Tidak cukup hanya berteriak, ”Merdeka!”, kader PDI-P diajak melakukan kerja politik nyata agar tetap eksis sebagai partainya rakyat kecil dan anak muda.
30 Jul 2025 19:42 WIB · Politik & Hukum
DENPASAR, KOMPAS — Situasi politik nasional kian kompleks seiring perubahan perilaku pemilih, meningkatnya tuntutan rakyat, hingga persaingan kekuasaan yang makin tajam. Menghadapi tantangan itu, seluruh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P diingatkan untuk tidak terjebak dalam kepentingan pribadi dan tetap satu haluan di bawah kepemimpinan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Sekitar 3.200 anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dari Fraksi PDI-P seluruh Indonesia mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Bali Beach Convention Center, Denpasar, Rabu (30/7/2025). Bimtek yang berlangsung hingga Kamis (31/7/2025) ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi partai dengan materi strategis mencakup penguatan fraksi, penyusunan rencana pembangunan daerah, evaluasi kinerja pemerintah daerah, dan strategi komunikasi politik di daerah.
Dalam sambutannya, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani menegaskan, bimtek kali ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas anggota legislatif dan eksekutif, melainkan juga momentum strategis untuk menyatukan langkah partai dalam menghadapi dinamika politik nasional.
”Dalam politik, kekuatan bukan hanya jumlah kursi legislatif atau jabatan eksekutif. Kekuatan kita adalah soliditas perjuangan partai. Solid dalam visi, struktur, dan kerja politik bersama rakyat,” kata Puan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/30/d23fea6a43568a267bafd171d85703f3-32c93663_2b1b_4065_b586_6fe7ffeba620.jpeg)
Ia menekankan perjuangan politik PDI-P harus selalu berpihak pada kepentingan bersama. ”Bukan agenda masing-masing orang atau pengurus yang kita perjuangkan, melainkan menjadikan PDI Perjuangan sebagai alat mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Puan mengingatkan, perubahan perilaku pemilih menuntut kader untuk bekerja lebih keras dan cerdas. PDI-P, lanjutnya, tak bisa lagi hanya mengandalkan slogan semata.
”Pada masa lalu PDI Perjuangan selalu identik dengan partai wong cilik dan partai anak muda. Ke depan, kita harus melakukan kerja-kerja politik nyata agar tetap eksis sebagai partainya rakyat kecil dan anak muda. Tidak cukup hanya berteriak, ’Merdeka!’, lalu berharap rakyat memilih kita,” tutur Puan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/30/3bbe3a9922ac69fc79e983fa7b0a818b-4397b600_5f04_4dab_b05c_cc0641c10faa.jpeg)
Ia juga mendorong kader melakukan otokritik dan memperkuat organisasi internal sebagai jembatan antara ideologi partai dan kenyataan rakyat. ”Internal yang solid akan membuat kerja politik bersama rakyat lebih baik,” katanya tegas.
Puan mengajak seluruh kader menjaga semangat gotong royong dan tetap satu barisan di bawah komando Megawati Soekarnoputri. ”Tidak boleh berbeda tujuan dan tidak boleh berbeda kepemimpinan ideologi. Kita harus solid dalam satu barisan yang dipimpin Ibu Ketua Umum,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga hadir dalam bimtek di Bali. Ia datang dengan senyum hangat, didampingi putranya yang juga menjabat Ketua DPP PDI-P Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo.
Sesaat sebelum memasuki ruangan, Megawati disambut putrinya, Puan Maharani. Keduanya berpelukan hangat di hadapan jajaran elite partai. Kehangatan keluarga itu berlanjut ketika ketiganya berjalan beriringan menuju arena utama bimtek.
Pada masa lalu PDI Perjuangan selalu identik dengan partai wong cilik dan partai anak muda. Ke depan, kita harus melakukan kerja-kerja politik nyata agar tetap eksis sebagai partainya rakyat kecil dan anak muda. Tidak cukup hanya berteriak, ’Merdeka!’, lalu berharap rakyat memilih kita.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/30/df2ee9e847013e043011c94195a058c5-45f3c91c_60b9_40d7_8478_b5b4f2bebeee.jpeg)
Prananda dan Puan tampak berbincang ringan sambil saling merangkul, menggambarkan kekompakan mereka tidak hanya sebagai keluarga, tetapi juga sebagai kader partai.
Bimtek periode 2024–2029 ini dibuka secara resmi dengan khidmat dan pengarahan tertutup dari Megawati. Sekitar 3.200 peserta, yang terdiri dari anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota fraksi PDI-P dari seluruh Indonesia, hadir menjadikannya salah satu momentum konsolidasi internal terbesar partai.
Penulis:
Nikolaus HarbowoEditor:
C. Wahyu Haryo PPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto