Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan India dan Malaysia menjadi negara tujuan lawatannya kali ini. Apa itu?
23 Jan 2025 20:42 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo memulai perjalanan kunjungan kenegaraan ke India dan Malaysia dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (23/1/2025) sore.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden tidak hanya akan mengadakan pertemuan bilateral dengan kepala negara dan kepala pemerintahan masing-masing, tetapi juga akan bertemu dengan para pengusaha setempat.
Presiden Prabowo dalam jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menjelaskan, dalam beberapa hari ke depan akan mengadakan kunjungan kenegaraan ke India dan Malaysia. Negara pertama yang akan dikunjungi adalah India.
”Saya diundang untuk hadir sebagai tamu kehormatan pada perayaan ke-76 Hari Republik India, yaitu (pada) 26 Januari 2025,” kata Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/23/6522c5a4-6f08-4f59-8f2c-97ea95fc00e7_jpg.jpg)
Tak hanya dirinya, lanjut Prabowo, pemerintah India juga mengundang TNI untuk mengikuti perayaan Hari Republik India. Sebanyak 352 prajurit TNI dan sejumlah taruna Akademi Militer bakal menjadi bagian dari defile di perayaan tersebut.
”Kalau tidak salah, kita mendapat tempat kehormatan, kita yang paling depan dalam defile tersebut, sebagai kontingen kehormatan,” tuturnya.
Selain itu, Prabowo akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden India Draupadi Murmu dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Dengan kepala negara dan kepala pemerintahan itu, akan ada kesepakatan dalam beberapa bidang, antara lain kesehatan, pertukaran program kebudayaan, masalah keamanan, keselamatan maritin, serta pengembangan teknologi digital.
”Saya juga akan bertemu dengan tokoh-tokoh industri, pengusaha-pengusaha dari India yang ingin investasi di Indonesia. Di situ juga hadir perwakilan dari Kadin (Kamar Dagang dan Industri) kita,” ujar Prabowo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/03/15/7f91e459-d1f2-4c0a-9322-dce8c5369eb1_png.png)
Seusai kunjungan di India pada Minggu (26/1/2025), Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia untuk memenuhi undangan Yang Di-Pertuan Agong (YDPA) Malaysia Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar.
YDPA adalah pemimpin tertinggi di Malaysia, yang telah dipilih oleh Konferensi Penguasa, yang terdiri dari sembilan penguasa Negara Bagian Melayu. Gelar YDPA adalah Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda. Ia menjabat sebagai YDPA ke-17 sejak 31 Januari 2024.
”Juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia (Anwar Ibrahim),” kata Prabowo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/09/81b9a2821e9c98207349c9745b7a71e3-IMG_0068.jpeg)
Prabowo mengatakan, sebelum dirinya berangkat, sudah ada sejumlah menteri yang datang ke kedua negara tersebut. Mereka lebih dulu bertemu dengan para mitra dan menyelesaikan sejumlah perjanjian kerja sama.
Presiden melanjutkan, baik India maupun Malaysia merupakan negara sahabat yang sangat penting bagi Indonesia. India, misalnya, merupakan salah satu negara yang paling mendukung perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Ketika India sudah merdeka pada 1947, negara itu terus mendukung Indonesia yang masih harus berperang untuk mempertahankan kenerdekaan hingga 1949.
”Mereka waktu itu mengirim bantuan obat-obatan, bantuan keuangan, dan sebagainya. Mendukung perjuangan kemerdekaan kita. Jadi, bagi kita India adalah negara sahabat dan mitra yang sangat penting,” kata Prabowo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/09/92a1b2c82fe4e2a8f2b7239db3291695-IMG_0067.jpeg)
Sama halnya dengan India, Malaysia juga merupakan negara sahabat dan mitra penting. Sebagai negara tetangga, Indonesia dan Malaysia adalah bangsa yang serumpun, memiliki kesamaan latar belakang budaya, etnis, dan sejarah. Kerja sama dengan Malaysia pun semakin erat mengingat Indonesia dan Malaysia sama-sama negara pendiri dan penggerak ASEAN (Asosiasi negara-negara di Asia Tenggara), bersama dengan Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam.
”Sekarang ASEAN sudah berkembang, dan peran Indonesia-Malaysia, saya kira dalam menjalankan kerja sama ASEAN dan kerja sama strategis lainnya sangat penting,” ujar Prabowo.
Terkait pertemuan kembali Presiden Prabowo dengan PM Malaysia dalam waktu tiga pekan ini, sumber Kompas di Istana Kepresidenan menyatakan, Malaysia merupakan negara tetangga dekat sangat penting buat Indonesia. Oleh karena itu, meski baru bertemu secara empat mata dengan Anwar Ibrahim pada Kamis (9/1/2025) lalu, Presiden akan kembali menemuinya dalam kunjungan kenegaraan ini.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
A. Ponco Anggoro