PDI-P mencium adanya indikasi pihak tertentu yang mencoba mendorong Pilkada Jakarta menjadi dua putaran.
28 Nov 2024 15:18 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, mendeklarasikan kemenangan dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jakarta. Sementara itu, pasangan Ridwan Kamil-Suswono meyakini bahwa akan ada putaran kedua pada Pilkada Jakarta. Strategi pemenangan untuk putaran kedua bahkan tengah dirumuskan oleh tim Ridwan Kamil-Suswono.
Pramono Anung-Rano Karno dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/11/2024), mendeklarasikan diri menang satu putaran di Pilkada Jakarta. Mereka menyebut telah mendapatkan 50,07 persen suara berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta.
”Untuk itu, kami bisa menyampaikan, mendeklarasikan bahwa pasangan calon nomor 3, Mas Pram dan Bang Doel (Rano Karno), telah memenangi kontestasi Pemilihan Gubernur Jakarta dalam satu putaran,” ujar Pramono.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/18/5b9eb3c7822e5449fb130a8fb832b0df-e1e27645_27f0_4bec_b86e_9f3f6fe95ccd_jpg.jpg)
Berdasarkan hasil real count KPU Jakarta yang dibacakan, pasangan Pramono-Rano meraih 2.183.577 suara atau 50,07 persen. Sementara pasangan Ridwan Kamil-Suswono mendapatkan 1.718.408 suara (39,40 persen) dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana 459.283 suara (10,53 persen).
Pramono menyampaikan bahwa hasil ini sudah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota NKRI dan juga UU No 2/2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Di dua UU tersebut disebutkan, gubernur dan wakil gubernur Jakarta dipilih secara langsung melalui pemilihan kepala daerah dengan perolehan suara 50 persen plus 1 suara.
Meski demikian, Pramono menyatakan akan tetap menunggu pengumuman resmi hasil rekapitulasi manual Pilkada Jakarta 2024.
”Dengan demikian, kami mendapatkan 50 persen plus 2.943 suara. Satu suara itu sangat berarti dalam Pemilihan Gubernur Jakarta kali ini,” ucap Pramono.
Meski demikian, Pramono menyatakan akan tetap menunggu pengumuman resmi hasil rekapitulasi manual Pilkada Jakarta 2024 dari KPU Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/02/6a0bf91c-01bf-4ee6-ad29-78ec848c6c6a_jpg.jpg)
Di Pilkada Jakarta 2024, Pramono-Rano hanya diusung dua partai politik, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Hanura. Adapun Kamil-Suswono diusung dan didukung sekitar 14 parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Nasional (PKN), dan Partai Garuda.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis ini, meyakini, Pilkada Jakarta akan berlangsung dua putaran. ”Dua putaran. Memang dua putaran,” ucapnya.
Ia menyampaikan hal tersebut atas dasar hasil quick count yang telah dirilis beberapa lembaga survei. Jika dilihat dari hasil quick count tersebut, belum ada kandidat yang mendapatkan suara sebanyak 50 persen.
Berdasarkan hasil quick count Litbang Kompas, misalnya, Pramono-Rano baru mencapai 49,49 persen. Sementara Kamil-Suswono 40,02 persen dan Dharma-Kun 10,49 persen. Begitu pula hasil quick count Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan Pramono-Rano (49,87 persen), Kamil-Suswono (39,53 persen), dan Dharma-Kun (10,61 persen).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/10/01/9f6d45c37d95d6a11c72f0fbed674903-WhatsApp_Image_2024_10_01_at_12.36.26.jpeg)
Untuk itu, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menambahkan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu perhitungan real count dari KPU Jakarta.
”Walaupun kemudian di internal sudah diumumkan oleh ketua tim pemenangan dari paslon Ridwan Kamil-Suswono, Ahmad Riza Patria, untuk perhitungan internal kemungkinan besar akan terjadi dua putaran,” katanya.
Saat ditanya bagaimana strategi partai pengusung dan pendukung di putaran kedua nanti, Dasco enggan membeberkan. Namun, ia meyakini sejumlah strategi akan dirumuskan oleh tim pemenangan dengan melihat hasil evaluasi dari putaran pertama.
”Tentunya apabila ada dua putaran, tim pemenangan akan ambil langkah strategis setelah mengevaluasi hasil-hasil kerja pada saat kemarin,” tuturnya.
Secara terpisah, Ahmad Riza mengatakan, apabila Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran, tim pemenangan Kamil-Suswono akan berkomitmen untuk menjalankan proses yang kedua ini dengan jujur dan integritas. Ia menegaskan, baik paslon, seluruh partai pengusung dan pendukung, maupun sukarelawan, akan siap untuk turun lagi ke masyarakat.
Ahmad Riza mengatakan, apabila Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran, tim pemenangan Kamil-Suswono akan berkomitmen untuk menjalankan proses yang kedua ini dengan jujur dan integritas.
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mencium adanya indikasi pihak tertentu yang mencoba mendorong Pilkada Jakarta menjadi dua putaran melalui berbagai upaya, termasuk framing isu di media massa dan media sosial. Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh sukarelawan, simpatisan, dan kader partai untuk berwaspada dan menjaga suara Pramono-Rano.
”Waspada, karena ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memaksakan di Jakarta agar dua putaran,” ujar Hasto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/13/fdeb335b-8b71-4c59-8a58-b07a4c1676a6.jpg)
Hasto menambahkan, pihaknya mendapati informasi akan adanya upaya mengalahkan pasangan Pramono-Rano lewat putaran kedua di Pilkada Jakarta. Nantinya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, kata Hasto, akan terus cawe-cawe dalam mendukung Kamil-Suswono.
Meski demikian, ia percaya masyarakat Jakarta cukup terdidik, melek informasi, dan memiliki daya tahan demokrasi. Karena itu, menang satu putaran tetap menjadi sebuah keyakinan PDI-P.
”Kami optimistis satu putaran, maka kami katakan, waspadai seluruh gerakan-gerakan yang mau mencoba memaksakan dua putaran,” ucapnya.
Penulis:
Nikolaus HarbowoEditor:
Madina Nusrat