Indonesia butuh talenta muda yang mumpuni, terutama bidang STEM. Sekolah Unggul SMA disiapkan di berbagai daerah.
04 Nov 2024 15:34 WIB · Nasional
Oleh Ester Lince Napitupulu - [email protected]
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/04/01/f1ff9dda-2f7d-443d-9c52-af66769e4a55_jpg.jpg)
JAKARTA, KOMPAS — Sekolah unggul di jenjang SMA yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto bakal direalisasikan. Program Sekolah Unggul ini dirancang menjadi rumah bagi peserta didik yang memiliki keahlian baik bidang akademik ataupun non-akademik dan para murid tersebut wajib mendapatkan pembinaan melalui afirmasi dari pemerintah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat membuka diskusi terpumpun Program Sekolah Unggul yang digelar Direktorat Sekolah Menengah Atas, di Jakarta, Senin (4/11/2024), mengatakan Program Sekolah Unggul sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kabinet Merah Putih. Dengan demikian, Program Sekolah Unggul menjadi perhatian khusus yang akan dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
”Program Sekolah Unggul merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pada awalnya, program ini dicanangkan untuk membangun empat sekolah unggul, tetapi Kemendikdasmen menganalisis dan memahami untuk menambah jumlah sekolah tersebut. Dengan cita-cita menjadikan pendidikan di Tanah Air mendapatkan pengakuan dan prestasi internasional,” ujar Mu’ti.
Program Sekolah Unggul, lanjut Mu’ti, sejalan dengan tolok ukur negara kuat dan hebat. ”Keunggulan dalam bidang pendidikan menjadi hal penting bagaimana negara dapat diukur sebagai negara kuat dan hebat. Program Sekolah Unggul menjadi salah satu cara dalam mencapai hal tersebut,” kata Mu’ti.
Menurut Mu’ti, diskusi terpumpun tentang program Sekolah Unggul menjadi ikhtiar bersama untuk menciptakan dan memberikan pelayanan pendidikan yang baik. Peserta yang hadir dalam diskusi ini telah dipetakan dari latar belakang yang berbeda, mulai dari prestasi akademik ataupun nonakademik.
Lewat forum diskusi ini dibahas berbagai faktor pendorong membentuk murid unggulan, tantangan manajemen talenta peserta didik, dan program yang menjadi ciri khas dari sekolah unggulan.
Presiden ingin Indonesia mempunyai generasi emas berkualitas.
Mu’ti menegaskan, Program Sekolah Unggul harus menjadi rumah bagi peserta didik yang memiliki keahlian, baik bidang akademik maupun nonakademik. Para murid tersebut wajib mendapatkan pembinaan melalui afirmasi dari pemerintah.
”Semoga diskusi ini dapat melahirkan model-model sekolah yang beragam, dengan mempertimbangkan aspek pelayan pendidikan dan aspek berkelanjutan untuk pendidikan tinggi,” ujar Mu’ti.
Secara terpisah, dalam wawancara dengan Kompas, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknology Satrio Soemanti Brodjonegoro mengatakan Kemdiktisaintek juga akan terlibat membantu program Sekolah Unggulan SMA. Sekolah ini nantinya berasrama dan berbeasiswa untuk menghasilkan lulusan yang dapat diterima di perguruan tinggi (PT) top 100 dunia.
”Presiden ingin Indonesia mempunyai generasi emas berkualitas. Itu akan bisa kita wujudkan, salah satunya jika kita punya pendidikan sekolah khusus untuk anak-anak yang outlier atau di atas rata-rata,” kata Satryo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/09/30/20210930-H25-LHR-Perguruan-tinggi-mumed_1633019988_png.png)
Satryo, mengatakan sekolah unggulan SMA ini terutama untuk mendukung munculnya talenta terbaik di bidang sains, teknologi, engineering/teknik, dan matematika (STEM) (yang dibutuhkan bangsa. Dalam lima tahun ke depan, disiapkan sekitar 40 SMA unggulan yang tersebar di semua daerah, dengan memanfaatkan SMA yang ada maupun membangun SMA Unggulan yang baru.
SMA Unggulan yang digagas Kabinet Merah Putih terbuka bagi semua siswa berprestasi di berbagai daerah. Meskipun di Papua, misalnya, siswa berasal dari beragam daerah.
”Kalau secara otonomi daerah, kan, pendidikan SMA ditangani provinsi. Karena ini terbuka untuk siswa dari berbagai daerah yang memenuhi syarat, pemerintah pusat akan berperan,” kata Satryo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/01/15/b887cd8c-f0dd-49f3-b1c7-fa0dc04082d2.jpg)
Satryo mengatakan pembentukan SMA unggulan ini juga masih akan dibahas bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, terutama soal guru. Kolaborasi Kemendikdasmen dan Kemdiktisaintek juga dilakukan. Sebab, SMA unggulan ini pun nanti didesain sebagai pre-university atau persiapan menuju universitas.
Direktur Eksekutif Barisan Pengkaji Pendidikan Ditta Puti Sarasvati mengatakan pemerintah boleh saja membangun sekolah unggulan, tetapi seharusnya tidak menjadi isu prioritas. “Sebenarnya isu yang lebih mendasar adalah bagaimana agar semua anak terakses pendidikan bermutu. Di konteks Indonesia kan mayoritas siswa tidak mendapat akses ke pendidikan bermutu,” kata Puti.
Penulis:
Ester Lince NapitupuluEditor:
Ichwan Susanto