sehari sebelumnya disambut dengan upacara kenegaraan dalam ruangan. Rangkaian upacara dimulai dengan penembakan meriam di kawasan Lapangan Tiananmen, lalu dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia dan China oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di salah satu ruangan yang ada di Aula Besar Rakyat. Prabowo dan Xi Jinping juga sempat berkeliling untuk memeriksa pasukan yang menjadi peserta upacara.
Selain tentara, upacara juga diikuti puluhan anak yang mengenakan pakaian nuansa merah putih. Mereka membawa bunga dan bendera Indonesia, dan mengucapkan selamat datang kepada Prabowo.
Saya yakin hubungan Indonesia dan China akan membawa suasana yang kondusif bagi situasi strategis di Asia dan kawasan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/09/882b1423-6617-46be-87ec-8d95ccb18153_jpeg.jpg)
Setelah penyambutan, Prabowo yang didampingi sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih mengadakan pertemuan bilateral dengan Xi Jinping dan jajarannya. Pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam itu dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama oleh para menteri disaksikan kedua presiden. Agenda dilanjutkan dengan jamuan makan malam yang juga dilakukan di Aula Besar Rakyat.
Adapun perjanjian kerja sama yang disepakati Indonesia dan China antara lain terkait protokol fitosanitari untuk produk kelapa yang diekspor dari Indonesia ke China, promosi perikanan berkelanjutan, serta pendalaman kerja sama ekonomi biru. Kerja sama terkait mineral kritis, mineral hijau, dan sumber daya air juga turut ditandatangani. Selain itu, ada pula kesepakatan soal keamanan maritim serta proyek pendanaan program makan siang gratis di sekolah di Indonesia.
Prabowo berterima kasih kepada Xi Jinping karena kunjungannya diterima, bahkan disambut dengan upacara kenegaraan, kendati ia datang di Sabtu malam yang bukan hari kerja. Xi juga mengirimkan utusan khusus untuk menghadiri pelantikannya sebagai Presiden kedelapan RI pada 20 Oktober 2024 lalu.
Tak hanya itu, pada April lalu, Xi juga mengundang Prabowo meski ia belum dilantik. Padahal, setelah memenangi Pemilihan Presiden 2024, Prabowo hanya mengajukan panggilan kehormatan (courtesy call) dengan Xi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/09/1c27838d-8c7d-409a-b3e5-25e814c07dac_jpeg.jpeg)
Prabowo mengatakan, Indonesia tak hanya menganggap China sebagai negara adikuasa tetapi juga berperadaban besar. Selama berabad-abad, masyarakat kedua negara pun telah saling terkait. Oleh karena itu, wajar jika dalam situasi geopolitik dan geoekonomi kekinian, Indonesia dan China telah bermitra dalam banyak bidang. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia pun berkomitmen meningkatkan kerja sama tersebut.
”Saya yakin hubungan Indonesia dan China akan membawa suasana yang kondusif bagi situasi strategis di Asia dan kawasan,” kata Prabowo.
Lebih dari itu, lanjutnya, China adalah investor utama Indonesia. Kunjungan kenegaraan ini pun bakal dilanjutkan dengan forum bisnis dengan jumlah investasi yang signifikan. Karena itu, kerja sama yang terbangun ini menjadi tonggak penting dalam hubungan kedua negara.
”Besok, saya akan diundang ke pertemuan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dengan perusahaan-perusahaan besar China dan akan ada perjanjian yang ditandatangani dengan total (investasi) lebih dari 10 miliar dolar AS,” ujar Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/09/cdd24df6-9481-4cc5-a15e-562fa9bb3497_jpeg.jpg)
Sementara itu, Xi juga mengapresiasi Prabowo yang memilih China sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah resmi menjadi presiden. Ia juga memuji transisi pemerintahan Indonesia yang terjadi secara mulus sehingga di bawah kepemimpinan Prabowo, pembangunan dapat dilanjutkan.
”China bersedia dengan tegas mendukung Bapak Presiden dan percaya bahwa di bawah kepemimpinan yang kuat dari Anda dan pemerintahan yang baru, Indonesia akan tetap berpegang pada jalur pembangunan yang independen,” katanya.
Xi melanjutkan, persahabatan China dengan Indonesia tumbuh semakin kuat. Kedua negara terus berkembang dan menjadi negara utama di kawasan bumi selatan (global south). Lebih dari itu, China dan Indonesia juga selalu mendukung satu sama lain dalam memperjuangkan pembangunan nasional.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/09/f32172cc-3d31-404f-9abc-a6b1e7df9f7e_jpeg.jpg)
Tahun ini, ujarnya, hubungan diplomatik China dengan Indonesia akan memasuki usia ke-75 tahun. Periode ini juga akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kedua negara.
”Pada titik awal sejarah baru, China bersedia bekerja sama untuk melanjutkan tradisi persahabatan, mematuhi arah hubungan bilateral yang benar, dan meneruskan babak baru kekuatan, persatuan, dan kerja sama saling menguntungkan di antara negara-negara berkembang utama dan menunjukkan komitmen China-Indonesia yang mempunyai pengaruh regional dan global,” kata Xi.
Penulis:
Kurnia Yunita Rahayu dari Beijing, ChinaEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari