Protes Penjegalan Politik, Turki Membara

Unjuk rasa ribuan mahasiswa dan warga di berbagai kota di Turki menentang penangkapan "saingan" Erdogan yang dinilai bermuatan politis.

22 Mar 2025 11:15 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

”Tayyip, mundur!”. Teriakan ini bergema dalam protes ribuan demonstran yang sebagian besar mahasiswa, Jumat (21/03/2025) di Istanbul, Turki. Di tengah larangan pemerintah untuk unjuk rasa di jalanan. 

Gejolak ini berawal dari penahanan Wali Kota Istambul Ekrem Imamoglu atas tuduhan korupsi dan terorisme pada Rabu (19/03/2025). Imamoglu adalah calon presiden dari partai oposisi sekaligus saingan utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia digadang-gadang akan bisa mengalahkan  Erdogan yang telah berkuasa selama 22 tahun dalam pemilu mendatang. 

Mahasiswa universitas di Istanbul, Turki, Jumat (21/3/2025), mereka memprotes penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu.
Seorang polisi menggunakan senapan anti huru hara untuk membubarkan pengunjukrasa yang memprotes penangkapan Walikota Istanbul Ekrem Imamoglu di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.
Pengunjukrasa dengan bendera Turki di punggungnya berdiri di depan petugas polisi anti huru hara dalam rapat umum menentang penangkapan Walikota Istanbul Ekrem Imamoglu, di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.
Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.
Seorang pria memegang bendera Turki saatbterjadi bentrok dengan polisi di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.
Petugas polisi menggunakan semprotan merica saat terjadi bentrokan dengan pengunjukrasa di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.

Wali kota Ekrem Imamoglu ditangkap setelah penggerebekan dini hari di kediamannya  memicu protes di Istanbul dan tempat lain. Penangkapan menjelang pencalonan Imamoglu sebagi calon presiden ini dicurigai sebagi penjegalan terhadap lawan politik Erdogan.

Selain menerapkan larangan untuk berunjuk rasa, Pemerintah Turki juga menahan 37 orang dengan tuduhan provokasi di media sosial. 

Petugas polisi menggunakan semprotan merica saat terjadi bentrokan dengan pengunjukrasa di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.

Unjuk Rasa di berbagai kota

Protes penangkapan Imamoglu segera meletus di sejumlah kota di Turki pada Jumat,  meskipun pemimpin Erdogan memperingatkan dengan keras bahwa protes jalanan tidak akan ditoleransi.Massa bergerak ke Alun-alun Taksim, lokasi ikonik demo di Turki.

Alun-alun itu dipasangi barikade sejak Imamoglu ditangkap pada Rabu (19/3) pagi. Polisi menggunakan semprotan merica, gas air mata, dan peluru karet untuk memukul mundur ratusan pengunjuk rasa yang mencoba menerobos barikade di Istambul. Tindakan ini dibalas dengan lemparan batu dan lemparan flare serta petasan.

Suasana saat pengunjuk rasa bentrok dengan polisi antihuru hara Turki yang menggunakan gas air mata dan meriam air di Ankara, Jumat (21/3/2025).
Polisi menembakkan merian air saat menghadapi pengunjukrasa di di Ankara pada 21 Maret 2025.
Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara Turki saat berunjukrasa menentang penangkapan walikota Istanbul, di Ankara pada 21 Maret 2025.
Seorang pengunjuk rasa memegang suar yang terbakar selama bentrokan dengan polisi anti huru hara di dekat balai kota Istanbul, pada 21 Maret 2025.
Seorang pria memegang bendera Turki saatbterjadi bentrok dengan polisi di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.
Seorang petugas polisi menendang suar yang dilemparkan oleh para pengunjuk rasa saat bentrokan dalam aksi unjuk rasa menentang penangkapan Walikota Istanbul Ekrem Imamoglu, di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025.

Polisi juga membubarkan demonstrasi di Ankara, serta di kota-kota lain. Puluhan orang ditangkap dalam aksi ini. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari