PENJAGA PERDAMAIAN

Prajurit Kodam Iskandar Muda Gugur di Lebanon, TNI Pastikan Seluruh Hak Korban Dipenuhi

Dua prajurit Kodam Iskandar Muda, Aceh, menjadi korban serangan artileri saat menjalani tugas perdamaian PBB di Lebanon. Satu prajurit gugur dan satu lainnya kritis.

30 Mar 2026 17:17 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Oleh Adrian Fajriansyah

PALEMBANG, KOMPAS — Seorang prajurit Komando Daerah Militer Iskandar Muda gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Adapun seorang prajurit lain dari Kodam Iskandar Muda kritis akibat peristiwa yang sama. TNI memastikan akan memenuhi seluruh hak prajurit yang menjadi korban sesuai ketentuan berlaku.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal saat dihubungi dari Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/3/2026), mengatakan, prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon adalah Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon. Farizal tercatat sebagai anggota Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah yang bermarkas di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Farizal yang kelahiran Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, gugur dalam usia 28 tahun. Farizal meninggalkan istri, Fafa Nur Azila (25), dan anak, Shanaya Almahyra Elshanu (2). ”Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu setempat. Dia gugur akibat serangan artileri yang menghantam area Indobatt UNP 7-1 di Desa Adshit al-Qusayr, Lebanon selatan,” ujar Mustafa.

Mustafa menambahkan, Farizal tergabung dalam Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) Tahun Anggaran 2025. Farizal telah menjalankan tugas di Lebanon hampir setahun terakhir dan dijadwalkan segera kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. ”Mendiang telah bertugas di Lebanon hampir setahun dan tidak lama lagi akan kembali ke Tanah Air,” kata Mustafa.

Karangan bunga Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta di rumah orangtua Praka Farizal Rhomadhon di Pedukuhan Ledok, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (30/3/2026). Farizal merupakan prajurit TNI yang tewas akibat serangan di Lebanon.

Selain Farizal, Mustafa menyampaikan, ada seorang prajurit lain dari Kodam Iskandar Muda yang menjadi korban serangan artileri tersebut. Prajurit itu adalah Praka Rico Pramudia, anggota Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah yang bermarkas di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. ”Saat ini, Rico dikabarkan dalam kondisi kritis. Dia sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut, Lebanon,” tutur Mustafa.

Menurut Mustafa, sejauh ini situasi di lokasi kejadian belum sepenuhnya aman akibat tingginya intensitas serangan. Semua personel Satgas TNI Kongan di sana masih berada dalam perlindungan bunker. Maka dari itu, kronologi lengkap peristiwa tersebut pun masih dalam proses pendalaman. ”Informasi lebih lanjut akan segera dilaporkan,” ujarnya.

Quote

Gugurnya Farizal menjadi duka mendalam bagi TNI dan seluruh rakyat Indonesia. Pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB menjadi bukti nyata dedikasi prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara. Atas dasar itu, selain berbelasungkawa yang mendalam, TNI memastikan seluruh hak prajurit akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Terlepas dari itu, Mustafa menuturkan, pihaknya telah mengambil langkah cepat berkoordinasi dengan unsur Satgas TNI Konga di daerah operasi untuk penanganan prajurit yang menjadi korban. Mereka pun telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban di Tanah Air.

”Yang pasti, gugurnya Farizal menjadi duka mendalam bagi TNI dan seluruh rakyat Indonesia. Pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB menjadi bukti nyata dedikasi prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara. Atas dasar itu, selain berbelasungkawa yang mendalam, TNI memastikan seluruh hak prajurit akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Mustafa.

Rudal pencegat sistem pertahanan udara Iron Dome Israel meledak di langit dekat perbatasan Israel-Lebanon, di kawasan Upper Galilee, Israel utara, Minggu (22/3/2026). Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret 2026 ketika kelompok pro-Iran Hizbullah meluncurkan roket ke arah Israel sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran pada 28 Februari 2026.

Sementara itu, berdasarkan berita Kompas.id, Senin (30/3/2026), UNIFIL tidak menyebut asal negara ataupun penyerang dalam tragedi tersebut. Mereka menyatakan sedang menyelidikinya. Kendati demikian, kantor berita resmi Lebanon, NNA, melaporkan bahwa Israel menyasar pos UNIFIL di Adhist al-Qusayr. Pos itu adalah kantor kontingen TNI untuk UNIFIL.

Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan, serangan tidak langsung menyasar pos UNIFIL di Adhsit al-Qusayr pada Minggu (29/3/2026). Tragedi terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

Kemenlu RI mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukan penyelidikan menyeluruh serta transparan. Di samping itu, Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera. Indonesia-UNIFIL pun bekerja sama memberikan perawatan medis terbaik untuk yang terluka.

Kemenlu RI menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional. ”Setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” jelas pernyataan Kemenlu RI.


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar