Putri Tersingkir Lebih Cepat di Denmark Terbuka

Rangkaian kekalahan dialami wakil Indonesia yang tampil awal pada babak kedua Denmark Terbuka. Salah satunya dialami Putri Kusuma W yang mencapai semifinal 2024.

16 Okt 2025 21:47 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

ODENSE, KAMIS – Setelah mencapai semifinal Denmark Terbuka 2024, kali ini, Putri Kusuma Wardani tersingkir lebih cepat. Tunggal putri Indonesia itu kalah pada babak kedua, fase awal turnamen yang cukup jarang didapatnya pada 2025.

Putri kalah dari pemain Jepang, Tomoka Miyazaki, di JYSKE Bank Arena, Odense, Kamis (16/10/2025), dengan skor 21-15, 12-21, 17-21. Kekalahan sebelum mencapai perempat final ini pertama kali dialami Putri sejak kalah pada babak pertama China Terbuka, Juli lalu.

Pada musim kompetisi 2025, atlet berusia 23 tahun itu bermain lebih konsisten dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari 15 kejuaraan, Putri mencapai perempat final atau lebih sebanyak sepuluh kali, salah satunya, saat menembus semifinal Kejuaraan Dunia di Perancis, Agustus. Namun, hasil baik itu dihentikan Miyazaki, atlet 19 tahun juara dunia yunior 2022.

Sebelum bersaing di Denmark, Putri dan Miyazaki berhadapan pada empat pertandingan dengan keunggulan 3-1 bagi Putri. Dua dari tiga kemenangan itu terjadi pada 2025, masing-masing, dalam dua gim di Jepang Terbuka, yaitu pada Juni, dan Kejuaraan Dunia di Perancis, Agustus. Akan tetapi, hal yang sama tidak dapat diulang oleh Putri di Denmark.

Setelah bermain baik pada gim pertama, Putri kesulitan mengontrol permainan pada gim kedua. Dalam posisi “menang angin”, yaitu ketika embusan angin berasal dari arah belakangnya, Putri justru kesulitan untuk mengontrol pukulan. Dia berulang kali membuat kesalahan melalui smes yang diarahkan ke garis pinggir lapangan lawan. Kok selalu jatuh di luar garis lapangan tunggal.

Putri Kusuma Wardani tersingkir pada perempat final turnamen China Masters. Putri kalah dari Akane Yamaguchi (Jepang) 14-21, 11-21 di Shenzhen Arena, Jumat (19/9/2025).

Persaingan gim ketiga berjalan lebih ketat dibandingkan dua gim sebelumnya. Gim penentuan ini diwarnai keunggulan skor yang didapat kedua pemain secara bergantian. Putri unggul lebih dulu, 4-1, lalu tertinggal 4-6, unggul kembali 9-6 dan 11-10 saat interval.

Adu daya tahan fisik dan strategi terjadi setelah interval ketika kedua pemain membuat lawan lebih banyak bergerak dengan mengarahkan kok ke sudut berbeda, dari sisi kanan ke kiri, atau dari belakang lalu ke dekat net. Pada momen ini, Miyazaki bisa bertahan dengan lebih baik. Putri pun tak dapat bertemu dengan pemain nomor satu dunia, An Se-young, yang seharusnya bisa menjadi lawan pada perempat final.

Dengan kekalahan Putri, Indonesia tak punya lagi wakil pada nomor tunggal putri setelah Gregoria Mariska Tunjung kalah pada babak pertama. Gregoria bertanding setelah terakhir kali tampil di Kejuaraan Dunia. Peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 ini tidak jadi bertanding di China dan Korea karena vertigonya kambuh.

Sebelum Putri tampil, Indonesia kehilangan dua wakil dengan kekalahan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Sabar/Reza kalah dari unggulan kelima asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, 14-21, 18-21, adapun Adnan/Indah disingkirkan Lee Jong-min/Chae Yu-jung (Korea Selatan) 19-21, 19-21.

Sabar/Reza kalah setelah unggul pada awal gim pertama (selisih terjauh pada skor 9-4) dan menjelang akhir gim kedua (18-14). Namun, di antara kedua momen tersebut dan setelah unggul pada gim kedua, Sabar/Reza sering kehilangan poin secara beruntun. Ganda putra peringkat ke-11 dunia itu gagal memanfaatkan peluang untuk membuat pertandingan berjalan tiga gim ketika kehilangan tujuh poin beruntun setelah unggul 18-14.

Sabar Karyaman Gutama (kiri) dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani setelah berlatih di Daddies Arena, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/8/2025). Mereka akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Perancis, 25-31 Agustus.

Liang/Wang bisa mendapat poin dengan cepat dan beruntun karena unggul pada pukulan-pukulan awal, sejak servis hingga pukulan ketiga. Saat pasangan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 tersebut bisa menekan dari pukulan pembuka, Sabar/Reza sulit mengembangkan permainan.

“Kami tidak bisa memanfaatkan peluang karena bermain terburu-buru pada beberapa poin. Ada kecerobohan juga di momen krusial hingga lawan bisa bangkit, tetapi harus diakui Liang/Wang juga bermain sangat baik hari ini,” kata Sabar.

Hasil di Denmark menambah kekalahan Sabar/Reza pada dua babak awal setelah mencapai semifinal All England, pada Maret, dan final Indonesia Terbuka, Juni. Usai menembus final Indonesia Terbuka, Sabar/Reza hanya dua kali bisa mencapai perempat final atau lebih dari lima turnamen, yaitu ketika tampil pada final Makau Terbuka Super 300 dan perempat final Hong Kong Terbuka Super 500.

Selain Sabar/Reza, dua ganda putra Indonesia lainnya tampil pada babak kedua yang berlangsung Kamis tengah malam hingga Jumat dini hari waktu Indonesia. Juara China Terbuka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhadapan dengan pemain tuan rumah, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard. Adapun pasangan formasi baru, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat melawan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami (Jepang).

Rian/Rahmat membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada babak pertama. Dalam babak yang sama, tersingkir pula Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia/3) dan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark/4).

Muhammad Rian Ardianto melakukan smes pada babak pertama turnamen Denmark Terbuka di JYSKE Bank Arena, Odense, Denmark, Rabu (15/10/2025). Rian/Rahmat Hidayat menang atas unggulan kedua ganda putra, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).

Ganda putra akhirnya kehilangan empat unggulan teratas pada dua babak awal ketika unggulan teratas, Seo Seung-jae/Kim Won-ho, kalah pada babak kedua. Juara dunia asal Korea Selatan itu disingkirkan Nur Mohd Azryn Ayub/Tan Wee Kiong (Malaysia) 19-21, 14-21.

Kejuaraan Dunia Yunior

Pada Kejuaraan Dunia Yunior, tunggal putra Indonesia, Richie Duta Ricardo, membuka peluang untuk mendapat hasil yang lebih baik dibandingkan perempat final Kejuaraan Dunia Yunior 2024. Pemain unggulan kedua itu melangkah ke perempat final setelah mengalahkan unggulan kesepuluh asal Jepang, Kazuma Kawano, 15-9, 15-13, di Guwahati, India, Kamis.

Tiket perempat final didapat pemain Indonesia lainnya, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang menjadi unggulan teratas. Zaki, semifinalis pada 2024, mengalahkan Riyan Malhan 15-9, 15-6 dan akan berhadapan dengan Wu Zi Sheng pada perempat final. Zaki berharap bisa bermain tanpa beban pada perempat final dengan fokus yang lebih baik.

Sementara pemain putri Indonesia, Rinjani Kwinara Nastine, lolos ke perempat final pada dua nomor, yaitu ganda putri dan campuran. Rinjani bermain bersama Riska Anggraini pada ganda putri yang menjadi unggulan keempa. Sementara bersama Ikhsan Lintang Pramudya, Rinjani menjadi unggulan kesembilan ganda campuran.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji