Inter Milan musim ini berpeluang melampaui catatan fenomenal edisi 2009-2010. Kehadiran Marko Arnautovic bisa mengutungkan ”I Nerazzurri” guna sapu bersih trofi.
09 Mar 2025 12:12 WIB · Olahraga
MILAN, MINGGU — Seusai duel mendebarkan menghadapi Monza, Minggu (9/3/2025) dini hari WIB, di Stadion San Siro, Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi menyebut skuadnya menatap trofi empat kompetisi di musim ini. Tentu jalan menuju quadruple akan terjal, tetapi mengejar prestasi fenomenal itu bukan fantasi untuk ”I Nerazzurri”.
Inter menjaga jarak poin di puncak klasemen setelah menjalani comeback dramatis dengan unggul 3-2 atas Monza, tim juru kunci Liga Italia. Tertinggal lebih dulu dari dua gol tim tamu melalui Samuele Birindelli (32’) dan Keita Balde (44’), Inter membalas dengan sumbangan gol Marko Arnautovic (45+1’), Hakan Calhanoglu (64’), serta gol bunuh diri pemain sayap Monza, Giorgos Kyriakopoulos (77’).
Kemenangan Inter di pekan ke-28 memberikan tekanan kepada dua pesaing terdekat mereka, yaitu Napoli dan Atalanta. Dua tim itu akan menjalani laga berat pada Minggu ini. Napoli berduel melawan Fiorentina, sedangkan Atalanta bertandang ke kandang Juventus.
Setelah menunaikan tugas dengan baik di kompetisi domestik, Inter langsung mengalihkan fokus untuk menjalani laga kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Feyenoord. Berbekal keunggulan 2-0 di kandang tim Belanda itu, I Nerazzurri sudah mendaratkan satu kaki ke babak perempat final.
Selain ambisi melanjutkan peluang untuk meraih trofi di Liga Italia dan Liga Champions selama bulan Maret ini, Inter juga akan menjalani semifinal Coppa Italia kontra rival sekota, AC Milan, April mendatang. Di kompetisi domestik, Inter memegang kendali untuk menyapu bersih dua kompetisi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/a605c62e8d51f70b624249a3f57d4dd8-wires_photo_2025_03_09T120335.989.jpg)
Jika bisa menaklukkan Milan di semifinal, Inter akan menghadapi tim papan tengah di partai puncak, yakni Bologna atau Empoli. Perjalanan Inter meneguhkan diri sebagai tim terbaik di Italia sepenuhnya ada di kaki-kaki mereka.
Terakhir kali, Inter bisa menggandakan trofi liga dan Coppa Italia tercipta pada musim 2009-2010. Saat itu I Nerazzurri mengukuhkan diri sebagai tim Italia yang mampu meraih treble winner.
Pada kompetisi internasional, Inter bakal menghadapi tantangan sesungguhnya di Liga Champions. Andai mulus menyingkirkan Feyenoord, jalan Inter menuju laga final akan dilalui dengan duel kontra eks juara Eropa lainnya.
Inter berpeluang besar menghadapi Bayern Muenchen di perempat final. Adapun untuk babak semifinal, Barcelona menjadi tim paling kuat untuk menghadang ambisi quadruple Inter via jalur Eropa.
Satu trofi lagi yang bisa diperjuangkan Inter ada di Piala Dunia Antarklub yang digelar Juni nanti di Amerika Serikat. Inter akan menghadapi Monterrey (Meksiko), River Plate (Argentina), dan Urawa Reds (Jepang) di babak penyisihan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/37310fa9057f9bb5f3ab082346f1356f-wires_photo_2025_03_09T120601.714.jpg)
Inzaghi menuturkan, pemainnya memiliki ambisi meraih trofi di seluruh kompetisi tersisa di musim ini. Setelah merasakan kekecewaan akibat gagal merengkuh gelar Piala Super Italia, Januari lalu, Inzaghi tidak ingin lagi melihat kesedihan dari wajah skuad Inter.
”Saya harus merevisi dan mengatakan (ambisi kami) quadruple karena kami juga akan bertarung di Piala Dunia Antarklub akhir musim ini,” ucap Inzaghi dilansir Sky Sport Italia.
Ia menambahkan, ”Ide yang ada di pikiran kami adalah membuat pendukung senang dengan memenangi setiap gim. Itu tidak mudah, tetapi anak-anak memiliki spirit besar. Kami ingin berjuang laga demi laga.”
Jika membandingkan skuad Inter asuhan Jose Mourinho yang meraih tiga trofi pada 2009-2010, Inter asuhan Inzaghi menjalani liga dengan lebih baik. Hingga pekan ke-28, Lautaro Martinez dan kawan-kawan sudah mengemas 61 poin. Jumlah poin itu sudah lebih unggul dari 58 poin pada periode yang sama di musim 2009-2010.
Inter musim ini memiliki kesempatan maksimal menutup musim dengan koleksi 91 poin. Potensi poin itu sudah melampaui catatan 82 poin yang ditorehkan Mourinho bersama Inter pada musim terakhir di Liga Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/5f30e386a350dfee2eb32812c8766479-wires_photo_2025_03_09T120351.229.jpg)
Tidak hanya poin, catatan produktivitas Inter di Liga Italia musim ini lebih baik dibandingkan era pamungkas Mourinho. I Nerazzurri mencatatkan 2,67 gol per gim, sedangkan pada 2009-2010 hasilkan 1,97 gol per gim.
Dari sisi bertahan, dua gol Monza menyebabkan Inter kemasukan rerata 0,96 gol per laga. Angka itu lebih banyak dari 0,89 kemasukan gol per laga bersama Mourinho. Namun, catatan kemasukan itu bisa membaik karena Inter asuhan Inzaghi masih memiliki 10 pertandingan untuk membenahi sisi defensif.
Sebaliknya, Inter adalah tim terbaik di Liga Champions musim ini. Mereka baru kebobolan satu gol di sembilan laga. Hanya Bayer Leverkusen yang bisa mencetak gol ke gawang Yann Sommer. Ketika meraih trofi ”Si Kuping Besar” dengan Mourinho, Inter sudah kemasukan tujuh gol ketika menjalani babak 16 besar.
Satu hal yang bisa jadi persamaan musim ini dengan edisi 2009-2010 adalah potensi mengulang duel semifinal menghadapi Barca. Pada 15 musim silam, Inter menyingkirkan Barca demi melaju ke final dengan unggul agregat 3-2.
Inzaghi mengakui kekuatan yang agak berbeda timnya di kompetisi domestik dan Eropa. Mereka lebih efektif dalam mencetak gol di Liga Italia, tetapi bertahan lebih kokoh di Eropa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/b1155f16162f27dd1909995a59d4467e-wires_photo_2025_03_09T120255.367.jpg)
”Fakta itu tidak bisa ditepikan, tetapi saya bisa pastikan bahwa kami mempersiapkan setiap gim dengan cara yang sama,” ucap Inzaghi.
Menurut Rafael Benitez, eks pelatih Inter pada awal musim 2010-2011, Inter besutan Inzaghi memiliki kesempatan besar menyapu bersih trofi di musim ini. Benitez mengungkapkan, Inter mampu menjaga konsistensi dengan baik.
”Mereka adalah tim yang tidak pernah membuat lawan nyaman mengkreasi peluang. Selain itu, performa dan karakter Inter tidak menurun sedikit pun meskipun sempat kehilangan beberapa pemain utama,” tutur Benitez kepada La Gazzetta dello Sport.
Selain modal performa, Inter juga memiliki modal pengalaman untuk mengulang musim treble, bahkan merengkuh quadruple. Bekal pengalaman itu ada pada diri Arnautovic. Penyerang asal Austria itu adalah satu-satunya anggota skuad musim 2009-2010 yang tersisa di Inter musim ini.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari