Presiden Prabowo Ajak Rakyat Hadapi 2026 dengan Optimisme

Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian tahun bersama warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah bencana.

01 Jan 2026 10:31 WIB · Politik & Hukum

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN/RUSMAN

Oleh Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh rakyat Indonesia menghadapi tahun 2026 dengan penuh semangat serta optimisme di tengah situasi pemulihan pascabencana. Di balik berbagai tantangan yang dihadapi, kekuatan bangsa justru terus tumbuh melalui kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

”Kita hadapi masa depan, kita hadapi tahun yang akan datang dengan penuh semangat dan optimisme. Kita semakin kuat, negara kita akan semakin kuat,” kata Prabowo saat malam pergantian tahun bersama warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025).

Di hadapan warga, Prabowo kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat dalam situasi sulit. Ia menyebut mandat pemerintahan yang dijalankan saat ini sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan rakyat.

”Kita harus bersama-sama menghadapi kesulitan dan percayalah bahwa pemerintahmu, bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa Presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto menyapa dan berdialog dengan warga terdampak bencana saat kunjungan malam di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025).

Presiden menuturkan, upaya memperkuat bangsa juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan jangka panjang, termasuk pemenuhan gizi anak-anak. Ia mengakui bahwa program makan bergizi belum sepenuhnya merata, tetapi pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaannya agar generasi muda tumbuh sehat, kuat, dan siap menjadi masa depan bangsa. ”Kami dipilih oleh rakyat untuk bekerja untuk rakyat,” kata Prabowo.

Terkait penanganan bencana, Prabowo menekankan pentingnya menjaga dan merawat alam. Pemerintah juga akan menindak tegas perusahaan atau pihak mana pun yang melanggar hukum dan merusak lingkungan, di antaranya dengan pencabutan izin usaha.

Presiden juga mengapresiasi para pihak yang bergotong royong menangani dampak bencana, yang berdampak langsung pada pemulihan kehidupan masyarakat. Sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi kini mulai terhubung kembali dan aktivitas warga perlahan pulih.

Quote

Presiden juga mengapresiasi para pihak yang bergotong royong menangani dampak bencana.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, di Tapanuli Selatan sudah tidak ada lagi desa yang terputus atau terisolasi. Adapun di tingkat provinsi, dari puluhan desa terdampak di Sumatera Utara, jumlah desa yang akses jalannya masih terputus kini tersisa sekitar lima desa.

Pembangunan infrastruktur darurat, termasuk jembatan, juga mampu diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari. Padahal, pembangunan jembatan dengan spesifikasi serupa biasanya membutuhkan waktu tiga minggu hingga satu bulan. Percepatan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.

Presiden Prabowo Subianto menyapa dan berdialog dengan warga terdampak bencana saat kunjungan malam di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025).

Prabowo juga menyampaikan belasungkawa kepada korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurus warga terdampak sebaik-baiknya, termasuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak atau hilang agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menegaskan, semangat gotong royong menjadi kunci percepatan pemulihan wilayahnya pascabencana banjir dan longsor. Melalui kerja bersama pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, seluruh wilayah yang sebelumnya terisolasi kini kembali terbuka.

Menurut dia, dukungan berbagai pihak menjadi faktor penentu terbukanya akses wilayah hanya dalam waktu dua hari. TNI dan Polri, pemerintah daerah, serta korporasi yang beroperasi di wilayah tersebut menurunkan alat berat untuk membuka longsoran dari berbagai arah hingga akses jalan kembali tersambung.

”Dan semua sekali lagi lokasi di Tapanuli Selatan tidak ada lagi yang terisolasi, semua sudah terbuka, Bapak,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto bersiap meninggalkan lokasi usai memantau kondisi jalan nasional Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai yang dalam proses perbaikan usai terputus akibat banjir bandang atau "galodo" pada 27 November lalu di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). Perbaikan permanen jalur Lembah Anai ditargetkan tuntas pada Juli 2026. Adapun jalan nasional ini telah dibuka terbatas untuk sepeda motor dan mobil roda empat pukul 16.00-09.00.

Gus Irawan menjelaskan, dari 15 kecamatan di Tapanuli Selatan, sebanyak 13 kecamatan terdampak bencana. Total terdapat 2.461 rumah warga yang mengalami kerusakan. Sebanyak 330 unit di antaranya rusak ringan hingga sedang, sementara sisanya rusak berat dan harus direlokasi karena tidak lagi layak huni berdasarkan kajian Badan Geologi.

Upaya pemulihan juga dilakukan melalui penyediaan hunian bagi warga terdampak. Saat ini, pembangunan 227 unit hunian tetap tengah berjalan, termasuk di kawasan Hapesong Baru di atas lahan seluas lima hektar milik PT Perkebunan Nusantara.

Quote

Saat ini, pembangunan 227 unit hunian tetap tengah berjalan, termasuk di kawasan Hapesong Baru.

Selain itu, kata Gus Irawan, sebanyak 119 unit hunian sementara telah dibangun untuk warga terdampak. Ia menargetkan pembangunan seluruh hunian sementara dapat diselesaikan sebelum Idul Fitri pada pertengahan Maret 2026. Dengan demikian, warga terdampak bisa segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga menyalurkan dana tunggu hunian kepada 1.442 kepala keluarga. Dengan langkah tersebut, sekitar 60 persen pengungsi dapat meninggalkan lokasi pengungsian dan tinggal sementara di rumah sewa atau bersama kerabat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Madina Nusrat
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra