Universitas Multimedia Nusantara membuka Prodi Magister Desain. Lulusannya diharapkan menjadi pekerja kreatif, praktisi, dan peneliti di bidang desain berkelanjutan.
10 Jul 2025 16:14 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
JAKARTA, KOMPAS — Universitas Multimedia Nusantara atau UMN membuka Program Studi Magister Desain. Prodi ini berfokus pada visi sustainability atau berkelanjutan sehingga lulusannya diharapkan dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip berkelanjutan untuk menjawab tantangan industri desain masa depan yang makin kompleks.
Rektor UMN Andrey Andoko mengatakan, kesadaran akan prinsip-prinsip berkelanjutan makin berkembang, termasuk di dunia industri. Prinsip ini amat penting diterapkan di berbagai bidang demi mendukung masa depan bumi yang lebih layak untuk ditinggali.
”Prodi Magister Desain ini berfokus pada visi berkelanjutan dengan memberikan perhatian khusus pada konsep sustainable ICT (information and communication technology) dan sustainable business design (desain bisnis berkelanjutan) dengan pendekatan interdisiplin,” ujarnya saat meluncurkan prodi itu, di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (10/7/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/10/ba8ef941a44e473d3f3f31860c82848d-PSX_20250710_151034.jpg)
Andrey menuturkan, pembukaan prodi yang berada di Fakultas Seni dan Desain itu merupakan respons UMN dalam memenuhi kebutuhan industri desain terkini. Sebab, industri masa depan akan makin menuntut inovasi, penerapan teknologi, artificial intelligence atau akal imitasi (AI), dan aspek berkelanjutan.
Oleh sebab itu, lulusan prodi tersebut diharapkan dapat menjadi pekerja kreatif, praktisi, dan peneliti dalam bidang desain berkelanjutan. Hal ini dinilai penting di tengah krisis iklim yang memicu banyak masalah, khususnya di bidang lingkungan.
”Bumi semakin tidak ramah dan tak layak ditinggali. Perubahan iklim kita rasakan di mana cuaca semakin tidak menentu. Visi berkelanjutan ini menjadi salah satu kontribusi UMN untuk planet Bumi kita agar semakin layak ditinggali,” jelasnya.
Andrey menuturkan, pihaknya telah menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam berbagai hal. Sebagai contoh, gedung UMN di Tangerang, Banten, menjadi salah satu gedung paling hemat energi di Asia Tenggara. Selain itu, pada 2024 UMN menempati peringkat ke-128 dalam nominasi universitas paling berkelanjutan di dunia.
Desain merupakan salah satu elemen penting bagi tumbuhnya industri kreatif. Oleh sebab itu, penyediaan SDM desain yang mumpuni sangat diperlukan untuk menjawab tantangan di industri tersebut.
”Harapan saya dengan adanya Prodi Magister Desain ini bisa menyiapkan mahasiswa untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam perancangan dan penerapan teknologi digital serta praktik bisnis dalam aspek lingkungan, budaya, sosial, dan ekonomi,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/10/5f21dea7ddbbbf910637435fecc3feab-PSX_20250710_151136.jpg)
Andrey menambahkan, perubahan yang sangat cepat dalam industri desain juga harus direspons dengan cepat. Masalah yang dihadapi kian kompleks sehingga kemampuan memecahkan masalah menjadi semakin penting.
”Oleh karena itu, di prodi ini kemampuan berpikir kreatif dan inovatif akan dikembangkan sehingga lulusannya bisa berkontribusi bagi kemajuan bangsa, terutama di bidang kreatif,” tuturnya.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Teddy Surianto mengatakan, desain merupakan salah satu elemen penting bagi tumbuhnya industri kreatif. Oleh sebab itu, penyediaan sumber daya manusia desain yang mumpuni sangat diperlukan untuk menjawab tantangan di industri tersebut.
”Apa yang dilakukan UMN adalah untuk melanjutkan misi Kompas Gramedia dalam mencerahkan masyarakat. Yayasan sebetulnya melanjutkan misi itu di bidang pendidikan,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/24/d84c3e98-3520-4c28-a98e-f224be4cc668_jpg.jpg)
Wakil Rektor 1 UMN Friska Natalia menyampaikan, pihaknya mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan kecerdasan buatan atau AI dan prinsip berkelanjutan. Pengembangan prodi diselaraskan dengan rencana pengembangan itu dan kebutuhan industri terkini. Perkuliahan prodi akan dimulai pada Agustus 2025.
”Prodi Magister Desain menawarkan pendekatan komprehensif dalam memfasilitasi desainer masa depan. Dengan mengintegrasikan teori desain terkini, praktik berkarya, teknologi digital, serta tim pengajar yang andal, prodi ini mempersiapkan lulusan yang mampu menghadirkan solusi desain yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak,” jelasnya.
Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital Dwi Santoso mengatakan, perkembangan di dunia industri sangat pesat. Manusia telah melewati banyak fase kemajuan teknologi, mulai dari era plastik, era mikrocip, hingga era AI.
”Saat ini kita mengenal teknologi generatif AI, salah satunya aplikasi ChatGPT. Teknologi ini mengumpulkan data dari internet dan diringkas untuk diberikan kepada manusia. Jadi, semua hal yang kita upload (unggah) ke media sosial itu masuk ke big data (mahadata) internet,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/10/988823718f3db104ce1a98e56df64cea-PSX_20250710_151207.jpg)
Akan tetapi, menurut Dwi, sentuhan dan perasaan manusia akan selalu dibutuhkan karena teknologi tidak bisa memberikan hal tersebut. Teknologi hanya membantu secara logika, data, skala, dan beberapa aspek lain. Namun, estetika dan perasaan hanya bisa didapatkan dari manusia.
Dekan Fakultas Seni dan Desain UMN Muhammad Cahya Mulya Daulay menyebutkan, penekanan visi berkelanjutan bukan hanya tren dan jargon, melainkan juga menjadi pola pikir strategis. Oleh sebab itu, rancangan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan sekadar solusi sesaat.
”Di sinilah peran desain menjadi krusial. Proses merancang merupakan ikhtiar untuk menciptakan solusi berkelanjutan, baik sebagai fondasi baru maupun sebagai upaya merestorasi obyek atau sistem yang telah ada agar memiliki usia guna dan nilai manfaat yang lebih panjang,” ujarnya.
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Retma Wati