Man City Vs Chelsea, Purgatorium Empat Besar The Citizens

City mendapatkan momentum kebangkitan saat mengalahkan Chelsea. Keberhasilan masuk empat besar jadi modal berharga City jelang menjalani pekan neraka Liga Inggris.

26 Jan 2025 07:14 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MANCHESTER, MINGGU — Manchester City terpukul sangat telak ketika kalah secara ironis dari Paris Saint-Germain. Beruntung krisis tidak terus membayangi mereka seiring kemenangan 3-1 atas Chelsea di Stadion Etihad, Manchester, Minggu (26/1/2025) dini hari WIB. Hasil positif ini menjadi semacam purgatorium dari rentetan hasil negatif beberapa pekan terakhir.

Dengan hasil ini, City mulai menemukan kestabilan di Liga Inggris setelah hanya meraih satu kemenangan dalam delapan laga pada November hingga Desember tahun lalu. ”The Citizens” kini belum pernah terkalahkan dalam enam laga terakhir dengan memetik empat kemenangan dan dua hasil imbang. Berkat kemenangan ini, City merebut posisi Chelsea di peringkat keempat.

Selain kepentingan menembus empat besar demi tiket berlaga di Liga Champions Eropa musim depan, City juga membutuhkan hasil positif untuk mengangkat kepercayaan diri para pemain seusai kekalahan memalukan dari PSG. Kekalahan itu membuat peluang City lolos ke babak 16 besar Liga Champions nyaris tertutup. Laga menghadapi Club Brugge pekan depan akan sangat menentukan nasib City.

Jelang laga krusial itu, City mendapatkan dorongan penting berkat kemenangan atas Chelsea. Hasil ini seperti menjadi purgatorium atau api penyucian bagi City untuk menjalani sisa musim.

Meski memiliki catatan pertemuan yang lebih baik dengan tidak pernah kalah dalam 11 pertemuan terakhir, tetap saja City kesulitan meladeni Chelsea, terutama pada awal-awal pertandingan.

Britain Soccer Premier League

Manajer Pep Guardiola membuat keputusan berani dengan langsung menurunkan bek tengah baru, Abdukodir Khusanov, sejak awal. Selain itu, Pep juga memberi kepercayaan kepada rekrutan terbaru, Omar Marmoush, beroperasi di sayap kiri dalam formasi 4-2-3-1. Pemain berpaspor Mesir itu menggantikan Savinho yang biasa beroperasi di posisi tersebut.

Keberanian Guardiola harus dibayar mahal setelah Chelsea sukses unggul saat laga baru berjalan 3 menit. Khusanov yang tampil gugup menyundul bola dengan sangat lemah sehingga mengecoh kiper Ederson.

Situasi itu dimanfaatkan Nicolas Jackson untuk menguasai bola dan langsung memberikannya kepada Noni Madueke yang berdiri bebas. Tanpa kesulitan berarti, Madueke mencetak gol yang menghadirkan mimpi buruk bagi debut Khusanov.

Bek timnas Uzbekistan itu terlihat sangat tidak nyaman dalam debutnya. Beberapa menit setelahnya, ia kembali melakukan kesalahan operan yang berujung kartu kuning karena menjatuhkan Cole Palmer.

”Ia (Khusanov) akan belajar. Ia masih sangat muda. Tentu saja ini bukan awal yang terbaik, tetapi berhadapan dengan (Nicolas) Jackson dan Cole (Palmer), dengan semua pemain hebat ini tidaklah mudah,” ujar Pep saat disinggung mengenai blunder Khusanov.

Manchester City's Uzbek defender #45 Abdukodir Khusanov runs with the ball during the English Premier League football match between Manchester City and Chelsea at the Etihad Stadium in Manchester, north west England, on January 25, 2025. (Photo by Oli SCARFF / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Debut Khusanov berlangsung lebih cepat meski ia baru menjalani dua sesi latihan bersama rekan barunya. Ini karena City mengalami krisis di lini belakang seiring cederanya Nathan Ake dan Ruben Dias.

Sayangnya, komunikasi kurang berjalan lancar karena Khusanov belum fasih berbahasa Inggris. Hal itu secara tidak langsung memengaruhi performa Khusanov saat debut. Untuk kendala ini, Pep bahkan mengatakan harus mempelajari bahasa Rusia atau Uzbekistan demi bisa lancar berkomunikasi dengan Khusanov.

Tidak seperti Khusanov, debut Marmoush berjalan lebih mulus. Ia terlihat sangat nyaman bermain di lini depan bersama dengan Erling Haaland. Marmoush tampil dengan determinasi tinggi. Ia juga punya kecepatan saat berkali-kali berlari dari belakang untuk memenangi perebutan bola. Marmoush bahkan sempat mencetak gol di babak pertama, tetapi dianulir karena off-side.

”Ada alasan mengapa City mendatangkannya, karena dia memiliki sesuatu yang istimewa. Dia langsung masuk ke dalam tim dan ini tentang mengenalnya sesegera mungkin karena ada begitu banyak pertandingan penting yang akan datang,” kata Haaland.

Meski gol Marmoush dianulir, City bisa mencetak gol penyeimbang berkat bek sayap Josko Gvardiol di pengujung babak pertama. Garis pertahanan tinggi Chelsea kemudian dieksploitasi habis-habisan oleh para pemain City. Ederson bahkan menciptakan asis dari area kiper untuk gol kedua City yang dicetak Haaland.

Britain Soccer Premier League

Skema yang hampir sama terjadi pada gol ketiga City. Phil Foden sukses mengincar kelemahan garis pertahanan tinggi Chelsea sekaligus lolos dari jebakan off-side. Kebobolan tiga gol membuat sorotan tajam tertuju pada kiper Chelsea, Robert Sanchez.

Ia lagi-lagi membuat blunder saat salah mengambil posisi sehingga memudahkan Haaland mencetak gol. Dalam lima laga Liga Inggris terakhir, Sanchez tidak sekali pun berhasil mencatatkan nirbobol dan sudah kemasukan sembilan gol.

”Kami percaya pada Robert, tetapi sekarang kami punya waktu seminggu penuh (hingga pertandingan berikutnya). Kami melihat reaksinya, lalu kami akan memutuskan untuk pertandingan berikutnya,” kata manajer Chelsea, Enzo Maresca.

Akibat kekalahan ini, Chelsea kehilangan posisi empat dan harus rela turun ke peringkat keenam klasemen sementara. Sementara itu, kemenangan atas Chelsea menjadi modal berharga bagi City yang akan menjalani laga neraka dengan menghadapi Arsenal, Newcastle United, dan Liverpool beberapa pekan mendatang. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto