AKTIVITAS  PRESIDEN

Presiden Prabowo Ajak Pengusaha Ciptakan Lapangan Kerja Seluas-luasnya

Apindo mendukung visi Presiden Prabowo untuk memperkuat industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.

10 Feb 2026 16:59 WIB · Politik & Hukum

DOKUMENTASI TIM MEDIA PRESIDEN PRABOWO

Oleh Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2/2026) malam. Dalam pertemuan ini, Presiden mengajak kalangan pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan 22 pengusaha dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu berlangsung tertutup sejak pukul 18.50 WIB hingga 22.00 WIB. Selama lebih dari tiga jam, Presiden dan para pengusaha dari berbagai sektor berdiskusi mengenai kondisi ekonomi nasional serta tantangan dan peluang dunia usaha ke depan.

Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yaitu kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan semua pemangku kepentingan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat daya saing nasional dan mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2/2026) malam.

Presiden mengajak pengusaha untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan, terutama di sektor riil. Tidak hanya itu, Presiden juga mendorong pengembangan dan penguatan industri strategis, seperti tekstil, garmen, sepatu, dan mebel. Penguatan juga diharapkan terjadi di sektor-sektor lain yang berpotensi besar, seperti industri makanan dan minuman, perikanan, peternakan, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

”Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, Presiden membuka ruang komunikasi dengan pengusaha untuk mendiskusikan berbagai isu penting. Dalam pertemuan tersebut, Presiden mendapatkan banyak masukan dari pengusaha, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

”Pemerintah berkomitmen untuk mendukung sektor swasta agar tumbuh kuat dan maju karena sektor ini memiliki peran besar dalam perekonomian negara,” kata Prasetyo, Selasa.

Mensesneg Prasetyo Hadi

Di sisi lain, lanjutnya, Presiden juga menekankan bahwa sektor swasta perlu terus meningkatkan daya saingnya di tingkat global. Sebab, persaingan dagang semakin ketat, bahkan persaingan bisnis kita tidak bisa hanya mengandalkan pasar domestik (captive market). Beberapa negara lain bahkan sudah mulai merebut pangsa pasar yang sebenarnya merupakan keunggulan Indonesia.

Dukung visi Presiden

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan, para pengusaha yang tergabung dalam Apindo menyampaikan dukungan penuh terhadap visi Presiden Prabowo. Dukungan ini terutama berfokus pada upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan sumber daya manusia dan industrialisasi berkelanjutan.

”Para pengusaha menyatakan dukungan penuh terhadap visi Presiden, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penyediaan gizi dan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia, serta penguatan industrialisasi yang akan memberikan dampak luas bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

Shinta W Kamdani

Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mengapresiasi peran dunia usaha dalam menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman dianggap sebagai kekuatan strategis yang mendorong inovasi, produktivitas, serta persatuan dalam menghadapi tantangan global.

Shinta menambahkan, dalam diskusi tersebut, Presiden mengapresiasi kontribusi dunia usaha yang telah menyerap banyak tenaga kerja, terutama di sektor-sektor padat karya seperti tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, dan makanan. Presiden juga mengarahkan dunia usaha untuk bersama pemerintah dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

”Apindo siap berkolaborasi untuk memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kapasitas produksi di seluruh Indonesia,” ujar Shinta.

Lebih jauh, Presiden juga meminta Apindo untuk memberikan masukan dan data riil terkait kondisi lapangan. Dalam sektor manufaktur, misalnya, Presiden meminta masukan dari Apindo untuk mengatasi tantangan ketersediaan bahan baku. Selain itu, Apindo mendukung upaya peningkatan penerimaan negara melalui perluasan basis pajak yang tidak membebani pelaku usaha yang patuh.

Penyandang disabilitas mencari lowongan pekerjaan dalam Job Fair Disabilitas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (3/11/2025). Acara ini menyediakan 107 lowongan pekerjaan khusus penyandang disabilitas dari 21 perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jakarta telah menggelar 13 bursa kerja yang melibatkan penyandang disabilitas. Dari kegiatan tersebut, sekitar 150 pencari kerja disabilitas telah disalurkan ke berbagai perusahaan.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
03-11-2025

Shinta berharap pemerintah dapat memberi perhatian khusus terhadap isu ketenagakerjaan, menciptakan kepastian hukum, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. ”Pemerintah harus mendorong kebijakan yang berfokus pada peningkatan keterampilan tenaga kerja untuk menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih jauh, Apindo mengapresiasi berlakunya kerja sama perdagangan internasional, termasuk Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa itu menjadi peluang untuk memperluas akses pasar ekspor dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Selain perjanjian perdagangan, ia menekankan pembenahan regulasi domestik untuk mendukung daya saing industri Indonesia. Salah satunya, kepastian hukum terkait kebijakan 1 Peta Nasional (One Map Policy) dan mendukung penuh visi Presiden Prabowo terkait pengentasan rakyat miskin, pemenuhan gizi, dan pendidikan berkualitas untuk anak-anak Indonesia.

”Penguatan industrialisasi nasional adalah langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia,” pungkas Shinta.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti