Raja ”Comeback” dan Biasakan Menonton Laga Persib Bandung hingga Akhir

Persib Bandung meraih hasil imbang saat menjamu Persija Jakarta. Dua gol di babak kedua diraih setelah tertinggal di babak pertama.

17 Feb 2025 11:51 WIB · Olahraga

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

Kalimat ”Biasakan Menonton Persib Bandung hingga Akhir” kembali ramai di media sosial. Itu merujuk comeback atau kebangkitan dalam Persib Bandung saat dijamu Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2024/2025 di Stadion Chandrabagha, Bekasi, Jawa Barat.

Papan skor masih menunjukkan skor 2-0 saat laga kedua tim memasuki menit ke-52. Persija unggul atas tamunya, Persib.

Sebelumnya, Persija unggul lewat tandukan Gustavo Almeida pada menit ke-33. Sepakan kencang Firzha Andika pada menit ke-39 semakin membawa ”Macan Kemayoran” melesat. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Persija.

Pesepak bola Persija Jakarta Gustavo Almeida Dos Santos berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025). Persija gagal meraih kemenangan setelah ditahan Persib dengan skor 2-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Spt.

Memasuki babak kedua, Persib masih kesulitan memainkan ritme. Permainan bola pendek menemui benteng rapat lima pemain bertahan lawan. Namun, momen itu datang sekilas tanpa sengaja.

Di menit ke-52, hendak menyambut bola tendangan bebas, bek jangkung Persib, Nick Kuipers, justru terpeleset. Namun, tertinggal di belakang, dia justru leluasa menerima bola muntah.

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan pemain asal Belanda itu. Tendangan roket dilepaskan dan gagal diselamatkan kiper Persija, Andritani Ardhyaksa.

Pemain Persib Bandung Nick Kuipers (2) setelah mencetak gol dalam laga melawan Persija Jakarta di Stadion Patriot Chandragaba, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025).

Gol tersebut membuat Persija tersentak. Tidak mengendurkan serangan, mereka menyerang lebih garang.

Namun, hal itu menjadi bumerang. Lewat skema serangan balik ”Maung Bandung” justru menyamakan kedudukan pada menit ke-70.

Penyerang David da Silva yang masuk di babak kedua kembali menjadi mimpi buruk Persija. Menerima umpan dari Beckham Putra, tendangan cungkilnya mengelabui bek Ondrej Kudela dan kiper Andritany sekaligus.

Hingga peluit berakhir, skor tidak berubah, 2-2. Persija masih tidak terkalahkan di kandang. Persib juga belum pernah takluk di rumah lawan.

Pesepak bola Persib Bandung David Da Silva berselebrasi  usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025). Persija gagal meraih kemenangan setelah ditahan Persib dengan skor 2-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Spt.

Bobotoh atau fans Persib mensyukuri hasil ini. Tim kesayangannya bisa mencuri satu poin meski bertanding di hadapan 30.000 pendukung lawan. Lebih istimewa lagi, semangat Persib tidak kendur mengejar gol hingga laga berakhir.

Maman Abdulrahman (26), pendukung Persib di Bandung, mengatakan, meski tidak menang, momen bangkit dari nyaris kalah sangat menggembirakan. Apalagi, hal itu diraih saat laga tandang melawan Persija, salah satu pesaing utama.

Sodikin (31), pendukung Persib di Tasikmalaya, juga tidak mempermasalahkan timnya gagal menang. Melihat timnya tidak kalah dan tetap ada di puncak adalah hal yang sangat ia syukuri.

”Siapa saja yang menonton Persib harus terbiasa menonton sampai akhir. Tidak mudah menjatuhkan tim ini. Gol di menit akhir bukan satu dua kali terjadi,” katanya semringah.

Pesepak bola Persib Bandung Mark Klok memberi hormat kepada suporter Persib Bandung usai mencetak gol ke gawang RANS Nusantara saat pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/8/2023). Dalam pertandingan tersebut Persib Bandung menang atas Rans Nusantara dengan skor 2-1.

Kapten Persib, Marc Klok, juga girang. Dia mengatakan, gim kali ini sangat luar biasa.

Setelah tertinggal dua gol, mereka bangkit menyamakan kedudukan. Hasil ini menjadi modal baik untuk menghadapi 11 partai sisa musim ini.

”Ini bukan pertama kali bisa bangkit di pertandingan, tetapi memang fighting spirit Persib musim ini luar biasa,” kata Klok.

Musim ini Persib memang dijuluki raja comeback. Hal itu juga yang membuat Persib ada di puncak klasemen. Tim meraih 14 kemenangan, baru merasakan 1 kekalahan, dan menelan 11 hasil imbang.

Salah satu contohnya saat dijamu Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, (7/1/2025). Tertinggal satu gol, Persib menyamakan kedudukan lewat tandukan Gustavo Franca pada menit ke-93.

Bek Persib Bandung Gustavo De Franca mencetak gol kemenangan timnya atas PSIS 2-1 dalam lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/9/2024).

Empat hari kemudian, giliran PSBS Biak yang gagal menang di kandang sendiri, Stadion Utama Lucas Enembe, Jayapura, pada (11/1/2025). Tertinggal dari gol Abel Arganaraz dan bermain 10 pemain, Persib menyamakan kedudukan di menit ke-85 lewat Tyronne del Pino.

Bahkan, saat melawan PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Persib menang setelah tertinggal satu gol. Dua gol dari David dan Silva serta Del Pino membuat Persib justru menang 1-2.

Tidak hanya di kompetisi lokal, Persib juga beberapa kali bangkit di laga regional Piala AFC. Saat menghadapi Thai Port di Leo Stadium, Thailand, (28/11), gol Ciro Alves pada menit ke-17 dan Da Silva di menit ke 90+5 memberikan hasil imbang.

Tim pelatih dan pemain Persib Bandung merayakan hasil kemenangan 3-2 atas tuan rumah Lion City Sailors dengan skor 3-2 dj ajang AFC Champions League (ACL) Two, Kamis (7/11/2024) di Stadion Jalan Besar, Singapura. Hasil ini menjadi kemenangan perdana Persib di ajang ini.

Sebelumnya bahkan lebih luar biasa. Ketika melawan Lion City Sailors di Jalan Besar Stadium, Singapura, Persib yang sempat tertinggal dua gol justru mampu menang dengan skor akhir 2-3. Gol Persib dicetak da Silva di menit ke-82, Mateo Kocjian (90+3), dan Del Pino (90+5).

Saat itu, motivasi yang diberikan Pelatih Bojan Hodak viral di medsos. Dengan gaya meledak-ledak, ia kecewa dan pemain mesti memperbaiki keadaan di babak kedua.

Hasilnya, tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga kemenangan. Bojan yang tadinya marah-marah di ruangan ganti kemudian berteriak bahagia di pinggir lapangan saat peluit berakhir.

Akan tetapi, pelatih berkepala plontos itu kali ini tidak terekam meledak-ledak kepada pemain. Seusai laga, ia justru mengomentari kepemimpinan wasit Muhammad Tri Santoso.

Hodak mengatakan, seharusnya pertandingan Persib melawan Persija dipimpin wasit terbaik. Ia mencontohkan saat putaran pertama di Bandung, wasit yang memimpin adalah yang terbaik di Asia Tenggara.

Kepemimpinan wasit lapangan Tri Santoso dan wasit video assistant referee (VAR) Aprisman Aranda memang banyak diperbincangkan. Salah satunya saat kontak fisik yang melibatkan Marko Simic dan Beckham Putra Nugraha lepas dari pantauan VAR.

Akan tetapi, apa pun hasilnya, Hodak menyatakan sangat mengapresiasi kemampuan anak buahnya saat imbang lawan Persija. Dia takjub dengan daya juang para pemain.

”Ini bukan pertama kalinya buat kami. Tim ini menjadi juara tahun lalu, tim ini juga bangkit setelah tertinggal 0-2, artinya kami punya pemain-pemain yang berkarakter,” kata Hodak.

Pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Beckham Putra (kiri) dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025). Persija gagal meraih kemenangan setelah ditahan Persib dengan skor 2-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Spt.

Kapten Persija, Rizky Ridho, memastikan hasil melawan Persib akan menjadi pelajaran berharga. Bola atas dan bola muntah akan menjadi evaluasi tim.

”Saya mohon maaf kepada the Jakmania, pendukung Persija, yang sudah hadir sudah mendukung kami dengan setia. Ketika kami menang, ketika kami kalah mereka selau setia di belakang kami. Kami mengucapkan terima kasih,” ucap Ridho.

Pelatih Persija Carlos Pena mengatakan, timnya main bagus di babak pertama. Namun, di babak kedua beberapa peluang tidak bisa dimanfaatkan dan tim gagal mempertahankan keunggulan.

”Kami harus memperbaiki diri lagi dan bermain dengan lebih dewasa,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Neli Triana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .