Propam Polri Periksa 18 Polisi Terkait Dugaan Pemerasan di DWP 2024

Sebanyak 18 polisi yang diamankan dan diperiksa terkait dugaan pemerasan di DWP 2024 dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran.

21 Des 2024 09:32 WIB · Politik & Hukum

Oleh Norbertus Arya Dwiangga Martiar

JAKARTA, KOMPAS — Mabes Polri melalui Divisi Profesi dan Pengamanan Polri merespons dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap warga negara Malaysia saat menonton konser Djakarta Warehouse Project atau DWP di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Sebanyak 18 oknum polisi yang diduga terlibat kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

”Informasi adanya keluhan dari penonton asal warga negara Malaysia terkait perlakuan yang tidak mengenakkan dengan dugaan pemerasan oleh oknum polisi, Mabes Polri telah menindaklanjuti melalui Divisi Propam Polri dengan mengamankan terduga oknum yang bertugas pada saat itu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko, melalui keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (21/12/2024).

Sebanyak 18 terduga oknum polisi yang tengah diperiksa lebih lanjut oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri itu terdiri atas personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 02-11-2024

Trunoyudo menegaskan, Polri tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dilakukan oleh setiap anggota Polri. Hal ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam menegakkan hukum untuk meningkatkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terhadap masyarakat.

Ia juga menekankan kepercayaan publik adalah prioritas Polri dan Polri berkomitmen untuk memulihkan kepercayaan itu melalui tindakan nyata.

”Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi. Investigasi pun telah kami lakukan secara profesional, transparan dan tuntas,” ujarnya.

Suasana panggung Timmy Trumpet, disjoki asal Australia, pada perhelatan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Jakarta, Senin (16/12/2024) dini hari. DWP 2024 digelar selama 13-15 Desember 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ada lebih dari 50 disjoki penampil dari dalam dan luar negeri, antara lain Jerman, Australia, Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, dan Portugal.

Penyelenggaraan festival musik elektronik DWP 2024 digelar selama tiga hari pada 13-15 Desember 2024. DWP dikenal sebagai salah satu festival musik elektronik terbesar di Asia Tenggara dan telah diselenggarakan secara berkala sejak 2008. Pada gelaran DWP tahun ini, tampil sejumlah disjoki tersohor, seperti Timmy Trumpet, Anyma, dan Steve Aoki.

Penyelenggaraan DWP 2024 itu berjalan lancar hingga akhir. Namun, seusai acara, penonton DWP ramai-ramai melaporkan adanya dugaan pemerasan oleh polisi di platform X ataupun Instagram.

Akun @Twt_Rave, misalnya, mengunggah adanya 400 warga Malaysia yang dipaksa membayar uang dengan total RM 9 juta atau sekitar Rp 32,6 miliar. Tak hanya itu, ia menyebutkan ada penonton asal Singapura dan Thailand yang menjadi korbannya.

Unggahan dugaan pemerasan oleh polisi di acara DWP 2024.

Oknum polisi itu memaksa untuk tes urine kepada penonton di tengah pergelaran DWP guna mengecek apakah penonton tersebut menggunakan narkoba atau tidak. Kemudian, pengunjung tetap dipaksa untuk membayar suap meski hasil tes narkoba negatif.

Setelah beredar informasi tersebut, Ismaya Live sebagai penyelenggara mengeluarkan pernyataan resmi melalui Instagram @djakartawarehouseproject. Penyelenggara menyampaikan sudah mendengar kekhawatiran sejumlah penonton selama menyaksikan DWP 2024.

Pernyataan Ismaya Live sebagai penyelenggara DWP 2024 setelah laporan dugaan pemerasan oleh polisi pada penonton DWP.

Disebutkan pula bahwa, meskipun beberapa aspek dari situasi itu berada di luar kendali langsung penyelenggara, mereka sepenuhnya memahami dampaknya terhadap penonton. Keselamatan penonton ditekankan tetap menjadi prioritas utama penyelenggara.

Berangkat dari hal itu, penyelenggara memastikan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dan lembaga pemerintah terkait untuk menyelidiki laporan itu dan mereka akan berusaha untuk mencegah insiden serupa agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Aa


Kerabat Kerja

Penulis:

Norbertus Arya Dwiangga Martiar
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra