Pulang ke Korea, Pekerja Penipuan Daring di Kamboja Diperiksa sebagai Tersangka
Korsel memutuskan tidak menganggap orang-orang itu sebagai korban. Mereka dianggap sebagai pelaku jaringan penipuan dan karenanya harus menghadapi proses hukum.
SEOUL, MINGGU — Pemerintah Korea Selatan memulangkan 64 warganya dari Kamboja. Meski pemulangan dibantu, puluhan orang itu akan tetap diperiksa sebagai tersangka kasus penipuan. Sebab, mereka diduga terlibat penipuan daring dari Kamboja.
Dilaporkan Yonhap dan Korea Joongang, Sabtu (18/10/2025), 64 orang itu tiba di Bandara Incheon pada Sabtu. Mereka naik pesawat sewaan dari Korean Air. Mereka terbang dari Bandara Techo, Phnom Penh, Kamboja, pada Sabtu dini hari.
Dari 64 orang itu, 59 ditangkap aparat Kamboja dalam razia ke tempat penipuan daring. Sementara lima lagi diselamatkan dari lokasi penipuan daring selepas melapor disiksa di tempat kerja.
Selain orang yang dipulangkan, pesawat sewaan itu juga berisi 190 polisi Korsel. Seoul mengirim polisi untuk membantu proses pemulangan lalu mengawal orang-orang itu dari Kamboja.
Berbeda dari sejumlah negara lain, Korsel memutuskan tidak menganggap orang-orang itu sebagai korban. Mereka dianggap sebagai pelaku jaringan penipuan dan karenanya harus menghadapi proses hukum. Sebab, apa pun alasanya, secara sadar mereka berangkat sendiri lalu bekerja di Kamboja.
Kepada media Korsel, kepolisian menyebut mayoritas masuk ke pesawat dengan status sebagai tahanan. Bahkan, sebagian dalam status buronan internasional. Oleh karena itu, mereka dikawal dengan perbandingan satu tahanan dijaga hingga lebih dari tiga polisi.
Dalam hukum Korsel, pesawat milik maskapai nasional dianggap sebagai wilayah kewenangan hukum Korsel. Oleh karena itu, orang-orang tersebut ditangkap begitu masuk pesawat. ”Mereka secara sukarela terlibat dalam kasus penipuan,” kata salah seorang pejabat polisi.
Setiba di Korsel, orang-orang itu langsung dibawa penyelidik untuk diperiksa dalam kasus penipuan. Pemeriksaan dilakukan di berbagai kantor polisi. Lokasi pemeriksaan dibuat paling dekat dengan alamat terakhir orang-orang itu.
Pendekatan itu bagian dari upaya Seoul menghentikan keinginan warga Korsel bekerja di tempat penipuan di Kamboja dan sekitarnya. Selama bertahun-tahun, isu itu telah menjadi masalah bagi Korsel.
Seoul menyebut, hingga 1.000 warga Korsel bekerja di berbagai pusat penipuan Kamboja. Dalam taksiran paling moderat, ada 200.000 orang dari berbagai bangsa bekerja di berbagai pusat penipuan itu.
Pekan lalu, Kamboja mengumumkan telah menangkap 3.455 tersangka dari 20 negara Afrika dan Asia. Mereka terlibat sindikat penipuan daring. Kamboja juga memulangkan 2.000 orang ke sejumlah negara.
Tarik perhatian
Kasus penipuan daring menarik perhatian di Korsel pada awal Agustus lalu. Waktu itu, ada laporan seorang mahasiswa tewas akibat disiksa di pusat penipuan daring di Kamboja.
Kasus itu memicu penyelidikan besar-besaran. Lalu, pada September 2025, ada lagi laporan warga Korsel disiksa di tempat penipuan daring di Kamboja.
Maka, Seoul mengirimkan tim untuk memulangkan warganya dari pusat-pusat penipuan daring di Kamboja. Bukan cuma itu, Korsel juga bekerja sama dengan aparat Kamboja untuk memulai penyelidikan pidana terhadap warga Korsel di berbagai pusat penipuan Kamboja.
Oleh karena itu, meski pemulangan dibantu, warga yang diperiksa di Kamboja datang ke Korsel sebagai tersangka. Dasar pemeriksaan setidaknya dua. Pertama, mereka secara sadar berangkat ke Kamboja.
Seoul tidak menerima alasan mereka ditipu untuk pekerjaan lain. Sebab, informasi soal modus menarik calon pekerja pusat penipuan sejak lama disiarkan pemerintah serta beredar di masyarakat. Modus itu terutama iming-iming gaji tinggi untuk pekerjaan yang tidak jelas di luar negeri.
Alasan kedua pemeriksaan adalah orang-orang itu terlibat dalam jaringan penipuan. Alasan dipaksa sampai disiksa tidak melepaskan orang-orang itu dari jeratan hukum dalam kasus penipuan.
Banyak warga Korsel korban penipuan sindikat itu. Nilai kerugiannya mencapai miliaran won. Oleh karena itu, Seoul tidak mau membiarkan orang-orang yang terlibat itu bebas begitu saja dari sanksi hukum.
Dilaporkan Khmer Times, media Kamboja, Korsel-Kamboja menyepekati pembentukan satuan tugas untuk mengatasi sindikat penipuan daring. Seol akan menyediakan daftar orang-orang yang diburu dengan dugaan terlibat penipuan daring.
Daftar itu akan diperiksa Phnom Pehn. Jika menurut hukum Kamboja orang-orang itu melakukan pelanggaran, mereka akan dilarang masuk. Bahkan, bisa jadi mereka akan ditahan begitu tiba di Kamboja.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Kamboja Sar Sokha mengatakan, telah banyak orang ditangkap di Kamboja dalam kasus penipuan daring. Mayoritas warga negara asing segera dideportasi setelah ditangkap.
Kamboja juga telah mengirimkan informasi tentang auktor intelektualis dan dugaan jaringan pencucian uang dalam kasus penipuan daring. Informasi dikirimkan ke sejumlah negara yang diduga menjadi asal para auktor intelektualis atau simpul sindikat penipuan daring.
Sayangnya, lanjut Sokha, banyak negara gagal bertindak keras atas informasi itu. Pemerintah sejumlah negara memilih menyalahkan Kamboja tanpa menindak pelaku di tempat masing-masing. ”Masalah ini perlu kerja sama lintas otoritas,” katanya.
Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Kim Jina membenarkan, sindikat penipuan daring amat luas. Kerja sama lintas negara diperlukan kalau mau serius memberantas sindikat tersebut. (AP/AFP)
SEOUL, MINGGU — Pemerintah Korea Selatan memulangkan 64 warganya dari Kamboja. Meski pemulangan dibantu, puluhan orang itu akan tetap diperiksa sebagai tersangka kasus penipuan. Sebab, mereka diduga terlibat penipuan daring dari Kamboja.
Dilaporkan Yonhap dan Korea Joongang, Sabtu (18/10/2025), 64 orang itu tiba di Bandara Incheon pada Sabtu. Mereka naik pesawat sewaan dari Korean Air. Mereka terbang dari Bandara Techo, Phnom Penh, Kamboja, pada Sabtu dini hari.
Dari 64 orang itu, 59 ditangkap aparat Kamboja dalam razia ke tempat penipuan daring. Sementara lima lagi diselamatkan dari lokasi penipuan daring selepas melapor disiksa di tempat kerja.
Serial Artikel
Penipuan Daring Bermodus Perdagangan Saham dan Kripto Terungkap, Kerugian Tembus Rp 105 Miliar
Dari enam tersangka, tiga orang ditahan dan sisanya masih buron. Salah satu yang buron adalah warga Malaysia yang ditengarai merupakan aktor utama kejahatan ini.
Selain orang yang dipulangkan, pesawat sewaan itu juga berisi 190 polisi Korsel. Seoul mengirim polisi untuk membantu proses pemulangan lalu mengawal orang-orang itu dari Kamboja.
Berbeda dari sejumlah negara lain, Korsel memutuskan tidak menganggap orang-orang itu sebagai korban. Mereka dianggap sebagai pelaku jaringan penipuan dan karenanya harus menghadapi proses hukum. Sebab, apa pun alasanya, secara sadar mereka berangkat sendiri lalu bekerja di Kamboja.
Kepada media Korsel, kepolisian menyebut mayoritas masuk ke pesawat dengan status sebagai tahanan. Bahkan, sebagian dalam status buronan internasional. Oleh karena itu, mereka dikawal dengan perbandingan satu tahanan dijaga hingga lebih dari tiga polisi.
Dalam hukum Korsel, pesawat milik maskapai nasional dianggap sebagai wilayah kewenangan hukum Korsel. Oleh karena itu, orang-orang tersebut ditangkap begitu masuk pesawat. ”Mereka secara sukarela terlibat dalam kasus penipuan,” kata salah seorang pejabat polisi.
Setiba di Korsel, orang-orang itu langsung dibawa penyelidik untuk diperiksa dalam kasus penipuan. Pemeriksaan dilakukan di berbagai kantor polisi. Lokasi pemeriksaan dibuat paling dekat dengan alamat terakhir orang-orang itu.
Pendekatan itu bagian dari upaya Seoul menghentikan keinginan warga Korsel bekerja di tempat penipuan di Kamboja dan sekitarnya. Selama bertahun-tahun, isu itu telah menjadi masalah bagi Korsel.
Seoul menyebut, hingga 1.000 warga Korsel bekerja di berbagai pusat penipuan Kamboja. Dalam taksiran paling moderat, ada 200.000 orang dari berbagai bangsa bekerja di berbagai pusat penipuan itu.
Pekan lalu, Kamboja mengumumkan telah menangkap 3.455 tersangka dari 20 negara Afrika dan Asia. Mereka terlibat sindikat penipuan daring. Kamboja juga memulangkan 2.000 orang ke sejumlah negara.
Serial Artikel
Penipuan Lowongan Kerja Daring Jadi Ancaman Negara-negara di ASEAN
Penipuan tenaga kerja melalui daring menjadi ancaman bagi anak-anak muda. Masyarakat harus waspada jika ada tawaran kerja di luar negeri tanpa rekrutmen jelas.
Kasus penipuan daring menarik perhatian di Korsel pada awal Agustus lalu. Waktu itu, ada laporan seorang mahasiswa tewas akibat disiksa di pusat penipuan daring di Kamboja.
Kasus itu memicu penyelidikan besar-besaran. Lalu, pada September 2025, ada lagi laporan warga Korsel disiksa di tempat penipuan daring di Kamboja.
Maka, Seoul mengirimkan tim untuk memulangkan warganya dari pusat-pusat penipuan daring di Kamboja. Bukan cuma itu, Korsel juga bekerja sama dengan aparat Kamboja untuk memulai penyelidikan pidana terhadap warga Korsel di berbagai pusat penipuan Kamboja.
Oleh karena itu, meski pemulangan dibantu, warga yang diperiksa di Kamboja datang ke Korsel sebagai tersangka. Dasar pemeriksaan setidaknya dua. Pertama, mereka secara sadar berangkat ke Kamboja.
Seoul tidak menerima alasan mereka ditipu untuk pekerjaan lain. Sebab, informasi soal modus menarik calon pekerja pusat penipuan sejak lama disiarkan pemerintah serta beredar di masyarakat. Modus itu terutama iming-iming gaji tinggi untuk pekerjaan yang tidak jelas di luar negeri.
Alasan kedua pemeriksaan adalah orang-orang itu terlibat dalam jaringan penipuan. Alasan dipaksa sampai disiksa tidak melepaskan orang-orang itu dari jeratan hukum dalam kasus penipuan.
Banyak warga Korsel korban penipuan sindikat itu. Nilai kerugiannya mencapai miliaran won. Oleh karena itu, Seoul tidak mau membiarkan orang-orang yang terlibat itu bebas begitu saja dari sanksi hukum.
Serial Artikel
Terjebak Penipuan Daring, 554 WNI Berhasil Dipulangkan dari Myawaddy, Myanmar
554 WNI korban eksploitasi daring berhasil dikeluarkan dari wilayah konflik Myawaddy, Myanmar.
Dilaporkan Khmer Times, media Kamboja, Korsel-Kamboja menyepekati pembentukan satuan tugas untuk mengatasi sindikat penipuan daring. Seol akan menyediakan daftar orang-orang yang diburu dengan dugaan terlibat penipuan daring.
Daftar itu akan diperiksa Phnom Pehn. Jika menurut hukum Kamboja orang-orang itu melakukan pelanggaran, mereka akan dilarang masuk. Bahkan, bisa jadi mereka akan ditahan begitu tiba di Kamboja.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Kamboja Sar Sokha mengatakan, telah banyak orang ditangkap di Kamboja dalam kasus penipuan daring. Mayoritas warga negara asing segera dideportasi setelah ditangkap.
Kamboja juga telah mengirimkan informasi tentang auktor intelektualis dan dugaan jaringan pencucian uang dalam kasus penipuan daring. Informasi dikirimkan ke sejumlah negara yang diduga menjadi asal para auktor intelektualis atau simpul sindikat penipuan daring.
Sayangnya, lanjut Sokha, banyak negara gagal bertindak keras atas informasi itu. Pemerintah sejumlah negara memilih menyalahkan Kamboja tanpa menindak pelaku di tempat masing-masing. ”Masalah ini perlu kerja sama lintas otoritas,” katanya.
Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Kim Jina membenarkan, sindikat penipuan daring amat luas. Kerja sama lintas negara diperlukan kalau mau serius memberantas sindikat tersebut. (AP/AFP)