PSG Dinanti Jadwal Terberat, Liverpool Sambut Sang Mantan

Fase grup Liga Champions menghadirkan banyak hal menarik, mulai dari juara bertahan PSG yang dinanti jadwal terberat hingga potensi kembalinya Alexander-Arnold.

29 Agt 2025 05:42 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MONACO, KAMIS — Status juara bertahan dan posisi pot satu ternyata sama sekali tidak menguntungkan untuk Paris Saint-Germain di Liga Champions musim ini. Alih-alih bisa sedikit bersantai di babak grup, tim asuhan Pelatih Luis Enrique itu justru sudah dinanti jadwal terberat.

Undian babak grup Liga Champions digelar di Grimaldi Forum, Monako, Kamis (28/8/2025) malam WIB. PSG terwakili dengan keterlibatan sang mantan pemain Zlatan Ibrahimovic yang bertugas mengambil bola di dalam pot. Namun, mereka tetap tidak beruntung.

Lawan tersulit PSG adalah Barcelona dan Bayern Muenchen, dua tim yang menggabungkan 11 titel juara. Dari pot dua, tim kuda hitam Atalanta dan Bayer Leverkusen siap menjegal. Sialnya, mereka harus bertemu dengan dua wakil Inggris dari pot tiga (Tottenham Hotspur) dan pot empat (Newcastle United).

Sebanyak tujuh dari delapan lawan tim raksasa Perancis itu berasal dari lima liga terbaik Eropa. Dibandingkan peserta lain dari pot satu, PSG merupakan tim yang paling sedikit mendapatkan lawan di luar liga-liga terbaik (1). Satu-satunya tim itu adalah Sporting CP, juara bertahan Liga Portugal.

Kualitas Ousmane Dembele dan rekan-rekan pun kembali diuji sejak awal. Musim lalu, mereka juga mengalami jadwal yang berat sejak babak grup. PSG harus menghadapi Bayern, serta tim-tim besar Inggris Arsenal dan Manchester City. Itu membuat mereka kesulitan dan finis di peringkat ke-15.

Namun, PSG mampu memanfaatkan perjalanan fase grup sebagai tempat bertumbuh. Mereka terus berkembang sampai tidak terbendung lagi di babak gugur. ”(Liga Champions) Selalu sulit. Kami harus melupakan musim lalu dan berpikir soal musim ini,” kata Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi.

AC Milan's Swedish senior advisor Zlatan Ibrahimovic (R) shares a laugh with former Brazilian football player Kaka (C) ahead of the draw ceremony for the group stage of the 2025-2026 UEFA Champions League football tournament, at the Grimaldi Forum in Monaco on August 28, 2025. (Photo by Frederic DIDES / AFP)

Menariknya, menurut superkomputer Opta, PSG hanya menempati peringkat kedua dalam daftar tim dengan jadwal tersulit. Berdasarkan perhitungan rating tim Opta, lawan mereka memiliki nilai rerata 92,7. Nilai itu sedikit lebih rendah dibandingkan Bayern (92,9).

Bayern memang bertemu lima tim dari luar lima liga terbaik, antara lain dua wakil Belgia, Club Brugee dan Union Saint-Gilloise. Namun, mereka harus menghadapi Chelsea dan PSG (pot satu) dan Arsenal (pot dua). Lawan Bayern di pot dua dinilai lebih berat karena bertandang ke markas Arsenal.

Pertemuan Real Madrid dengan Liverpool juga menjadi sorotan. Duel klasik itu akan tersaji di markas Liverpool, Stadion Anfield. Artinya, bek Madrid, Trent Alexander-Arnold, akan menghadapi mantan timnya untuk pertama kali setelah hengkang pada musim panas ini.

Adapun kepergian Alexander-Arnold dikecam oleh banyak penggemar ”Si Merah”. Selain berstatus warga asli Liverpool, dia juga dinilai sengaja menghabiskan kontrak untuk pindah secara gratis. ”Saya yakin, itu akan menjadi jadwal yang dinanti seisi dunia,” kata Pelatih Liverpool Arne Slot.

Tidak hanya itu, Madrid juga akan datang dengan pelatih baru Xabi Alonso yang merupakan mantan pemain kebanggaan Liverpool. Alonso pasti mendapat sambutan hangat, tetapi tidak lama. Sebab, Madrid merupakan salah satu musuh paling dibenci Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.

Madrid dan Liverpool sudah bertemu tiga kali di fase gugur sejak 2021. Seluruh pertemuan itu dimenangkan oleh Madrid, termasuk dalam partai puncak pada Mei 2022. Liverpool bisa membalas dengan kemenangan 2-0 dalam pertemuan terakhir, November 2024, tetapi hanya di babak grup.

Penyerang Liverpool Mohamed Salah menerima medali perak usai laga melawan Real Madrid dalam dalam laga final Liga Champions di Stadion Stade de France, Paris, Perancis, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB. Misi Mohamed Salah untuk mempersembahkan gelar ketujuh Liga Champions untuk The Reds gagal setelah usahanya mencetak gol berkali-kali digagalkan kiper Real Madrid Thibaut Courtois.

Dari tim-tim besar, salah satu yang mendapatkan jadwal paling ringan adalah Arsenal. Semifinalis musim lalu itu nyaris hanya perlu mewaspadai Bayern, Inter Milan, dan Atletico Madrid. Lima lawan lainnya masih di bawah level ”Si Meriam”, seperti tim debutan asal Kazakhstan, Kairat Almaty.

Inter menjadi tantangan tersulit untuk Arsenal. Tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu akan bertandang ke Stadion San Siro, Milan. Terakhir kali berkunjung dalam duel di babak grup musim lalu, Arsenal pulang dengan kekalahan 0-1. Itu merupakan kekalahan satu-satunya mereka di fase grup.

Selain Arsenal, Presiden Inter Giuseppe Marotta juga mengantisipasi Liverpool. ”Liverpool dan Arsenal di San Siro? Sebagai penggemar sepak bola, tentu saja menarik. Tingkat kesulitannya sangat tetinggi, tetapi kami bisa bersaing, terutama dengan bantuan para pendukung,” ujarnya.

Inter, finalis musim lalu, akan mengarungi petualangan baru bersama Pelatih Cristian Chivu. Mereka tidak lagi bersama Pelatih Simone Inzaghi yang berhasil mengantar ”Si Ular Besar” lolos dua kali ke partai puncak dalam tiga musim terakhir.

Untuk kedua kalinya, Liga Champions akan menerapkan model turnamen ”Swiss”. Sebanyak 36 tim langsung bertarung dalam format liga sejak babak grup. Setiap tim memainkan delapan laga. Tim peringkat 1-8 berhak lolos langsung ke 16 besar. Tim peringkat 9-24 akan bersaing di babak playoff.

Bedanya pada musim ini, posisi finis tim di babak grup akan memengaruhi keuntungan kandang selama fase gugur. Tim dengan peringkat lebih tinggi berhak untuk menjadi tuan rumah di laga kedua fase gugur. Adapun babak grup akan berlangsung sejak 16 September 2025 sampai 28 Januari 2026. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan