Kunjungan ke Borobudur atas permintaan Macron. Agar kunjungan berlangsung efisien, disiapkan tangga berjalan di Candi Borobudur.
27 Mei 2025 13:33 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto, menurut rencana, akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron, Rabu (28/5/2025), di Istana Merdeka, Jakarta. Selama berada di Indonesia, Presiden Macron akan diajak Presiden Prabowo mengunjungi Candi Borobudur dan Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.
Untuk mendukung kunjungan itu, disiapkan tangga berjalan di Candi Borobudur.
Presiden Macron akan tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, pukul 20.45 WIB. Presiden Prabowo akan menjemput Macron di Lanud Halim setibanya di Jakarta dari lawatan ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri KTT ASEAN.
Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana, di Jakarta, Selasa, mengatakan, Presiden Prabowo akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, pukul 10.00 WIB.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/06/18/d29fa3ba-3327-4e3d-a647-041fef1a1a29.jpg)
Esoknya, Presiden Prabowo akan mengajak Presiden Macron mengunjungi Candi Borobudur dan Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dody Hanggodo dan Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti pun telah memastikan kesiapan infrastruktur di Candi Borobudur. Tak hanya menyiapkan kawasan luar, infrastruktur pendukung juga disediakan di area kawasan candi.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dody Hanggodo dan Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti pun telah memastikan kesiapan infrastruktur di Candi Borobudur.
”Beberapa waktu lalu, saya telah meninjau kawasan Candi Borobudur untuk memastikan kesiapan infrastruktur di sekitar kawasan berfungsi dengan baik. Saya ingin memastikan akses jalan dapat dilalui dan kawasan tertata dengan baik. Sedangkan area situs candi menjadi tanggung jawab Kementerian Kebudayaan melalui Injourney. Namun, Kementerian PU juga siap memberikan dukungan infrastruktur di dalam area kawasan Candi Borobudur apabila dibutuhkan,” kata Dody dalam keterangan pers, Senin, di auditorium Kementerian PU, Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/11/14/79282406-0ed9-4b2e-8570-772f1128935b.jpg)
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi membenarkan rencana kedatangan Presiden Macron dan Presiden Prabowo ke Candi Borobudur. Ia belum bisa memastikan tanggal tepatnya, tetapi diperkirakan kunjungan itu berlangsung pada Rabu atau Kamis ini.
Kunjungan ke Borobudur, kata Hasan, dipilih atas keinginan Presiden Macron. Kepala negara Perancis itu ingin mendatangi salah satu situs keajaiban dunia yang berada di Indonesia.
Ihwal tangga berjalan atau stairlift yang disiapkan di area Candi Borobudur dan ramai diperbincangkan, itu termasuk bagian dari persiapan kunjungan tersebut. ”Nanti beliau (Macron) akan ditemani oleh Presiden Prabowo selama di sana. Dan, pihak pengelola menyiapkan beberapa fasilitas untuk memudahkan kunjungan,” kata Hasan kepada wartawan di kantornya, Senin kemarin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/09/17/7f023ccf-1aba-49fd-8837-e57c95f70583.jpg)
Keberadaan stairlift itu, lanjut Hasan, mempertimbangkan kondisi Candi Borobudur yang tingginya hampir setara dengan gedung berlantai 12. Stairlift itu bakal memfasilitasi Macron dan Prabowo yang menurut rencana berkunjung sampai ke puncak candi. Adapun letak stairlift itu diperkirakan berada dari lantai 5 menuju lantai 7-8.
Keberadaan ”stairlift” itu, lanjut Hasan, mempertimbangkan kondisi Candi Borobudur yang tingginya hampir setara dengan gedung berlantai 12.
Selain memudahkan, stairlift itu bertujuan untuk membuat waktu kunjungan yang sangat terbatas menjadi lebih efisien. Pemerintah juga ingin memberikan suguhan yang pantas kepada tamu negaranya. Oleh karena itu, sang tamu dibuat senyaman mungkin selama kunjungan dengan fasilitas tambahan itu.
”Ini lebih kepada kita mempersiapkan fasilitas yang memudahkan kunjungan Presiden Macron agar bisa menikmati keindahan dan kemegahan Borobudur secara keseluruhan,” ujar Hasan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/c89c5112590702e6899c873a69eafcab-08.jpg)
Ihwal pemasangan stairlift yang banyak disoroti publik tak luput dikomentari Hasan. Ia memastikan pemasangan fasilitas itu tidak membuat cagar budaya tersebut rusak karena diawasi ketat oleh Kementerian Kebudayaan. Ditegaskan pula, tidak ada pemasangan fasilitas-fasilitas permanen yang mengharuskan batuan candi untuk dipaku atau dibor.
”Tidak ada paku. Tidak ada bor. Jadi hanya ditaruh atau didudukkan saja. Nanti ketika selesai, itu bisa dibongkar dengan mudah,” katanya.
Kunjungan Presiden Macron ini sekaligus menjadi peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Perancis. Sebelumnya, Rabu pekan lalu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama ekonomi kreatif kedua negara serta kerja sama people to people.
Penulis:
Nino Citra Anugrahanto, Nina SusiloEditor:
Madina NusratPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti