Presiden Prabowo Perintahkan Segera Kirim Bantuan, Empat Pesawat Diterbangkan

Bantuan alat komunikasi ataupun kebutuhan tanggap darurat dikirimkan. Tim Pekerjaan Umum pun bergerak menangani jalur yang putus.

28 Nov 2025 12:39 WIB · Politik & Hukum

BPMI Sekretariat Presiden

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya segera bergerak membantu warga yang tertimpa bencana hidrometeorologi di tiga provinsi di Sumatera Bagian Utara. Sebanyak empat pesawat diterbangkan, Jumat (28/11/2025) pagi, untuk mengangkut tim penolong serta bantuan.

Seperti diberitakan, banjir melanda sebagian wilayah Sumatera Bagian Barat sejak Selasa (25/11/2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, wilayah Provinsi Aceh yang dilanda banjir meliputi Kota Sabang, Kabupaten Bireuen, Aceh Barat, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe, serta Kota Subulussalam.

Di Sumatera Utara, banjir melanda daerah di kabupaten/kota yang terletak di pesisir barat, seperti Kabupaten Langkat, Pakpak Barat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kabupaten Nias Selatan, Mandailing Natal, Kota Sibolga, dan Kota Padang Sidimpuan. Adapun di Sumatera Barat, banjir terjadi di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, melepas pemberangkatan tim yang membawa bantuan ini di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, pukul 07.30. Pesawat yang digunakan adalah tiga Hercules TNI AU serta satu pesawat A400 yang awal bulan ini baru tiba di Tanah Air.

Bantuan dibawa ke Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keempat pesawat tersebut akan mendarat di bandara-bandara terdekat dari lokasi terdampak.

Bantuan untuk tiga provinsi yang terkena bencana - Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dikirimkan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

”Jadi akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke Bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak,” tutur Teddy.

Ia menambahkan bahwa langkah ini bukan pengiriman pertama. Sejak awal bencana, Presiden Prabowo telah memberikan arahan tegas agar semua bantuan dikirimkan tanpa jeda.

”Sejak hari pertama tanggal 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengoordinasi secara langsung terkait penanganan bencana,” katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, pengiriman bantuan terus berlangsung melalui pesawat TNI ataupun maskapai sipil. Semua kebutuhan yang dikirim disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, berdasarkan komunikasi langsung pemerintah pusat dengan para kepala daerah.

Untuk memastikan akurasi kebutuhan, Presiden telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah. ”Kemarin (Presiden) sudah menghubungi langsung, menelepon langsung para kepala daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton, kemudian Gus Irawan—Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan—sudah dihubungi juga, termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh,” tambahnya.

Kondisi mobil di blok A perumahan Luminpark Cluster usai dihantam banjir bandang dari Sungai Lubuk Minturun di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya lima orang meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah.

Data dari para kepala daerah tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan jenis bantuan yang dikirimkan pagi ini. Bantuan yang diterbangkan terdiri dari peralatan darurat hingga kebutuhan vital untuk evakuasi dan pemulihan cepat.

”Jadi, hari ini diberangkatkan sesuai dengan kebutuhan, yakni tenda sekitar 150; perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi, ada sekitar 64; kemudian genset, alat bantu listrik; dan yang terpenting alat komunikasi juga diberangkatkan, sekitar 100 alat komunikasi, agar sinyal komunikasi bisa dimulai kembali. Dikirimkan juga bahan makanan siap saji, serta tim medis dari TNI, juga dari Kementerian Kesehatan,” tambah Teddy.

Presiden Prabowo, lanjut Teddy, menekankan agar semua bantuan harus menjangkau titik terdalam wilayah terdampak. ”Yang penting semua bantuan segera diterbangkan ke lokasi sampai daerah terdalam, terdetail mengenai lokasi tersebut sampai ke dalam,” katanya menyampaikan instruksi Presiden.

Pratikno menambahkan, sejak hari pertama bencana, bantuan tanggap darurat, seperti tenda pengungsian serta makanan dan kebutuhan sehari-hari, sudah dikirimkan.

”Kemarin kami juga melakukan rapat koordinasi dengan K/L (kementerian/lembaga) terkait, dan juga tiga gubernur, para bupati/wali kota, secara daring untuk meng-update kebutuhan-kebutuhan terakhir yang diperlukan. Jadi, yang dikirim hari ini—atas perintah Bapak Presiden—adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Misalnya tadi disampaikan oleh Pak Seskab: alat komunikasi, perahu karet, kemudian genset listrik,” kata Pratikno.

Quote

Yang penting semua bantuan segera diterbangkan ke lokasi sampai daerah terdalam, terdetail mengenai lokasi tersebut sampai ke dalam.

Bantuan untuk tiga provinsi yang terkena bencana - Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dikirimkan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno melepas pemberangkatan tim yang membawa bantuan ini.


Selain itu, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah bergerak. Tim ini akan menangani beberapa jalur yang putus akibat tanah longsor dan lainnya.

Siklon tropis Senyar yang mengakibatkan hujan deras dan bencana ini, menurut Pratikno, memang sangat dahsyat. Akan tetapi, menurut BMKG, intensitas siklon Senyar sudah menurun.

”Oleh karena itu, kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca. Sudah mulai bisa diterbangkan (pesawat modifikasi cuaca) untuk mengurangi curah hujan di daratan sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan,” tambah Pratikno.

Di sisi lain, masih ada siklon Koko yang perlu diantisipasi. Namun, siklon ini terletak lebih utara dan diharapkan tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji