Program Manis Diluncurkan, Swasembada Gula Diprediksi Tercapai Tahun 2027

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan meluncurkan program Manis, untuk mempercepat swasembada gula.

20 Nov 2024 19:58 WIB · ekonomi

Oleh Dahlia Irawati

LUMAJANG, KOMPAS — Swasembada pangan berupa gula konsumsi diprediksi akan tercapai pada tahun 2027. Target itu maju setahun dari perencanaan awal. Kunci keberhasilan swasembada pangan adalah kerja sama dan komitmen bersama semua pihak terkait, termasuk meluncurkan program Gerakan Menuju Swasembada Gula Indonesia (Manis).

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri peluncuran program Manis, Rabu (20/11/2024), di kebun tebu PG Jatiroto, Lumajang, Jawa Timur.

”Kalau seluruh tim tidak ada egosektoral, kita bisa swasembada pangan gula konsumsi dalam waktu 3 tahun (tahun 2027). Tidak 4 tahun seperti target. Pertanian ada Mentan yang bertanggung jawab pada produksi. Produksi bagus kalau pupuk tepat waktu. Pertanian juga bagus kalau irigasi bagus. Maka semua butuh kerja sama menuju swasembada pangan,” kata Zulkifli.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meluncurkan program Gerakan Menuju Swasembada Gula Indonesia (Manis), di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (20/11/2024).
gallery
gallery
gallery

Menurut politisi PAN itu, ada beberapa hal harus disiapkan menuju swasembada pangan. Pertama, bibit harus bagus. ”Makanya riset jangan berhenti. Jangan seperti padi di mana 10 tahun tidak ada padi unggul lagi,” katanya.

Kunci swasembada pangan berikutnya, menurut Zulkifli, adalah penggunaan teknologi, misalnya dalam pemberian pupuk, obat, atau menyiram tebu.

Terakhir, menurut Zulkifli, adalah menata kondisi pabrik. Pabrik tua tentu akan berbeda dengan kondisi pabrik yang sudah diremajakan.

”Semua itu kuncinya komitmen. Karena komitmen akan melahirkan integritas,” katanya.

Zulkifli mengatakan, produksi gula konsumsi tahun lalu sebesar 2,2 juta ton. Tahun 2024, produksinya naik menjadi 2,4 juta ton. ”Kita kurangnya (kekurangan produksi) gula konsumsi sekitar 800.000 ton. Kalau dipercepat dan dioptimalisasi, maka kebutuhan gula konsumsi kita bisa dipenuhi,” katanya.

Cara untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi tersebut, menurut Zulkifli, adalah dengan optimalisasi lahan yang ada. ”Ditambah nanti adanya penggunaan bibit unggul baru dan teknologi. Tujuannya agar produktivitas lahan meningkat. Jika produktivitas lahan naik, hasilnya baik, orang pun akan senang menanam tebu. Yang semula menanam tanaman lain pun akan pindah ke tebu,” katanya.

Selain mengoptimalkan lahan lama, Zulkifli mengatakan, pemerintah juga membuka lahan tebu baru di Merauke. Ada 16.000 lahan tebu baru dibuka di sana. ”Dengan itu semua, semoga sebelum tahun 2028 sudah bisa swasembada,” katanya.

Para perempuan pekerja di kebun tebu di Jatiroto, Lumajang. Foto diambil Rabu (20/11/2024).
Quote

Komitmen akan melahirkan integritas.

Menurut Zulkifli, ia tengah menyiapkan peraturan presiden untuk memangkas rantai pasok pupuk untuk petani rakyat. ”Soal pupuk akan dipangkas. Kami masih ajukan perpres, tunggu Presiden pulang. Semoga tahun 2025 sudah bisa jalan,” katanya.

Perpres dimaksud adalah pemangkasan rantai pasok pupuk bagi petani. Dengan adanya aturan itu, pemberian pupuk cukup dari SK Menteri, gabungan kelompok tani, dan petani. Dengan demikian tidak perlu menunggu SK dari bupati.

Program digitalisasi

Direktur Utama PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Mohammad Abdul Ghani,mengatakan bahwa skema pencapaian target tersebut berdasarkan analisis data produksi gula nasional 2,47 juta ton di tahun 2024. Sementara target produksi tahun depan PT SGN (Sinergi Gula Nasional) bisa meningkatkan produksi menjadi 150.000 ton.

”Artinya, tahun depan kita akan produksi gula konsumsi lebih dari 2,6 juta ton. Dan itu berarti kita telah memutus siklus tersebut sejak tahun 1931. Karena produksi gula tertinggi pada tahun 1930 adalah 2,9 juta ton," kata Ghani.

Anak muda terpilih sebagai agripreneur tebu. Program ini diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara guna mendorong kecintaan anak muda bertani tebu.

Ghani mengatakan, berbagai program telah dilakukan untuk mendukung swasembada gula. Di antaranya, penggunaan teknologi untuk perawatan tanaman tebu, aplikasi platform ETERA yang menghubungkan petani dengan perbankan, saprodi penyediaan pupuk melalui program Makmur, irigasi yang baik, serta penggunaan benih tebu varietas baru yang diharapkan dapat meningkatkan produksi gula.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi mengatakan, sinergi menuju swasembada gula konsumsi itu di antaranya dengan menjalankan program Makmur di mana ada 17 mobil keliling yang akan bisa menganalisa tanah. Dari sana, akan diketahui berapa dosis tepat pupuk di berbagai lahan yang berbeda. Ada 17 unit mobil disiapkan oleh PT Petrokimia Gresik. PT SGN merupakan anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).

”Program Manis yang diluncurkan kali ini guna memastikan program digitalisasi, entrepreneur, KUR khusus Rp 500 juta yang bisa dipinjam lagi oleh petani meski sudah pernah meminjam dengan nominal sama (selama ini tidak bisa pinjam lagi), dan lainnya,” kata Mahmudi.

Para pekerja sedang beristirahat di lahan tebu di Jatiroto, Lumajang, Rabu (20/11/2024).

”Luas lahan SGN saat ini 180.000 hektar (ha). Pada 2028 direncanakan mencapai 227.000 ha. Untuk PT SGN, kami akan mengoptimasi areal-areal yang bero di areal HGU PTPN. Kami juga menguji coba varietas tebu baru di Merauke sejak 2023.Semoga 10 varietas itu cocok semua. Riset sudah kami lakukan sejak Desember 2023 dan, menurut rencana, akan berjalan hingga 2 tahun di sana,” kata Mahmudi.

Masih dalam acara yang sama, sebanyak 10 peserta terpilih agripreneur tebu dikukuhkan. Peserta terpilih akan mengelola mini estate dengan luasan kebun tebu 50 hingga 100 hektar. Program ini diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara yang bergerak di bidang komoditas gula. Kegiatan itu didukung Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program Inkubator Agripreneur Tebu ini menjadi terobosan dalam memberi ruang bagi generasi muda untuk menjadi pionir dalam revolusi pertanian modern.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dahlia Irawati
 | 

Editor:

Maria Susy Berindra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase