Shin Tae-yong berpotensi tidak lagi memimpin timnas Indonesia pada 2025. Meski undang kontroversi, pergantian pelatih tim ”Garuda” telah dipertimbangkan matang.
06 Jan 2025 00:12 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Sinyal pergantian kursi pelatih tim nasional Indonesia dari Shin Tae-yong semakin menguat, Minggu (5/1/2025) malam. Perubahan posisi juru taktik skuad Garuda dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi dan kualitas pemain utama yang mayoritas dibina dalam iklim sepak bola Belanda.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir didampingi Wakil Ketua Umum Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, dan Ketua Badan Tim Nasional Sumardji dijadwalkan akan mengumumkan rencana timnas selama 2025, Senin (6/1/2025), pukul 12.00 WIB, di Jakarta.
Isu pergantian Shin sebagai pelatih kepala timnas Indonesia menjadi topik hangat yang telah dibicarakan sejak Indonesia tersisih di babak penyisihan Piala ASEAN 2024.
Meskipun beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menjawab diplomatis pertanyaan dari wartawan tentang nasib Shin selama Minggu ini, Kompas mendapat informasi bahwa Shin tidak akan memimpin Jay Idzes dan kawan-kawan pada sisa empat laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dimulai Maret mendatang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/09/b628955c66edec3c3845c771c4fb67d6-antarafoto_persiapan_timnas_indonesia_jelang_piala_aff_1733757567.jpg)
Menurut sumber, yang enggan disebut identitas demi menjaga relasi, keputusan yang akan diumumkan Erick dan pejabat utama PSSI lain tidak didasari pertimbangan instan. Melainkan, keputusan itu sudah dipertimbangkan dalam proses berjenjang dan matang dengan berpijak hasil evaluasi performa timnas selama 2024.
”Percayakan strategi Ketua Umum. Pokoknya semua demi kebaikan dan memenuhi impian timnas (lolos Piala Dunia 2026),” ujar sumber Kompas, Minggu malam.
Terkait dengan suksesor Shin, PSSI sejatinya telah membuka dialog dengan sejumlah pelatih dari Eropa, terutama Belanda, sejak awal 2024. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan Shin memenuhi target lolos ke fase gugur Piala Asia 2023 dan semifinal Piala Asia U-23 2024.
Ketika Shin mampu memenuhi dua target utama di tahun 2024 itu, PSSI pun memenuhi komitmen untuk memperpanjang kontrak Shin secara permanen hingga 2027. Namun, dalam seiring berjalannya waktu, Shin tidak mampu membantu skuad Garuda tampil sesuai dengan target pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/25/5ebd5e72-6f50-4990-8e62-af1fa124c632_jpeg.jpg)
Shin ”gagal” mencapai target membawa pulang minimal empat poin dari dua gim tandang menghadapi Bahrain dan China. Indonesia bahkan tumbang 1-2 dari China yang memulai putaran ketiga dengan tiga kekalahan beruntun.
Hasil imbang di Bahrain menyebabkan hubungan Shin dengan sejumlah pemain diaspora merenggang. Komunikasi satu arah yang diterapkan Shin akibat tidak bisa berbahasa selain Korea menjadi penyebabnya. Pemain tidak bisa berdiskusi, terutama masalah taktik, dengan eks pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 itu.
Padahal, Shin telah diberikan tambahan sejumlah pemain berkualitas untuk menjalani kualifikasi Piala Dunia 2026, seperti Mees Hilgers, Eliano Rejnders, hingga Kevin Diks. Nyatanya para pemain itu tidak bisa langsung nyetel dengan gaya bermain Shin yang menuntut ketahanan fisik khas Korsel.
Penilaian merah Shin pun mengemuka setelah timnas tampil buruk di Piala ASEAN 2024. Indonesia hanya sekali menang menghadapi Myanmar. Lalu, ditahan Laos dan tumbang dari Filipina di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/11/e6ca91a5-2b46-413a-9b1b-b2ed41db51eb_jpg.jpg)
Hal yang lebih memalukan lagi, Shin membuat Indonesia mencatatkan rekor buruk perdana di kandang atas dua tim itu di hadapan Presiden ketujuh RI Joko Widodo yang menyaksikan dua laga itu di tribune naratama Stadion Manahan.
Terlepas dari capaian di lapangan, Shin juga belum menunjukkan keseriusan untuk memenuhi salah satu klausul kontrak terbarunya, yaitu belajar bahasa Indonesia. Hal itu demi Shin bisa berkomunikasi fasih dengan para pemain.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .