Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Lebanon, dikenang warga sebagai sosok yang baik dan kerap membantu sesama.
30 Mar 2026 16:20 WIB · Politik & Hukum
KOMPAS/HARIS FIRDAUS
WATES, KOMPAS — Prajurit TNI yang tewas akibat serangan di Lebanon dilaporkan berasal dari Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenazah korban yang merupakan anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL itu dikenang sebagai sosok yang baik dan kerap membantu warga sekitar.
Prajurit TNI yang tewas itu bernama Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon (26). Farizal disebut lahir dan besar di Kulon Progo, tetapi kemudian bertugas sebagai prajurit TNI di Aceh sebelum mengikuti misi di Lebanon. Adapun rumah orangtua Farizal berlokasi di Pedukuhan (Dusun) Ledok, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kulon Progo.
Berdasarkan pantauan Kompas, Senin (30/3/2026) siang, sejumlah warga tampak berkumpul di rumah orangtua Farizal. Di dekat rumah tersebut telah dipasang tenda. Sejumlah kursi juga telah ditata di dekat rumah tersebut.
Tampak pula karangan bunga dari Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta yang dikirimkan ke rumah duka. Selain itu, beberapa warga tampak membersihkan rumput di sekitar rumah tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/30/8c6f9609c457dfbf346a093f0190cf9f-1001469198.jpg)
Kepala Dusun Ledok atau biasa disebut Dukuh Ledok, Wakidi (60), menuturkan, pada Senin pagi, dirinya diminta Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat untuk datang ke rumah orangtua Farizal. Saat itulah Wakidi mendapat informasi bahwa Farizal meninggal saat bertugas di Lebanon.
Informasi tersebut diperoleh Wakidi dari salah satu kerabat Farizal yang juga merupakan anggota TNI. ”Saudaranya itu ada yang angkatan (TNI) dan tanya ke komandannya Farizal,” ujar Wakidi saat ditemui pada Senin siang.
Wakidi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak keluarga, jenazah Farizal bakal dimakamkan di Kulon Progo. Namun, dia mengaku belum mendapat informasi kapan jenazah Farizal bakal sampai di Kulon Progo.
”Dari Kodim tanya, mau dimakamkan di makam pahlawan atau di makam umum. Saya lalu tanya ke keluarga dan katanya mau dimakamkan di makam umum,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/30/e851c0607c55eb17e29287c87df8b507-1001469358.jpg)
Menurut Wakidi, Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Farizal memiliki seorang istri dan satu anak. Istri dan anak korban disebut berada di Aceh karena Farizal bertugas di Aceh sebelum berangkat ke Lebanon.
Wakidi mengenal Farizal sebagai sosok yang baik. Sebelum diterima sebagai anggota TNI, Farizal kerap mengikuti kegiatan karang taruna di pedukuhan tempat tinggalnya. Selain itu, Farizal juga kerap membantu dengan memberikan uang untuk kegiatan pemuda di desanya.
”Sampai sekarang, kalau muda-mudi punya kegiatan, sering membantu dengan memberikan uang,” tuturnya.
Wakidi juga menyebut, pada hari raya Idul Fitri, Farizal pulang ke kampung halamannya dengan mengajak anak dan istrinya. Saat itu, Wakidi mengaku bertemu Farizal saat menjalankan shalat Idul Fitri. Adapun pada tahun ini, Farizal tidak pulang saat libur Lebaran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/18/df68e8f7222efe60116e3869b0aaea8a-Indonesia_Gaza_Peacekeepers_136128319.jpg)
Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letnan Kolonel (Inf) Dyan Niti Sukma membenarkan bahwa prajurit TNI yang gugur di Lebanon adalah Praka Farizal Rhomadhon. Dia juga menyebut, Farizal berasal dari Kulon Progo.
Dyan menambahkan, sampai saat ini, jenazah Farizal masih berada di Lebanon. Dia pun belum bisa memastikan kapan jenazah korban akan sampai di Kulon Progo. Menurut rencana, pemakaman jenazah korban akan dilakukan dengan upacara militer.
”Karena almarhum gugur, maka kita laksanakan pemakaman dengan upacara militer,” ujar Dyan.
Penulis:
Haris FirdausEditor:
Harry SusiloPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan