Prediksi Rob Awal November, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada

Warga Jakarta yang tinggal di kawasan pesisir diminta mewaspadai potensi rob yang diperkirakan terjadi pada 3 hingga 11 November 2025.

03 Nov 2025 15:36 WIB · Metropolitan

KOMPAS

Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy, Fransiskus Wisnu Wardhana Dany

JAKARTA, KOMPAS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk mewaspadai potensi rob yang diperkirakan terjadi pada 3 hingga 11 November 2025. Warga diimbau untuk mengamankan barang penting, mematikan peralatan listrik saat air mulai masuk rumah, hingga memastikan saluran air di sekitar rumah tetap bersih agar genangan tidak meluas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Isnawa Adji mengatakan bahwa imbauan ini dikeluarkan menyusul hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat adanya fenomena pasang maksimum air laut pada periode tersebut.

Kondisi ini terjadi karena bertepatan dengan bulan purnama dan perigee, yaitu saat Bulan berada paling dekat dengan Bumi. Akibatnya, tarikan gravitasi bulan menjadi lebih kuat sehingga permukaan air laut naik lebih tinggi daripada biasanya.

”Fenomena ini berpotensi menimbulkan banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah utara Jakarta,” ujar Isnawa, Senin (3/11/2025).

Isnawa mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi genangan akibat pasang maksimum air laut selama periode tersebut.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta Kepulauan Seribu.

Truk melintasi dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara yang digenangi air rob, Rabu (8/10/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengimbau warga pesisir utara untuk mewaspadai potensi banjir rob pada 8-15 Oktober 2025 yang disebabkan fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Bulan Purnama.

Kompas/Riza Fathoni (RZF)

BPBD Jakarta mengimbau warga di kawasan tersebut untuk mengambil langkah antisipasi, seperti mengamankan barang-barang penting dan mematikan peralatan listrik saat genangan mulai masuk rumah.

Selain itu, warga diminta untuk memastikan saluran air, selokan, dan pintu pembuangan di sekitar rumah tetap bersih dan berfungsi dengan baik sehingga air dapat mengalir lancar tanpa hambatan.

Warga yang tinggal di zona pesisir atau dataran rendah disarankan menyiapkan jalur evakuasi menuju lokasi yang lebih tinggi serta mempersiapkan peralatan sederhana yang dapat membantu saat air naik secara tiba-tiba.

Kemudian, warga dapat memantau informasi terkini mengenai kondisi gelombang laut melalui laman resmi bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut. Apabila terjadi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan, warga juga dapat menghubungi call center Jakarta Siaga 112.

BPBD menegaskan bahwa koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait terus dilakukan untuk memperbarui informasi kondisi cuaca dan pasang laut selama periode potensi rob berlangsung.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik, tetapi tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar dampak banjir pesisir dapat diminimalkan.

Alat berat memasang konstruksi tiang pancang beton saat pembangunan tanggul di pinggir dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara yang digenangi banjir rob, Rabu (8/10/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengimbau warga pesisir utara untuk mewaspadai potensi banjir rob pada 8-15 Oktober 2025 yang disebabkan fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Bulan Purnama.

Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Sementara itu, BMKG memprediksi kondisi cuaca di wilayah Jakarta hari ini cenderung bervariasi. Pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan membasahi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Memasuki siang hari, hujan sedang hingga lebat disertai petir berpotensi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, sedangkan wilayah lain cenderung berawan. Menjelang malam, cuaca berangsur cerah berawan di sebagian besar wilayah Jakarta.

BMKG mencatat suhu udara hari ini berada di kisaran 24 hingga 30 derajat celsius, dengan kelembaban udara mencapai 72-97 persen. Meski cuaca relatif stabil, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah terhadap potensi pasang tinggi air laut yang dapat bersamaan dengan curah hujan di beberapa wilayah pesisir.

Ketua Subkelompok Pengembangan Pesisir Pantai Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Yursid Suryanegara mengatakan, pihaknya menyiagakan 609 unit pompa stasioner di 209 lokasi guna mengantisipasi rob di wilayah Jakarta Utara.

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan sejumlah rumah pompa beserta pintu air, antara lain Pintu Air Marina, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, dan Pompa Tanjungan.

”Dinas SDA juga menyiagakan satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali,” kata Yursid.

Tanggul mitigasi rob sepanjang 1,4 kilometer juga tengah dibangun di Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Ketinggiannya hingga 2,5 meter guna meredam ketinggian air laut yang mencapai 1,8 meter. Program pengendalian banjir jangka menengah ini ditargetkan tuntas pada Desember 2025.

Pekerja mempersiapkan konstruksi saat pembangunan tanggul dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Rabu (8/10/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengimbau warga pesisir utara untuk mewaspadai potensi banjir rob pada 8-15 Oktober 2025 yang disebabkan fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Bulan Purnama.

Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Tanggul jebol

Di sisi lain, hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga menyebabkan lima titik tanggul roboh dan tiga titik longsor di wilayah Jakarta Selatan.

Kerusakan tanggul disebabkan oleh tekanan debit air yang tinggi di Kali Krukut, Kali Mampang, dan Saluran Penghubung Pulo, sedangkan longsor terjadi akibat pengikisan dinding tanggul oleh curah hujan ekstrem.

Sekretaris SDA Jakarta Hendri mengatakan, tim lapangan telah dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat dengan membangun tanggul sementara menggunakan karung pasir dan cerucuk kayu dolken. Hal ini untuk mencegah limpasan air agar tidak meluas ke permukiman warga.

Pihaknya juga menyiapkan perbaikan jangka panjang. Di Jalan Adityawarman, misalnya, akan dilakukan pembangunan turap permanen untuk memperkuat struktur tebing sungai yang tergerus arus.

”Perbaikan fisik permanen diperkirakan memakan waktu antara dua hingga tiga bulan, menyesuaikan kondisi cuaca dan ketinggian muka air di lapangan,” katanya.

Hendri menambahkan, dinas SDA saat ini tengah menghitung estimasi biaya perbaikan dan melakukan pengecekan di titik-titik krusial lainnya untuk mencegah kerusakan lanjutan serta potensi banjir.

Adapun titik-titik tanggul yang roboh meliputi Kemang Village (Lippo Mall Kemang) dari aliran Kali Krukut sepanjang 13,5 meter; Tanggul Baswedan di Jati Padang, Pasar Minggu, dari aliran PHB Pulo sepanjang 40 meter; segmen Plaza Bisnis Kemang dari Kali Krukut sepanjang 30 meter; Jalan Kemang Utara IX, Mampang Prapatan dari aliran Kali Mampang sepanjang 6 meter; dan Jalan Taman Kemang Bangka di sisi Wisma Anugraha dari Kali Krukut sepanjang 3 meter.

Tanggul mitigasi rob yang sudah berdiri di Pluit, Jakarta Utara, Rabu (11/6/2025). Pemerintah Kota Jakarta Utara membangun tanggul mitigasi di kawasan Pluit, Penjaringan, sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi banjir rob di lokasi tersebut. Tanggul ini dibangun setinggi 3,6 meter untuk mengantisipasi terjadi banjir pasang di lokasi tersebut. Pembangunan tanggul mitigasi ini dimulai sejak 24 Maret 2025. Ditargetkan pengerjaan ini selesai pada 20 Agustus 2025 atau selama 150 hari kerja.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
11-06-2025

Sementara itu, titik-titik tanggul longsor ditemukan di Jalan Kemuning, Pejaten Timur (Kali Ciliwung) sepanjang 6 meter; Jalan Gunuk Raya, Pejaten Timur (Kali Ciliwung) sepanjang 14 meter; serta Jalan Adityawarman, Selong, Kebayoran Baru (PHB Adityawarman) sepanjang 25 meter.

Menanggapi kondisi ini, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan akan meninjau langsung lokasi Tanggul Baswedan di Jati Padang, Pasar Minggu, yang jebol pada Kamis (30/10/2025) malam. Tanggul tersebut tidak mampu menahan derasnya aliran air di Kali PHB dan menyebabkan banjir di permukiman warga.

”Memang, besok saya akan ke sana. Kebetulan memang saya akan ke Tanggul Baswedan,” kata Pramono, Senin (3/11/2025).

Ia juga memastikan telah memerintahkan jajaran Dinas SDA untuk mempercepat penanganan dan memperkuat tanggul sementara di lokasi.

Akibat jebolnya tanggul tersebut, lima RT di Kelurahan Jati Padang sempat terendam air hingga setinggi 40 sentimeter. Petugas SDA telah berupaya menambal tanggul dengan karung pasir, tetapi sebagian air masih bisa menerobos ke permukiman.

Guru-guru membersihkan sisa lumpur dan kotoran akibat banjir di SMPN 124 Jakarta, Jumat (31/10/2025). Sejumlah sekolah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, menggelar sekolah jarak jauh akibat terendam banjir pada Sabtu (30/10/2025) sore. Beberapa guru swadaya membersihkan sisa-sisa lumpur dan sampah yang masuk ke dalam sekolah.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
31-10-2025

Fokus banjir

Anggota Komisi C DPRD Jakarta, August Hamonangan, menyoroti lambannya langkah Pemerintah Provinsi Jakarta dalam menangani banjir dan rob di tengah cuaca ekstrem yang melanda Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh beralasan pada faktor alam semata dan harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan warga.

”Pemprov Jakarta tidak bisa lepas tangan dengan alasan adanya cuaca ekstrem atau menyebut bahwa Jakarta memang langganan banjir,” ujarnya.

Menurut August, Pemprov Jakarta saat ini tampak gamang dalam menentukan prioritas antara program hiburan dan penanganan persoalan mendasar seperti banjir.

”Saya melihat Gubernur masih terjebak pada program-program yang bersifat seremonial, seperti taman yang dibuka 24 jam atau kegiatan hiburan warga. Padahal, tugas utama pemerintah adalah memastikan kenyamanan warga, terutama melalui pengendalian banjir,” ujar August.

August menegaskan, DPRD Jakarta akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program pengendalian banjir menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia juga meminta agar anggaran yang telah disetujui benar-benar digunakan untuk mitigasi bencana dan infrastruktur pengendalian air.

Terlebih, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta Tahun Anggaran 2026 sudah disepakati sebesar Rp 81,3 triliun, yang disertai dengan pinjaman dari Bank Jakarta senilai Rp 2,2 triliun.

Dari jumlah pinjaman tersebut, sekitar Rp 1,2 triliun dialokasikan khusus untuk pembangunan polder dan pengadaan pompa air di tujuh titik rawan banjir.

”Kami di DPRD sudah menyetujui pinjaman itu dengan berbagai catatan. Namun, kami menuntut keseriusan pemprov agar tahun 2026 benar-benar difokuskan pada pengendalian banjir,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy, Fransiskus Wisnu Wardhana Dany
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto