Puan Kembali Minta Maaf DPR Belum Bekerja Baik, Janji Evaluasi dan Berbenah

Ketua DPR Puan Maharani melayat ke rumah duka Affan Kurniawan yang tewas karena dilindas oleh kendaraan taktis Brimob. Sejumlah bantuan diberikan.

30 Agt 2025 16:46 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani melayat ke kediaman mendiang Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob Polri dalam demonstrasi mengkritik parlemen.

Puan kembali meminta maaf atas kinerja DPR yang belum baik. Untuk itu, ia berjanji akan mengevaluasinya. Ia juga meminta agar semua anggota DPR untuk menahan diri dan tidak bersikap menyakiti rakyat.

Puan Maharani tiba di rumah duka mendiang Affan Kurniawan di Jalan Tayu, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025), pukul 14.19. Puan yang berpakaian dan berkerudung serba hitam didampingi oleh sejumlah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang juga menjabat sebagai anggota DPR, antara lain Said Abdullah, Adian Napitupulu, dan Charles Honoris. Selain itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung yang merupakan politisi senior PDI-P juga turut mendampingi.

Seusai bertemu dengan keluarga Affan, Puan menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga mendiang. Pihaknya akan memberikan bantuan untuk keluarga yang ditinggalkan, mulai dari bantuan sekolah untuk kakak dan adik Affan hingga bantuan kendaraan bermotor untuk ayah Affan yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring. 

”Saya juga minta Pak Gubernur (Pramono Anung) untuk memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) sampai selesai,” ungkapnya.

Sejumlah karangan bunga berisi ucapan duka cita berjejer di lorong menuju tempat tinggal Affan Kurniawan (21) di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Affan, pengemudi ojek daring, tewas dilindas mobil Brimob pada Kamis (28/8/2025).

Puan meminta pada kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa yang mengakibatkan kematian Affan. Ia berjanji, DPR akan mengawal pengusutan kasus tersebut agar diselesaikan secara transparan.

”Jangan sampai insiden seperti ini terjadi kembali. Jangan sampai tragedi ini terulang kembali. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa bersama-sama, jangan kita pecah belah, jangan kita korbankan bangsa ini,” ungkapnya.

Puan tidak memungkiri, demonstrasi yang berakibat pada tewasnya Affan salah satunya dipicu oleh kekecewaan warga terhadap kinerja dan sikap anggota DPR. Ia pun mengakui, sebagai wakil rakyat, para anggota DPR belum bisa bekerja secara sempurna. Oleh karena itu, ia meminta maaf dan berjanji untuk memperbaikinya.

”Kami akan mengevaluasi, kami akan berbenah diri. Kami akan mendengar aspirasi rakyat dengan lebih sehat, lebih baik dalam membangun bangsa,” kata Puan. Hal serupa sudah disampaikan Puan dalam keterangan melalui video yang dirilis pada Jumat (29/8/2025).

Meski demikian, persoalan tunjangan rumah DPR sebesar Rp 50 juta per bulan per anggota DPR yang juga menjadi polemik tidak serta-merta akan dicabut. ”Kan, sudah disampaikan, itu hanya sampai Oktober (2025),” ungkapnya.

Puan tidak memungkiri, sikap dan pernyataan anggota DPR yang melukai hati rakyat juga turut memicu gejolak. Untuk itu, ia juga meminta kepada semua anggota DPR untuk menahan diri dan menghormati masyarakat. ”Semua harus menahan diri dan jangan saling menyakiti. Kita saling menghormati dan menghargai,” tuturnya.

Demonstrasi masyarakat yang dipicu kekecewaan terhadap tunjangan perumahan dan tingginya gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terjadi sejak Senin (25/8/2025). Di beberapa lokasi di sekitar Kompleks Parlemen, Jakarta, sempat terjadi kerusuhan. Petugas pun menembaki demonstran dengan gas air mata.

Demonstrasi berlanjut pada Kamis (28/8/2025), kerusuhan terjadi di beberapa lokasi. Di kawasan Pejompongan, tak sampai 3 kilometer dari Gedung DPR, sebuah kendaraan taktis Brimob, Polri, menabrak dan melindas Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang ada di lokasi unjuk rasa. Affan tewas akibat lindasan kendaraan taktis itu.

Tewasnya Affan memicu demonstrasi yang lebih luas pada Jumat (29/8/2025). Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain di seluruh Indonesia. Demonstrasi diikuti kerusuhan dan pembakaran sejumlah fasilitas umum.

Suasana di depan Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, saat elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan masyarakat menggelar unjuk rasa, Jumat (29/8/2025). Mereka menuntut keadilan atas kematian pengendara ojek daring Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis polisi pada Kamis (28/8/2025).

Perbaikan fasilitas umum

Pramono Anung mengatakan, untuk menindaklanjuti bantuan kepada keluarga mendiang Affan, Pemerintah Provinsi Jakarta akan memberikan bantuan pendidikan dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Terkait dengan kondisi Jakarta pascademonstrasi yang diikuti kerusuhan sejak 25 Agustus 2025, ia telah berkoordinasi dengan Panglima Kodam Jaya, Kepala Polda Metro Jaya, dan memeriksa lokasi kerusuhan secara langsung.

”Ada beberapa hal yang langsung kami tindak lanjuti. Pertama, seluruh moda transportasi sekarang sudah dibuka dan armada yang menjadi kewenangan BUMD (badan usaha milik daerah) harus tetap beroperasi,” ujarnya.

Pramono melanjutkan, sejumlah halte bus dan fasilitas umum lain yang terbakar juga akan segera diperbaiki. Perbaikan, antara lain, sudah dimulai di Halte Transjakarta Slipi sehingga saat ini sudah bisa dibuka dan digunakan kembali. Catatan Kompas, sejumlah halte Transjakarta yang terbakar antara lain halte Polda Metro Jaya, Senen Toyota Rangga, Sentral Senen, Senayan Bank DKI, Gerbang Pemuda, dan Bundaran Senayan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung setelah melayat ke rumah duka Affan Kurniawan di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

Sejumlah halte itu akan diaktifkan kembali secara bertahap. Sebab, kerusakan juga berdampak pada tidak berfungsinya sistem pembayaran. Oleh karena itu, seluruh transportasi massal yang dikelola Pemprov Jakarta bakal digratiskan selama sepekan. ”Jadi, mulai hari ini sampai satu minggu ke depan biayanya Rp 0. Jadi gratis,” kata Pramono.

Selain soal transportasi umum, Pramono juga memastikan bahwa pelayanan publik akan tetap berjalan. Para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tetap bekerja pada Sabtu dan Minggu. Mereka yang biasa bekerja dengan pembagian waktu di akhir pekan akan dibuat penuh waktu. 

”Karyawan pemda yang biasanya Sabtu-Minggu libur, saya minta separuh-separuh. Jadi, hari ini kami di Balai Kota tetap bekerja 50 persen masuk, 50 persen diliburkan,” ujarnya.

Mengenai pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor pada Minggu, 31 Agustus 2025, itu juga akan tetap dilaksanakan. ”Kalau sampai dengan sore atau malam hari tidak ada yang luar biasa, besok car free day tetap kami buka seperti biasa,” kata Pramono.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati