Para pelaku bisnis di kawasan Pasifik diundang untuk berinvestasi di Indonesia dan bekerja sama dalam menciptakan kesejahteraan bersama.
15 Nov 2024 19:47 WIB · Politik & Hukum
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/81abbb73-86c7-4690-96bd-7db208a2bab8_jpg.jpg)
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato utama dalam acara APEC CEO Summit di National Grand Theater Peru pada Kamis (14/11/ 2024). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran sektor bisnis dan wirausaha mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan global.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kegiatan ekonomi dan peran komunitas bisnis menjadi motor penggerak utama untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. ”Tanpa partisipasi aktif dari sektor ekonomi, kita tidak bisa mencapai pertumbuhan dan kesejahteraan,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menggambarkan kawasan Pasifik sebagai wilayah yang paling dinamis di dunia. Kawasan ini memiliki potensi besar dalam teknologi, demografi, dan sumber daya alam. Meskipun dihadapkan pada ketegangan geopolitik, Prabowo optimistis bahwa pemimpin kekuatan besar dunia pada akhirnya akan memilih kebaikan bersama.
Menurut Prabowo, terobosan-terobosan teknologi yang luar biasa menuntut para pemimpin agar lebih bijaksana, lebih sabar, dan lebih akomodatif. Hal ini karena kekuatan teknologi dapat membawa kemajuan yang signifikan bagi kehidupan manusia, tetapi kekuatan teknologi juga dapat menghancurkan kehidupan manusia dengan sangat cepat.
”Oleh karena itu, saya selalu memilih jalur kolaborasi, keterlibatan, komunikasi, negosiasi. Ya, kita harus menegakkan dan hidup berdasarkan hukum umum, aturan internasional, tetapi kita juga harus memiliki pemahaman bersama tentang kepentingan semua orang,” kata Prabowo.
Saya selalu memilih jalur kolaborasi, keterlibatan, komunikasi, negosiasi. Ya, kita harus menegakkan dan hidup berdasarkan hukum umum, aturan internasional, tetapi kita juga harus memiliki pemahaman bersama tentang kepentingan semua orang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/daff5f8c-5d5f-45f2-8078-e6180a7f4e3f_jpeg.jpg)
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia, dengan populasi terbesar keempat. Wilayah Indonesia terbentang dari Barat ke Timur atau hampir sepanjang Eropa. ”Eropa memiliki 27 negara atau lebih, kita adalah satu negara,” tambahnya.
Presiden Prabowo juga menjelaskan kebijakan Indonesia untuk mencapai swasembada energi hijau. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar, termasuk potensi panas bumi yang terbesar di dunia, dan bertekad untuk menjadi negara mandiri dalam energi terbarukan dalam beberapa tahun mendatang.
Saya kira 60 persen potensi energi panas bumi dunia ada di Indonesia. Kita tentu memiliki potensi energi surya, tetapi kekuatan utama kita akan berasal dari bioenergi, dari bahan bakar nabati yang dapat kita produksi.
Indonesia disebut akan menjadi salah satu dari sedikit negara yang dapat mencapai 100 persen energi terbarukan dalam beberapa tahun ke depan. ”Kita mempunyai potensi panas bumi terbesar. Saya kira 60 persen potensi energi panas bumi dunia ada di Indonesia. Kita tentu memiliki potensi energi surya, tetapi kekuatan utama kita akan berasal dari bioenergi, dari bahan bakar nabati yang dapat kita produksi.” ucap Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menguraikan potensi kerja sama dengan Peru, serta menggambarkan Indonesia sebagai negara yang telah berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi meskipun di tengah pandemi Covid-19. Dengan tingkat inflasi sebesar 2 persen, Indonesia terus mendorong stabilitas ekonomi dan membuka kesempatan lebih luas bagi investor asing.
Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa angka kemiskinan yang masih dalam skala besar. ”Yang ingin saya turunkan, dan kami memiliki persentase anak-anak yang kekurangan gizi yang signifikan. Saya juga bertekad untuk mengatasi masalah ini secara langsung,” kata Prabowo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/08ae62c3-0095-4606-b54b-d393adb2c903_jpeg.jpg)
Peran pihak swasta ditegaskan sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan. Apalagi, sebelum menjabat Presiden, Prabowo pun merupakan seorang pengusaha. Ia menegaskan memahami kekhawatiran dan tantangan yang dihadapi oleh pihak swasta.
Saya pikir bisnis swasta menginginkan kepastian sistem hukum. Bisnis swasta menginginkan iklim ekonomi yang baik, iklim politik, stabilitas, keamanan, dan kondisi yang baik, insentif yang menguntungkan, dan ini yang tengah kami tangani.”
”Saya pikir bisnis swasta menginginkan kepastian sistem hukum. Bisnis swasta menginginkan iklim ekonomi yang baik, iklim politik, stabilitas, keamanan, dan kondisi yang baik, insentif yang menguntungkan, dan ini yang sedang kami tangani,” ucapnya.
Presiden Prabowo turut menjelaskan reformasi dalam sektor kesehatan dan pendidikan, termasuk membuka pintu bagi universitas dan rumah sakit asing untuk beroperasi di Indonesia. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia akan memperluas kawasan ekonomi khusus untuk menarik teknologi canggih dan investasi dalam industri maritim serta perikanan.
Indonesia memiliki tiga perempat wilayah nasional yang berupa perairan dengan potensi besar untuk perikanan, akuakultur, dan industri pengolahan. ”Kami bertekad melakukan industrialisasi dengan melakukan hilirisasi sumber daya, mengolah sumber daya kami,” ujar Presiden.
”Saya bertekad melindungi semua investasi untuk memberikan kondisi ekonomi yang menguntungkan dan terlibat dalam organisasi ekonomi besar dunia untuk menciptakan kesejahteraan bersama.”
Mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo mengundang para pelaku bisnis di kawasan Pasifik untuk berinvestasi di Indonesia dan bekerja sama dalam menciptakan kesejahteraan bersama. Ia menekankan bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui pemahaman, yang muncul dari keterlibatan dan negosiasi.
Indonesia menyatakan terbuka untuk lebih banyak bisnis. ”Saya bertekad melindungi semua investasi untuk memberikan kondisi ekonomi yang menguntungkan dan terlibat dalam organisasi ekonomi besar dunia untuk menciptakan kesejahteraan bersama,” tutur Presiden.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/f88c9a95-1116-49e0-8360-133cea2f30db_jpg.jpg)
Indonesia memiliki kesamaan dengan Peru dalam hal keanekaragaman hayati dan multietnis. Pada 2023, Indonesia adalah mitra komersial Peru yang ke delapan di Asia. Indonesia mewakili pasar yang menarik bagi pengusaha Peru, dengan lebih dari 273 juta penduduk.
Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Peru Dina Boluarte, Prabowo juga telah menegaskan bertekad mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Peru. Menurut Dina, kemitraan di antara kedua negara telah menguat selama hampir lima dekade terakhir. Indonesia dan Peru terus bekerja sama di berbagai bidang, mendorong perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya.
Upaya-upaya ini telah membuahkan hasil yang saling menguntungkan dan semakin mendekatkan masyarakat kedua negara. Kerja sama bilateral kedua negara akan terus ditingkatkan dan mencakup bidang-bidang lain, seperti tata kelola elektronik, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, pengurangan kesenjangan dan inklusi sosial. Dina juga mengumumkan bahwa kedua negara telah berhasil menyelesaikan Indonesia-Peru Comprehensive Economic Patnership Agreement (IP-CEPA).
Perjanjian ini akan membuka peluang baru bagi pengusaha kedua negara agar melakukan diversifikasi ekspor. ”CEPA adalah bukti tekad kami untuk mendorong perdagangan yang lebih bebas, mendorong investasi bilateral, dan memperkuat perekonomian kita,” kata Dina.
Dina menambahkan bahwa Indonesia memiliki kesamaan dengan Peru dalam hal keanekaragaman hayati dan multietnis. Pada 2023, Indonesia adalah mitra komersial Peru yang ke delapan di Asia. Indonesia mewakili pasar yang menarik bagi pengusaha Peru, dengan lebih dari 273 juta penduduk. Dina juga menyampaikan harapan terbaik untuk perkembangan Ibu Kota Nusantara. (WKM)
Penulis:
Mawar Kusuma WKMEditor:
Suhartono .Penyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari