Pemerintah menargetkan satu kabupaten minimal memiliki satu stadion bertaraf internasional.
17 Mar 2025 21:13 WIB · Nusantara
SIDOARJO, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto bertekad membawa Indonesia menembus kompetisi bergengsi Piala Dunia dengan membangun ekosistem yang baik bagi sepak bola nasional. Upayanya, antara lain, meningkatkan fasilitas olahraga dengan menargetkan satu kabupaten minimal memiliki satu stadion bertaraf internasional.
Keinginan itu disampaikan Presiden saat meresmikan 17 stadion yang baru selesai direnovasi dan dibangun di seluruh Nusantara. Acara peresmian itu dipusatkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (17/3/2025).
”Saya sudah komit, saya akan mendukung sepak bola nasional ini. Saudara-saudara, Indonesia harus masuk Piala Dunia. Itu tekad kita,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, keberhasilan membangun 17 stadion berstandar internasional membangkitkan kehendak untuk menambah 17-20 stadion lagi untuk dibangun atau direnovasi. Presiden menargetkan semua kabupaten memiliki setidaknya satu stadion bertaraf internasional.
Pihaknya optimistis target itu bisa tercapai sehingga klub-klub amatir bisa didorong mencetak pemain sepak bola berprestasi. Demikian juga dengan sekolah-sekolah ditargetkan memiliki lapangan olahraga yang baik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/e3fe5603-e34f-4852-811d-22be4dade2f0_jpg.jpg)
Turut hadir dalam acara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Selain itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Nandito Ariotedjo, Wakil Menteri Olahraga Taufik Hidayat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sidoarjo Subandi.
Sejumlah legenda sepak bola nasional juga tidak ketinggalan. Mereka adalah Fachri Husaeni, Widodo Cahyono Putro, Uston Nawawi, Ahmad Bustomi, Anang Makruf, dan Arief Suyono. Juga dari Tim Nasional putri ada Ayunda Dwi Anggraini, Viny Silfianus, dan Reva Oktaviani.
Tujuh belas stadion yang diresmikan Presiden adalah Stadion Gelora Delta, Stadion Surajaya Lamongan, Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Stadion Kanjuruan Malang, Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, dan Stadion Bumi Sriwijaya Palembang.
Selain itu, Stadion Indomilk Arena Tangerang, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Wibawa Mukti Bekasi, Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Jatigiri Semarang, Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Juga ada Stadion Demang Lehman Banjar, Stadion Segiri Samarinda dan Stadion BJ Habibie Pare-pare.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/80b48941-02d1-41e1-b5f8-6779ac39041f_jpg.jpg)
Stadion tersebut berstandar internasional dan telah diinspeksi oleh Federasi Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Prabowo menilai keberhasilan membangun stadion bertaraf internasional itu merupakan suatu prestasi bagi pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengatakan bahwa sepak bola sudah menjadi suatu lambang harga diri sebuah bangsa modern. Suatu bangsa yang kuat adalah bangsa yang kuat fisik dan jiwanya. Sebab, hanya dengan jiwa dan fisik yang kuat bangsa itu bisa berdiri tegak, bersaing dengan bangsa-bangsa lain, dan menjadi negara hebat.
”Karena itu, olahraga adalah salah satu tolok ukur atau kriteria untuk menilai bangsa itu punya semangat atau tidak, punya kehendak atau tidak, atau mudah menyerah,” kata Prabowo.
Presiden menambahkan, tidak hanya bangsa yang kaya saja yang sepak bolanya hebat. Banyak bangsa di Afrika yang menjadi juara, padahal negaranya miskin. Mereka juga tidak punya lapangan sepak bola yang bagus seperti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Bangsa-bangsa itu jauh lebih miskin dibandingkan bangsa Indonesia. Namun, tekad dan semangatnya tidak mau kalah. Hal itulah yang harus dijadikan pembelajaran bagi bangsa Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/4b45b49f-7327-43c6-9c7d-756884667523_jpg.jpg)
Prabowo berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membangkitkan semangat anak-anak muda generasi bangsa. Pemerintah sudah membuktikan bahwa pihaknya ingin mendorong dan membina olahraga sepak bola.
Hal itu pun akan diteruskan dengan berbagai upaya, seperti berkonsentrasi dan kreatif dalam mencari kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong prestasi yang hebat. Presiden juga meminta kepada semua unsur untuk mendukung upaya tersebut.
Suatu bangsa yang kuat adalah bangsa yang kuat fisik dan jiwanya. Sebab, hanya dengan jiwa dan fisik yang kuat bangsa itu bisa berdiri tegak, bersaing dengan bangsa-bangsa lain, dan menjadi negara hebat.
Selama ini juga telah terbangun kerja sama yang baik antara pemerintah atau eksekutif dengan parlemen. Prabowo mengklaim saat ini pihaknya telah memperbaiki regulasi-regulasi yang perlu diperbaiki dan memperlancar usaha PSSI membentuk Timnas yang tangguh.
Erick Thohir mengatakan, peresmian 17 stadion tidak hanya simbolik peresmian fasilitas olahraga, tetapi bagaimana membangun karakter bangsa melalui sepak bola. Indonesia harus berani bermimpi menembus Piala Dunia.
”Tentu keinginan ini harus diiringi dengan kerja keras, kemauan besar karena sudah selayaknya kita menjadi bangsa besar selayaknya bangsa-bangsa di dunia. Hari ini adalah kita membangun ekosistem sepak bola,” ucap Erick.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/f607ca04-4fa0-4012-82d6-12302ffe7bb3_jpg.jpg)
Sementara itu, Khofifah mengatakan, dari 17 stadion yang diresmikan, empat di antaranya ada di Jatim. Menurut dia, peresmian itu bukan hanya soal infrastruktur, melainkan investasi dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih kompetitif.
”Kami berharap dari stadion-stadion ini lahir lebih banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama Jatim dan Indonesia di kancah dunia,” ujar Khofifah.
Bupati Sidoarjo Subandi berharap, seiring hadirnya fasilitas bertaraf internasional, semangat masyarakat dalam mengukir prestasi di dunia sepak bola semakin meningkat. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto sangat antusias membantu sepak bola nasional.
Ekosistem sepak bola di Sidoarjo bertumbuh subur. Hal itu ditandai, antara lain, dengan banyaknya jumlah lapangan olahraga. Setiap kecamatan rata-rata terdapat 4-6 lapangan sepak bola meskipun fasilitasnya belum berstandar internasional.
”Klub-klub sepak bola juga bertumbuh banyak di Sidoarjo. Ini mengindikasikan respons positif masyarakat terhadap pengembangan olahraga terutama sepak bola,” ucap Subandi.
Penulis:
Runik Sri AstutiEditor:
Rini Kustiasih