Ledakan di pelabuhan Iran menewaskan 40 orang.
28 Apr 2025 12:05 WIB · Foto
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Minggu (27/5/2025) waktu setempat mengunjungi korban luka akibat ledakan besar yang mengguncang salah satu pelabuhan utama Iran, di Pelabuhan Shahid Rajaei, Provinsi Hormozgan, yang terletak 15 kilometer barat dari Bandar Abbas di pesisir Selat Hormuz.
Dalam foto-foto yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran, terlihat saat presiden melihat dari balik jendela pesawat ketika berada di lokasi ledakan. Asap hitam masih terlihat mengepul menjadi latar belakang sayap pesawat yang ditumpangi Pezeshkian.
Dalam foto yang lain, memperlihatkan presiden yang sedang menjenguk salah satu korban terluka di rumah sakit. Seorang pasien yang terbaring lemah terlihat berkomunikasi dengan presiden yang berdiri di samping tempat tidurnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/28/2bc18788-4067-4b4c-87cc-bddf098fb224_jpg.jpg)
Keputusan kunjungan Presiden Masoud Pezeshkian dilakukan saat jumlah korban dari ledakan hari Sabtu di Pelabuhan Shahid Rajaei di luar Bandar Abbas di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, meningkat menjadi 40 orang tewas dengan sekitar 1.000 lainnya terluka.
Asap masih mengepul selang 24 jam lebih dari ledakan yang diyakini bersumber dari bahan kimia ini. Ledakan membuat pelabuhan porak-poranda. Kontainer berhamburan dan puing-puing masih bergeletakan di jalanan menuju pelabuhan. Pemerintah setempat menutup sekolah dan kegiatan warga di sekitar lokasi kejadian. Bangkai truk serta kendaraan bermotor yang gosong berserakan di jalanan.
Di udara, belasan helikopter bersliweran memantau keadaan. Sebagian helikopter itu juga membantu memadamkan api dengan kantong air. Suasana mencekam masih terasa di sekitar lokasi ledakan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 86 tahun secara terpisah menyampaikan belasungkawa atas ledakan itu. Ia juga membuka kemungkinan bahwa sabotase menyebabkan ledakan itu. ”Adalah tugas para pejabat keamanan dan otoritas peradilan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mendeteksi apakah ada kelalaian atau tindakan yang disengaja yang telah menyebabkan ini dan untuk menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan,” kata sebuah pernyataan atas namanya seperti dikutip AP.
Gubernur Provinsi Mohammad Ashouri setelah memberikan jumlah korban tewas terbaru juga mengumumkan tiga hari berkabung.
Kondisi di lokasi, api mulai terkendali pada Minggu sore. Situasi juga telah stabil di area utama Pelabuhan Shahid Rajaei, yang merupakan pelabuhan komersial terbesar di Iran. Kegiatan pemuatan kontainer dan pengurusan bea cukai pun mulai berangsur normal. Petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan sisa api, sementara area lokasi ledakan dibatasi hanya untuk media Iran, dan otoritas menutup akses jalan menuju area terdampak.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan beberapa pesawat darurat ke Bandar Abbas untuk memberikan bantuan penanganan ledakan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/28/e533d989-703d-4256-a342-5e39f219b0b4_jpg.jpg)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .