Radja Nainggolan, pesepak bola berdarah Indonesia, ditangkap polisi karena kasus heroin. Eks Bhayangkara FC itu terancam menyusul Promes yang dipidana 6 tahun.
28 Jan 2025 12:13 WIB · Olahraga
ANTWERP, SELASA – Radja Nainggolan (36), mantan pemain AS Roma dan tim nasional sepak bola Belgia, ditahan kepolisian Belgia karena kasus narkotika. Kasus itu menambah catatan panjang masalah yang dibuat sang gelandang keturunan Indonesia yang pernah membela klub Liga 1, Bhayangkara FC, dan menjadi duta promosi Piala Dunia U-17 2023 di Tanah Air itu.
Dikutip kantor berita AFP, Selasa (28/1/2025), Nainggolan adalah salah satu dari 16 tersangka yang ditahan polisi beserta barang bukti berupa 2,7 kilogram kokain beserta uang tunai dan koin emas senilai setengah juta euro (Rp 8,4 miliar). Polisi juga menyita sejumlah perhiasan, berikut dua jam mewah yang masing-masing bernilai 360.000 euro (Rp 6,1 miliar).
”Penyidikan ini terkait dugaan penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Eropa melalui pelabuhan Antwerp dan redistribusinya di Belgia,” bunyi keterangan resmi jaksa penyidik kasus itu terkait Neymar.
Para tersangka itu, termasuk Nainggolan, diduga bagian dari sindikat besar pengedar narkotika di Belgia. Bersamaan penggerebekan itu, penyidik juga menyita tiga senjata api, dua rompi antipeluru, dan 14 kendaraan. ”Sang pesepak bola (Nainggolan) kami tahan karena kaitannya dengan jaringan ini,” bunyi keterangan lanjutan penyidik.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/7c6f2c37-530c-4bce-8b7b-be6aa25bc3f6_jpg.jpg)
Nainggolan adalah pesepak bola ternama yang kariernya melesat saat merantau ke Liga Serie A Italia. Di sana, ia menjadi andalan AS Roma sebelum hijrah ke Inter Milan. Pemain yang tubuhnya dipenuhi tato itu dikenal dengan karakternya yang temperamental dan ngotot. Di kedua klub besar itu, ia mengemas total 32 gol. Prestasi terbesarnya adalah turut membawa Inter menjuarai Serie A ketika diasuh pelatih spesialis juara, Antonio Conte.
Meskipun memiliki talenta yang hebat dan mengangkat spirit timnya, Nainggolan memiliki rekam jejak yang buruk terkait masalah indisipliner. Ia adalah salah satu dari segelintir pesepak bola yang terang-terangan menyatakan aktif merokok. Pada 2018, ia didenda dan dikeluarkan dari skuad utama AS Roma karena menayangkan video tengah berpesta minuman keras dan merokok untuk merayakan Tahun Baru.
Kami hanya bisa mengonfirmasi sang pemain absen dalam latihan tim mulai hari ini. Klub menghormati praduga tak bersalah dan tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Ia juga pernah ditahan kepolisian Belgia karena mengemudikan mobil tanpa SIM. Sebelumnya, lisensinya untuk mengemudi ditangguhkan karena kedapatan menyetir mobil dalam keadaan mabuk di jalan raya di Belgia. Pada 2022, ia juga diskors dari klubnya, Royal Antwerp, karena nekat memakai rokok elektrik di bangku cadangan tim.
Setelah kariernya meredup di Eropa, pemain yang pernah masuk dalam daftar skuad terbaik Serie A selama empat tahun beruntun pada 2014 hingga 2018 itu lantas hijrah ke Indonesia, negara asal ayahnya. Ia direkrut klub Liga 1, Bhayangkara FC. Namun, kariernya kurang mengilap. Selama di Indonesia, yaitu pada musim 2023-2024, ia hanya menyumbang satu gol dari 10 penampilan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/05/12/f26c2aec-e6b6-48c4-9c8c-85118c0aa549_jpg.jpg)
Ia pun pulang ke Belgia dan sempat disebut-sebut gantung sepatu. Namun, pekan lalu, ia diikat kontrak klub Divisi 2 Belgia, Lokeren-Temse, hingga lima bulan ke depan. Pada debutnya, ia mencetak gol untuk klub barunya itu saat menghadapi Lierse, 1-1.
Pihak Lokeren-Temse, dalam keterangan persnya, menyatakan baru mengetahui penangkapan sang pemain dari media. ”Kami hanya bisa mengonfirmasi sang pemain absen dalam latihan tim mulai hari ini. Klub menghormati praduga tak bersalah dan tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” bunyi pernyataan Lokeren-Temse.
Jika terbukti bersalah, pemain berdarah Batak itu terancam hukuman berat dan kariernya bisa berakhir. Selain Nainggolan, ada pula pesepak bola top yang terjerat sindikat narkotika. Tahun lalu, Quincy Promes (33), mantan pemain Ajax Amsterdam dan timnas Belanda, dipidana 6 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam penyelundupan 1,3 ton kokain.
Promes tak langsung ditahan karena ia tengah berkarier di Rusia saat vonis itu dijatuhkan. Namun, ia dinyatakan buron dan masuk dalam daftar permintaan ekstradisi. Sembilan rumahnya di Belanda disita jaksa. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Yulvianus HarjonoEditor:
Yulvianus Harjono