”Garuda Muda” pernah memiliki sejumlah catatan prestasi dalam kejuaraan sepak bola Piala Asia U-20. Mampukah prestasi tersebut terulang pada Piala Asia U-20 2025?
12 Feb 2025 10:01 WIB · Riset
Timnas Indonesia U-20 sudah berada di China. Para pemain timnas yunior ini akan tampil pada kejuaraan sepak bola Piala Asia U-20 yang akan diselenggarakan pada 12 Februari hingga 1 Maret 2025 di China. Timnas Indonesia berada di Grup C Piala Asia U-20 2025 bersama Uzbekistan, Iran, dan Yaman.
Tim ”Garuda Muda” akan bersaing dengan timnas terbaik Asia lainnya untuk memperebutkan tiket menuju Piala Dunia U-20. Indonesia dijadwalkan akan bertanding melawan Iran pada Kamis (13/2/2025).
Piala Asia U-20 adalah kejuaraan yunior yang diselenggarakan sebagai upaya regenerasi pemain sepak bola di benua Asia. Dahulu, kejuaraan ini juga dikenal dengan nama turnamen sepak bola yunior se-Asia atau Asia Youth Championship. Kejuaraan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali.
Kompetisi ini pertama kali diselenggarakan di Malaysia pada tahun 1959. Hingga Piala Asia U-20 2023, kompetisi untuk pemain muda di Asia ini telah diselenggarakan sebanyak 42 kali. Korea Selatan menjadi negara tersukses di turnamen ini dengan meraih 12 gelar juara dari seluruh keikutsertaan.
Indonesia memiliki catatan pengalaman dalam turnamen ini. Sejak kompetisi ini diselenggarakan pertama kali pada tahun 1959, Indonesia telah tampil sebanyak 19 kali. Indonesia bahkan pernah dua kali menjadi tuan rumah, yakni pada tahun 1990 dan tahun 2018.
Dari 19 kali keikutsertaan, tim ”Garuda Muda” memiliki catatan prestasi yang cukup membanggakan. Indonesia mampu mencapai partai final sebanyak tiga kali dan satu di antaranya berhasil dimenangkan Indonesia. Catatan prestasi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/30/bf10a74c-8b93-421d-bee6-dce9a7a65070_jpg.jpg)
Prestasi terbaik dicapai Indonesia pada 1961 di Thailand. Saat itu, Indonesia berhasil mencapai babak final untuk berhadapan dengan Burma atau yang kini dikenal sebagai Myanmar. Pertandingan berakhir dengan skor sama kuat 0-0.
Hingga babak perpanjangan waktu, kedua tim tetap bermain imbang. Indonesia dan Myanmar kemudian ditetapkan sebagai juara bersama karena pada saat itu belum ada ketentuan untuk melanjutkan pertandingan hingga babak adu penalti untuk menentukan pemenang.
Indonesia kembali berhasil mencapai partai final pada tahun 1967. Saat itu, tim ”Garuda Muda” kembali bertanding di Thailand yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Kejuaraan tahun 1967 ini terasa istimew, mengingat sejak 1962, Indonesia menarik diri dari Kejuaraan Yunior se-Asia.
Hal ini tidak dapat dilepaskan dari kebijakan politik luar negeri Indonesia. Konfrontasi dengan Malaysia berdampak pada keputusan Indonesia untuk tidak ikut serta dalam kejuaraan ini hingga tahun 1966. Menurut arsip harian Kompas, pada Januari 1967, Indonesia kembali memastikan diri untuk ikut serta dalam turnamen ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/24/4d036a7d-319f-478a-90d4-a720f0af45e3_jpg.jpg)
Pada kejuaraan tahun 1967, Indonesia berada satu grup bersama Vietnam Selatan, Hong Kong, dan Korea Selatan. Korea Selatan adalah salah satu tim favorit dalam gelaran kompetisi ini saat itu. Selain itu, kejuaraan tahun 1967 juga diikuti beberapa negara lain, seperti Burma, Singapura, Jepang, dan Sri Lanka. Negara-negara Timur Tengah belum ikut serta dalam turnamen ini.
Pada babak penyisihan grup, Indonesia berhasil memetik kemenangan saat berhadapan dengan Hong Kong dengan skor 4-2. Pada laga berikutnya, saat berhadapan dengan Korea Selatan, tim ”Garuda Muda” atau yang saat itu disebut sebagai PSSI yunior meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 3-0. Dua kemenangan tersebut membuat Indonesia memastikan diri maju ke babak perempat final. Laga terakhir pada babak penyisihan grup ditutup Indonesia dengan menahan imbang Vietnam Selatan.
Pada babak delapan besar, Indonesia tampil perkasa saat membungkam India dengan skor 6-2. Indonesia terus melaju hingga babak final setelah menekuk Singapura dengan tiga gol tanpa balas. Hanya saja, Indonesia kalah dari Israel pada babak final dengan skor 3-0. Indonesia harus puas menjadi runner-up Kejuaraan Yunior Asia 1967.
Catatan prestasi serupa kembali ditorehkan pada Kejuaraan Yunior Asia 1970 di Filipina. Indonesia yang tergabung dalam Grup D bersama Burma, Vietnam Selatan, dan Taiwan, tampil begitu meyakinkan pada babak penyisihan grup. Indonesia berhasil menang dengan skor masing-masing 1-0 pada setiap pertandingan. Hasil ini membawa Indonesia lolos ke babak perempat final dengan status sebagai juara grup.
Pada babak perempat final, Indonesia sukses membungkam Laos dengan skor 3-1. Indonesia kembali membuat kejutan dengan mengalahkan tim unggulan Korea Selatan dengan skor 1-0 pada babak semifinal. Pada partai puncak, tim PSSI yunior harus mengakui keunggulan Burma dengan skor 3-0. Dengan hasil ini, Indonesia kembali gagal menjadi juara kompetisi sepak bola yunior di Benua Asia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/05/285921e9-0140-4981-95b9-1a88b5ee7fd7_png.png)
Final Piala Asia U-20 1970 adalah partai puncak terakhir yang dicapai oleh tim Garuda muda dalam turnamen ini. Sejak saat itu hingga kini, Indonesia belum pernah mencatatkan prestasi hingga ke babak final seiring munculnya tim-tim kuat Asia lainnya dari Timur Tengah dan Asia Timur.
Prestasi terbaik Indonesia dalam ajang ini hanyalah lolos dari babak penyisihan grup dan bermain di babak perempat final. Dari 13 kali keikutsertaan sejak 1971, Indonesia empat kali lolos hingga ke babak perempat final, yakni pada tahun 1972 dan 1976 di Thailand, kejuaraan 1978 di Bangladesh, dan Piala Asia 2018 di Jakarta.
Langkah terakhir Indonesia pada babak perempat final adalah pada Piala Asia 2018. Indonesia kalah dari Jepang di hadapan sekitar 60.000 penonton yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Padahal, jika menang, Indonesia memastikan satu tiket dalam Piala Dunia U-20. Sebab, Piala Asia U-20 sekaligus menjadi babak kualifikasi Piala Dunia U-20. Mereka yang lolos ke babak semifinal Piala Asia U-20 otomatis mendapat tiket di Piala Dunia U-20 mewakili Asia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/29/4067cc86-7cdd-4b38-b361-0d4b9c753148_jpg.jpg)
Sementara pada sembilan turnamen lainnya, Indonesia harus terhenti pada babak penyisihan grup. Terakhir, pada tahun 2023, tim Garuda muda tidak dapat berbicara banyak di Uzbekistan.
Saat itu Indonesia berada di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Irak, dan Suriah. Tim asuhan Shin Tae-yong hanya finis pada peringkat ketiga Grup A setelah memetik hasil 1 kali kemenangan, 1 kali imbang, dan 1 kali kekalahan.
Kini, Indonesia akan kembali berlaga pada turnamen serupa di Piala Dunia U-20 2025. Pelatih Indra Sjafri akan mengandalkan para pemain yang telah memiliki banyak pengalaman di liga domestik ataupun luar negeri. Pada babak kualifikasi lalu, gawang Indonesia banyak dijaga Ikram Algiffari (Semen Padang FC) yang dilapisi dua bek tangguh, yakni Kadek Arel (Bali United) dan Iqbal Gwijangge (Barito Putra).
Dua bek lain berperan sebagai bek sayap atau wing back. Posisi ini biasanya dipercayakan kepada Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) dan Alfharezzi Buffon (Borneo FC) yang akan membantu serangan dari sisi kiri dan kanan. Di posisi gelandang ada Welber Jardim (Sao Paulo Junior) yang akan bahu-membahu dengan penyerang Jens Raven, pemain asal klub Divisi Dua Belanda, Dordrecht.
Semangat ”Garuda Muda” menjadi harapan prestasi pada Piala Asia U-20 2025. Jejak prestasi Indonesia dalam ajang ini juga menjadi bekal penambah semangat bagi tim Indonesia yunior.
Bekal semangat dan jejak prestasi ini semakin bertambah dengan performa pelatih Indra Sjafri yang baru saja membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 2024. Inilah modal Indonesia bersaing dari fase grup dan mencapai babak semifinal dan mengunci tiket impian Piala Dunia U-20. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Andreas Yoga PrasetyoEditor:
Budiawan Sidik AInfografik:
Gunawan KartapranataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari