QRIS Tap Diluncurkan, Kini Bayar Cukup Tempelkan Gawai

Digitalisasi sistem pembayaran terus berkembang hingga pemerintah meluncurkan QRIS tanpa pindai atau QRIS Tap. Inovasi tersebut diharapkan menjadi ”game changer”.

14 Mar 2025 16:19 WIB · Ekonomi

Oleh Agustinus Yoga Primantoro

JAKARTA, KOMPAS — Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard tanpa pindai alias QRIS Tap yang mulai beroperasi per Jumat (14/3/2025). Inovasi sistem pembayaran tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap, terutama dalam rangka mendukung digitalisasi sistem pembayaran dan efisiensi di sektor layanan publik.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, QRIS tanpa pindai dikembangkan untuk menghadirkan cara baru bertransaksi secara digital sehingga dapat lebih cepat, praktis, serta aman. Cukup dengan mendekatkan gawai ke terminal pembayaran, transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik, tanpa perlu memindai kode QR secara manual.

”Ini inovasi baru. Kalau transaksi QRIS, selama ini kita memindai dulu. Sekarang tanpa pindai, cukup nanti kita ditempelkan 0,3 detik,” katanya saat memberikan keterangan kepada awak media di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat.

Dalam praktiknya, Perry melanjutkan, layanan ini dapat digunakan oleh masyarakat yang memiliki perangkat gawai berteknologi near field communication (NFC). Transaksi tersebut akan menggunakan sumber dana simpanan, fasilitas kredit, atau uang elektronik dengan basis server di perusahaan jasa pembayaran (PJP) yang telah mendukung QRIS Tap.

QRIS TAP

Lebih lanjut, implementasi QRIS Tap tersebut akan dilakukan secara bertahap, hingga akhirnya dapat digunakan secara luas di sektor transportasi, ritel, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); pendidikan; kesehatan; parkir; serta sektor lainnya. Pada tahap awal, terdapat 2.353 merchant yang mulai beroperasi, yakni 1.528 ritel, 134 transportasi, 550 rumah sakit, 138 UMKM, dan 3 tempat parkir.

”Nah, untuk tahap awal pada merchant di sektor transportasi dan sektor lainnya, yaitu hari ini transportasi MRT, khusus rute Bundaran HI ke Lebak Bulus sudah bisa menggunakan, dan sebaliknya,” ujar Perry.

Selain Stasiun MRT Bundaran HI-Lebak Bulus, tahap pertama QRIS Tap juga meliputi 12 moda Transjakarta khusus Royaltrans, dan 120 armada Damri khusus Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion). Selain itu, ada pula merchant parkir, dan rumah sakit, seperti RSUD Tarakan, RSCM Kencana, dan RSPAD Gatot Subroto Paviliun Kartika.

Quote

Pengguna tidak dikenai biaya transaksi ketika menggunakan QRIS Tap. Biaya dikenakan kepada ’merchant’.

Per Juni 2025, penggunaan QRIS Tap akan diperluas lagi, meliputi implementasi secara menyeluruh di Damri, TransPasundan, dan TransSurabaya. Kemudian, QRIS Tap juga dapat digunakan di layanan umum Transjakarta, baik dalam bus rapid transit (BRT) maupun non-BRT, dan mikrotrans, serta LRT Jakarta.

Lalu, pada September 2025, implementasi QRIS Tap dapat digunakan di seluruh layanan MRT, LRT Jabodetabek, serta KRL Jabodetabek dan KRL Solo. Selain itu, saat ini, tengah dikembangkan juga penggunaan QRIS Tap untuk layanan kereta cepat (Whoosh), khusus pembelian tiket.

Selain itu, pengguna tidak dikenai biaya transaksi ketika menggunakan QRIS Tap. Biaya dikenakan kepada merchant berupa merchant discount rate (MDR) yang ditetapkan untuk kategori badan layanan umum (BLU) dan public service obligation (PSO) sebesar nol persen, sedangkan merchant kategori lain dikenai MDR QRIS sesuai dengan skema yang berlaku.

Beberapa langkah penggunaan QRIS Tap menggunakan perangkat. Sumber: Bank Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, transformasi digital dapat meningkatkan pengalaman dan kenyamanan pengguna transportasi umum. Kehadiran inovasi sistem pembayaran, seperti QRIS Tap, menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

”Inovasi ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kemudahan akses transportasi publik, mendukung inklusi keuangan, serta mempercepat transformasi digital di sektor transportasi dan pembayaran,” katanya dalam keterangan resmi.

Selain itu, inovasi ini juga mendorong inklusi keuangan serta percepatan digitalisasi di sektor transportasi dan pembayaran. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan layanan transportasi di berbagai daerah, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Terbatas untuk Android

Saat ini, terdapat 15 dari total 257 PJP yang siap mengimplementasikan QRIS Tap. Di sisi lain, penggunaan QRIS Tap terbatas hanya untuk perangkat Android. Ke depan, terbuka ruang untuk pengembangan QRIS Tap, baik dari sisi ekspansi PJP maupun penggunaan perangkat iOS atau produk Apple.

Beberapa PJP yang telah siap menggunakan QRIS Tap adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mega Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Ada pula PT Bank Permata Tbk, PT Bank Sinarmas Tbk, PT Bank Nationalnobu Tbk, Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI Jakarta atau Bank DKI, dan BPD Bali. Selain perbankan, terdapat PJP industri jasa keuangan nonbank, seperti dompet digital GoPay, Dana, dan ShopeePay, serta teknologi finansial Netzme Funtastic Payment.

Seorang pengunjung pameran Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2024 tengah menjajal pemindaian QRIS Tap pada pintu masuk transportasi umum, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (2/8/2024).

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI ⁠Dicky Kartikoyono menambahkan, perangkat Android memiliki akses yang terbuka sehingga seluruh merek gawai berbasis Android dapat menggunakan QRIS Tap. Berbeda dengan perangkat IOS yang cenderung eksklusif.

”Jadi, masih perlu dibuka aksesnya oleh Apple. Nah, itu nanti tentunya kami bersama industri lihat, kalau Indonesia pasarnya besar, apalagi Apple investasi di Indonesia. Semoga bisa juga digunakan,” ujarnya dalam taklimat media, di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Quote

Kalau yang kita ’scan’, kan, statis. Ini kadang-kadang suka dipindah sana, pindah sini, diganti penerimanya. Kalau ini, kan, kita yang mau bayar, ininya aman, dia ganti terus. Dibaca oleh NFC ’reader’ lagi, dia cepet jadinya.

Sebagai gambaran, pembayaran digital pada Januari 2025 mencapai 3,5 miliar transaksi atau tumbuh 35,3 persen secara tahunan didukung oleh seluruh komponennya. Adapun volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tumbuh sebesar 170,1 persen secara tahunan, didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Dicky mengeklaim, digitalisasi yang telah berjalan lebih kurang selama 5-6 tahun terakhir telah berdampak positif terhadap produktivitas. Berdasarkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025-2030, digitalisasi dapat memperbaiki atau meningkatkan produktivitas sebesar 10 persen.

Jumlah Pengguna QRIS di Indonesia

Di sisi lain, implementasi QRIS Tap sebagai inovasi digital turut diikuti keamanan yang memadai. Dengan menggunakan teknologi customer presented mode, kode QR yang muncul dalam aplikasi mobile banking akan terus diperbarui setiap 30-40 detik, tergantung kebijakan masing-masing PJP.

”Kalau yang kita scan (QRIS), kan, statis. Ini kadang-kadang suka dipindah sana, pindah sini, diganti penerimanya. Kalau ini, kan, kita yang mau bayar, ininya (QR) aman, dia ganti terus. Dibaca oleh NFC reader lagi, dia cepat jadinya,” kata Dicky.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia Santoso Liem, pelaku industri memastikan aspek keamanan nasabah terjaga. Sebaliknya, tantangannya justru berasal dari fraud akibat perilaku masyarakat, yang cenderung mudah terpancing untuk membuka sesuatu, seperti halnya social enginering.

Santoso menyebut, para pelaku industri PJP siap untuk terus mendukung pengembangan digitalisasi sistem pembayaran. Sebab, inovasi digital dalam sistem pembayaran, seperti dalam QRIS Tap ini, turut menjadi game changer bagi perekonomian Indonesia ke depan.

”Kami akan mendorong semua PJP, ada 257 PJP, supaya menyukseskan QRIS Tap ini. Kemudian, kami juga akan menjaga standar, sebagaimana menjadi catatan dari BI, yaitu cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agustinus Yoga Primantoro
 | 

Editor:

Aris Prasetyo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra