PSM Makassar tersisih di semifinal Kejuaraan Klub ASEAN. Belum ada klub Indonesia menembus final kompetisi antarklub internasional.
30 Apr 2025 22:09 WIB · Olahraga
HANOI, RABU — Ketika satu per satu klub Asia Tenggara menciptakan capaian manis di kompetisi antarklub internasional, duta Liga Indonesia masih gagal bersaing untuk mengemas prestasi prestasi terbaik. Terkini, PSM Makassar tersingkir di babak semifinal Kejuaraan Klub ASEAN 2024-2025 dari wakil Vietnam, Cong An Ha Noi (CAHN).
Pada laga kedua semifinal di markas CAHN, Stadion Hang Day, Rabu (30/4/2025) malam, tim berjuluk ”Juku Eja” tumbang 0-2. Gol dari dua bek CAHN, yakni Hugo Gomes (menit ke-48) dan Bui Hoang Viet Anh (menit ke-60), memastikan timnya menembus partai puncak berkat kemenangan agregat 2-1.
Kegagalan PSM mempertahankan keunggulan agregat pada gim pertama di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, 2 April lalu, memastikan tidak ada wakil Indonesia pada laga perebutan gelar juara kompetisi internasional. Sebelumnya, Madura United juga kalah agregat 3-6 dari tim Kamboja, Svay Rieng, pada semifinal Liga Challenge Asia 2024-2025.
Selain Madura dan PSM, juara Liga 1 Indonesia 2023-2024, Persib Bandung, tidak berdaya pada babak penyisihan Liga Champions Asia Dua. Persib tersisih pada babak awal dengan menghuni peringkat keempat. ”Maung Bandung” kalah bersaing dengan Lion City Sailors (Singapura), Port FC (Thailand), dan Zhejiang (China).
Sementara itu, empat liga ASEAN mengirimkan timnya ke partai puncak kompetisi internasional. Singapura diwakili Lion City Sailors tampil di final Liga Champions Asia Dua, lalu Svay Rieng menegaskan kualitas meningkat Liga Kamboja.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/30/412189f3-0d2a-49dc-91d7-ad4da8a9d7be_jpeg.jpeg)
CAHN merepresentasikan klub Vietnam untuk menghadapi salah satu tim Liga Thailand, Buriram atau BG Pathum. Laga kedua derbi Thailand itu akan tersaji, 7 Mei mendatang. Pada gim pertama, Buriram menaklukkan BG Pathum 3-1.
Untuk tiga edisi, Indonesia kembali gagal mengirimkan wakil ke babak final. PSM mengikuti jejak Petrokimia Putra Gresik yang bisa bertarung hinga fase semifinal. Catatan Petrokimia itu tercipta pada musim pertama Kejuaraan Klub ASEAN pada 2003.
Situasi itu mengonfirmasi peringkat Liga 1 Indonesia yang menduduki peringkat ke-25 ranking kompetisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Untuk di kawasan ASEAN, Liga 1 Indonesia berada di posisi keenam. Indonesia kalah dari kompetisi Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Kamboja.
Kepastian melaju ke final membuat CAHN mencatatkan 100 persen kemenangan pada laga kandang di Kejuaraan ASEAN musim ini. Buriram, Lion City, serta duo Indonesia, Borneo FC dan PSM, pulang dengan tangan hampa dari Hanoi.
Ambisi CAHN untuk menjaga rentetan hasil positif di kandang itu sudah terlihat dari atensi menyerang mereka sejak sepak mula. Menurunkan formasi awal 3-4-3, anak asuhan Alexandre Polking sudah mengancam gawang PSM ketika laga baru berjalan lima menit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/30/78ad0dd2-f38b-47ce-b319-f065c48e938b_jpeg.jpeg)
Gelandang serang CAHN, Alan Grafite, menjadi pemain pertama yang menguji kiper PSM, Reza Arya Pratama. Performa Reza kembali patut diapresiasi berkat penyelamatan ganda di menit ke-19.
Ia menepis sepakan gelandang dan kapten CAHN, Nguyen Quang Hai, kemudian menangkan tembakan Vitao yang memanfaatkan bola pantulan. Dalam 10 menit awal, CAHN amat dominan menguasai bola dengan catatan 93 persen penguasaan si kulit bundar.
PSM baru bisa memberikan ancaman ke gawang CAHN pada menit ke-43. Gelandang asing asal Jepang, Daisuke Sakai, melepaskan tembakan jarak jauh yang bisa diblok Gomes.
Meskipun mampu menahan gempuran CAHN pada babak pertama hingga tim tuan rumah terbawa permainan lambat PSM, Yuran Fernandes dan kawan-kawan gagal mempertahankan pertahanan kokoh. Hasilnya, PSM kemasukan dua gol melalui skema sepak pojok pada babak kedua.
Gomes dan Bui Hoang memanfaatkan dengan maksimal kelengahan pemain-pemain PSM melakukan duel bola kedua. Situasi itu membuka kesempatan kepada pemain CAHN untuk melepaskan tembakan terukur yang tidak bisa dihalau Reza.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/30/ff63add7-4bd4-4ff0-92df-6bc5d3109b4f_jpeg.jpeg)
PSM baru keluar menyerang setelah tertinggal dua gol. Penguasaan bola PSM yang hanya 25 persen pada babak pertama melonjak sedikit menjadi 34 persen seusai peluit akhir paruh kedua laga.
Skuad Juku Eja juga mengkreasi tiga peluang tambahan, yang salah satunya tepat sasaran. Sundulan penyerang sayap pengganti, Abdul Rahman, di menit ke-71 bisa ditepis ke atas mistar oleh kiper naturalisasi timnas Vietnam, Filip Nguyen.
Secara permainan, PSM memang lebih inferior dibandingkan CAHN. Ketika Juku Eja hanya hasilkan empat tembakan, CAHN mengkreasikan 24 tembakan yang delapan tembakan di antaranya tepat sasaran.
Di sisi lain, pemain-pemain PSM juga melakukan kesalahan mendasar lain ketika hendak bermain lebih menyerang. Tak hanya akurasi operan yang amat minim dengan 62 persen—berbanding 82 persen akurasi CAHN—strategi lemparan jarak jauh PSM juga tidak berjalan lancar.
Daffa Salman dan M Mufli adalah pemain yang gagal menjalankan lemparan ke dalam jauh menuju kotak penalti CAHN. Pasalnya, kaki mereka masuk ke dalam bagian dalam permainan ketika melempar bola.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul