DAMPAK PERANG IRAN

Presiden Trump: Saya Tidak Peduli Iran di Piala Dunia 2026

Iran semakin dekat ”dicoret” dari Piala Dunia 2026. Tidak ada perwakilan federasi Iran pada rapat pra-Piala Dunia 2026 di Atlanta, AS, pekan ini.

04 Mar 2026 11:55 WIB · Olahraga

AFP/THE WHITE HOUSE/DANIEL TOROK

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

WASHINGTON DC, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah menyampaikan sinyal bahwa Iran tidak akan bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Kini, nasib keikutsertaan ”Tim Melli” sepenuhnya berada di tangan FIFA sebagai penyelenggara pesta sepak bola terakbar yang dimulai 11 Juni mendatang.

Iran bersama Jepang adalah dua tim paling awal yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Sejatinya, di bawah kendali Pelatih Amir Ghalenoei, Iran akan menjalani partisipasi Piala Dunia ketujuh. Iran pun selalu menjadi wakil Asia pada empat edisi beruntun Piala Dunia sejak edisi Brasil 2014.

Dengan situasi perang berhadapan dengan koalisi AS-Israel, hak Iran tampil di Piala Dunia 2026 berpotensi besar dirampas oleh AS sebagai tuan rumah. Presiden AS Donald Trump mengirimkan pertanda untuk tidak memberikan visa masuk bagi skuad dan staf tim Iran.

”Saya benar-benar tidak peduli (jika Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026),” kata Trump dalam wawancara khusus kepada POLITICO, Selasa (3/3/2025), di Washington DC, AS. Wawancara itu dipublikasikan pada Selasa siang waktu AS atau Rabu (4/3/2026) dini hari WIB.

”Saya pikir Iran negara yang sudah kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga,” lanjut Trump.

TOPSHOT - This official White House photograph taken on March 1, 2026 and released on March 2, 2026 on the White House X account shows US President Donald Trump overseeing "Operation Epic Fury" activity against Iran from Mar-a-Lago in Palm Beach, Florida. US President Donald Trump warned that his attack on Iran could extend longer than a month, as the war spread on March 3 with Israel bombarding Lebanon and Tehran targeting US allies in the Gulf, including drones hitting the US embassy in Saudi Arabia. (Photo by Daniel TOROK / The White House / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / THE WHITE HOUSE / DANIEL TOROK" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Kompas mengirim surel kepada perwakilan media FIFA untuk menanggapi pernyataan Trump itu. Namun, hingga artikel ini tayang, belum ada balasan dari FIFA.

Pernyataan terkini dari FIFA mengenai situasi perang AS-Israel dengan Iran diucapkan oleh Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom di sela pertemuan tahunan Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Wales, akhir pekan lalu.

”Fokus kami adalah menghadirkan Piala Dunia yang aman untuk semua orang yang berpartisipasi,” ujar Grafstrom, dilansir BBC.

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino memiliki kedekatan erat dengan Trump. Ia hadir pula pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian bentukan Trump, 20 Februari lalu.

Infantino diserahkan dokumen komitmen Dewan Perdamaian untuk pembangunan 50 lapangan sepak bola, akademi FIFA, dan sebuah stadion berkapasitas 20.000 kursi di Gaza. Proyek sepak bola di Gaza itu berdurasi hingga 36 bulan sejak Februari 2026.

(L/R) FIFA President Gianni Infantino and Hungary's Prime Minister Viktor Orban attend the inaugural meeting of the "Board of Peace" hosted by US President Donald Trump at the US Institute of Peace in Washington, DC, on February 19, 2026. President Trump on Thursday gathers allies to inaugurate the "Board of Peace," his new institution focused on progress on Gaza but whose ambitions reach much further. Around two dozen world leaders or other senior officials have come to Washington for the meeting -- including several of Trump's authoritarian-leaning friends and virtually none of the European democrats that traditionally sign on to US initiatives. (Photo by SAUL LOEB / AFP)

Adapun Iran tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Salah satu duta Asia itu akan memulai persaingan pada 16 Juni pukul 08.00 WIB dengan menghadapi Selandia Baru.

Dua laga awal Iran di Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, AS. Laga pamungkas Iran di babak penyisihan bakal tercipta di Stadion Lumen Field, Seattle, AS.

Tidak hadir

Sinyal Iran ”disingkirkan” dari Piala Dunia 2026 sudah terlihat pula pada pertemuan FIFA dengan 42 negara peserta yang telah lolos ke babak utama Piala Dunia 2026 di Atlanta, AS, 2-4 Meret 2026.

Tidak ada perwakilan Iran dalam pertemuan itu. Padahal, pertemuan FIFA itu merupakan agenda resmi untuk para federasi peserta Piala Dunia 2026 demi memahami teknis turnamen, seperti fasilitas turnamen, organisasi laga, aturan komersial, keamanan, dan urusan kesehatan selama Piala Dunia 2026 berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko.

Pelaksanaan pertemuan itu digelar FIFA bersama Satuan Tugas Piala Dunia FIFA Gedung Putih AS. Kepada POLITICO, Direktur Satgas Piala Dunia 2026 Andrew Giuliani menyebut langkah Presiden Trump kepada Iran adalah upaya untuk melindungi dunia.

”Tindakan tegas Presiden Trump untuk melenyapkan Ayatollah (Ali Khamenei)—negara pendukung terorisme paling terkenal dalam hidup saya—menghilangkan destabilisasi utama dan akan melindungi orang-orang di seluruh dunia, termasuk warga AS dan jutaan orang yang berencana datang ke Piala Dunia 2026 di AS,” tutur Giuliani.

Pemain Iran Amirhossein Hosseinzadeh (tengah) merayakan golnya ke gawang Korea Utara pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Azadi Sports Complex, Teheran, 10 Juni 2025. Iran menang 3-0 pada laga itu dan akhirnya lolos ke Piala Dunia 2026.

Ketidakhadiran Iran pada pertemuan praturnamen Piala Dunia 2026 itu serupa dengan agenda undian babak penyisihan, Desember lalu, di Washington DC. Departemen Luar Negeri AS tidak menerima seluruh pengajuan visa dari enam perwakilan Iran untuk hadir pada agenda itu, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj.

Terkait persiapan timnya tampil di Piala Dunia 2026, Taj menyebut situasi tidak ideal menyelimuti Iran. Kompetisi sepak bola di Iran telah terhenti sejak 27 Februari lalu.

”Apa yang pasti setelah serangan ini, kami tidak bisa berharap untuk tampil di Piala Dunia. Kami menyerahkan segalanya kepada otoritas olahraga dunia,” kata Taj kepada media olahraga Iran, Varzesh3.

Di tengah situasi perang, satu-satunya tim sepak bola Iran yang masih aktif adalah tim putri mereka. Timnas putri Iran tengah berkompetisi di Piala Asia Putri 2026 yang digelar di Australia.

Sepak bola Iran yang tengah terhenti untuk sementara juga diserang kabar palsu tentang keputusan penyerang andalan timnas Iran, Mehdi Taremi, yang ingin memutus kontrak dengan tim Yunani, Olympiacos, demi pulang ke Iran. Federico Pastorello, agen Taremi, membantah kabar pemainnya akan meninggalkan Olympiacos dalam waktu dekat.

”Kabar tentang Mehdi Taremi tidak menunjukkan situasi yang sebenarnya. Pemain kami (Taremi) sepenuhnya fokus pada tugasnya di Athena dan pada karier profesional, komitmen, dan determinasinya untuk sepak bola,” ujar Pastorello, dilansir A Bola.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar