Proses Hukum Tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 Dilimpahkan ke Mabes Polri

Polda Kalsel telah memeriksa para pihak yang berkaitan dengan peristiwa tenggelamnya KMP Virgo, yakni nakhoda, ABK yang selamat, dan pihak terkait lainnya.

28 Sep 2026 16:44 WIB · Politik & Hukum

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Oleh Norbertus Arya Dwiangga Martiar

JAKARTA, KOMPAS — Perkara dugaan pidana dalam peristiwa tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 telah dilimpahkan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan ke Mabes Polri. Hingga saat ini, kepolisian telah mendalami peristiwa itu dengan memeriksa beberapa pihak, termasuk nakhoda dan anak buah kapal atau ABK yang selamat.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026), menyampaikan, perkara tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026 kini telah dilimpahkan oleh Polda Kalsel kepada Mabes Polri. Di Mabes Polri, perkara itu ditangani oleh Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri. 

”Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujar Johnny.

Pelimpahan merupakan kelanjutan dari proses penanganan perkara yang sejak awal telah dilakukan secara terpadu bersama pemangku kepentingan terkait. Polri sejak awal turut memberikan asistensi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi, identifikasi korban, hingga proses penegakan hukum.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir

Menurut Johnny, sebelum pelimpahan, Polda Kalsel telah memeriksa para pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, yakni terhadap nakhoda, ABK yang selamat, dan pihak terkait lainnya. Ia pun memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional. Setelah dilimpahkan, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri akan mendalami fakta dan alat bukti terkait kecelakaan KMP Virgo Transport 8.

”Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Johnny.

Hingga hari ini, kata Johnny, tim SAR gabungan telah menemukan 174 orang dari total 243 orang dalam manifes. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, 66 orang meninggal, dan 69 orang masih dalam pencarian.

Untuk pencarian dan penanganan korban, Polri menerjunkan unsur kapal dan udara serta Tim Disaster Victim Identification (DVI). Tim DVI bertugas untuk mengidentifikasi terhadap korban meninggal dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem korban.

Infografik-KM Virgo Transport 8

Johnny mengatakan, penanganan terhadap korban dan keluarga menjadi atensi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Operasi SAR gabungan saat ini masih melakukan penyisiran dan pencarian di sejumlah wilayah perairan serta pesisir yang menjadi area operasi.

Selain melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8, pencarian korban juga dilakukan di dalam bangkai KMP Virgo yang terbalik di perairan Laut Jawa. Upaya penyelaman dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas Special Group dan TNI AL. Untuk bisa mengevakuasi korban, mereka memanfaatkan jeda arus teduh. Kondisi jeda arus biasanya tidak berlangsung lama. Setelah jeda itu, arus bawah laut kembali menguat.

Menurut Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana, pencarian korban dilakukan di bagian dalam kapal, termasuk ruang kendaraan dan bagian bawah kapal, sangat berisiko bagi para penyelam. Oleh karena itu, sejauh ini, pencarian baru dilakukan di bagian luar kapal dengan memecahkan kaca, termasuk kaca-kaca kamar.

Karena mengutamakan keselamatan tim, petugas tidak direkomendasikan melakukan pencarian di area bagian bawah kapal. Sebab, pencarian di area itu memiliki risiko tinggi dan fatal bagi penyelam.

Persiapan Helikopter SAR HR-3601 berangkat dari Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, untuk mendukung Operasi SAR terhadap KM Virgo Transport 8 yang kecelakaan di Laut Jawa dekat Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).

Sementara itu, investigasi Harian Kompas mengungkap KMP Virgo Transport 8 awalnya dirancang untuk pelayaran perairan dekat pantai di Jepang. Penggunaan KMP Virgo untuk mengarungi laut terbuka di rute Surabaya-Banjarmasin diduga menambah risiko kecelakaan.

Pelacakan Kompas lewat citra satelit di Google Earth Pro dan Sentinel-2 L2A menemukan, KMP Virgo sandar di dermaga galangan kapal KTU Shipyard, Batam, hingga awal 2026. Saat KMP Virgo mulai beroperasi di rute Surabaya-Banjarmasin Juli 2026 tampak ada modifikasi penambahan dua pintu rampa yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan kendaraan di bagian kanan kapal.

Modifikasi KMP Virgo diduga tak hanya meliputi penambahan pintu rampa, tetapi bisa jadi ada modifikasi lain yang berdampak mengubah titik berat kapal. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Norbertus Arya Dwiangga Martiar
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati