Rakyat AS Berdemonstrasi Atas Kematian Renee Good

Pemerintah memulai proses penyelidikan penembakan perempuan itu oleh petugas imigrasi. Namun, proses penyelidikan juga penuh dengan kontroversi.

09 Jan 2026 11:50 WIB · Internasional

AFP/CHARLY TRIBALLEAU

Oleh Elsa Emiria Leba

MINNEAPOLIS, JUMAT - Rakyat Amerika Serikat turun ke jalan untuk memprotes kematian Renee Nicole Good (37), di Minneapolis, Minnesota. Penyelidikan penembakan Good oleh petugas imigrasi sekarang memicu bentrok antara pejabat federal dan negara bagian.

Associated Press edisi Jumat (9/1/2026), melaporkan, puluhan pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung federal Minneapolis yang menjadi markas untuk penindakan imigrasi, Kamis (8/1/2026), waktu setempat. Kota-kota lain juga merencanakan protes serupa, termasuk New York, New Orleans, dan Seattle.

Aksi itu terjadi sehari setelah petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak mati Good pada 7 Januari 2026. Waktu itu, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengirim 2.000 petugas dan agen ke Minnesota untuk melakukan operasi penindakan imigrasi. Petugas ICE membunuh perempuan itu ketika ia mencoba pergi dengan mobil.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Kamis, mengatakan, akan ada penyelidikan federal atas penembakan tersebut. Namun, ia terus menyebut tindakan Good sebagai “terorisme domestik” yang berupaya menghambat operasi petugas ICE.

“Kendaraan ini digunakan untuk menabrak petugas. Kendaraan itu digunakan sebagai senjata, dan petugas tersebut merasa nyawanya terancam,” kata Noem.

Potret Renee Nicole Good ditempelkan pada tiang lampu di dekat lokasi penembakannya di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Kamis (8/1/2026). Menurut pejabat federal, seorang petugas imigrasi menembak dan membunuh Good selama konfrontasi sehari sebelumnya di Minneapolis selatan.

Noem belum secara terbuka mengidentifikasi petugas yang menembak Good. Namun, ia sempat berbicara tentang insiden pada Juni 2025 ketika petugas yang sama terluka akibat terseret kendaraan pengemudi lain yang melarikan diri di Bloomington, Minnesota. Catatan pengadilan dari kasus tersebut mengidentifikasi petugas yang diseret dan terluka sebagai Jonathan Ross. 

Penyelidikan pembunuhan Good memicu bentrok antara pejabat federal dan negara bagian. Muncul perdebatan apakah penembakan tersebut dibenarkan dan apakah lembaga penegak hukum Minnesota memiliki yurisdiksi untuk menyelidiki.

Kepala Biro Penangkapan Kriminal Minnesota, Drew Evans, mengatakan, otoritas federal telah menolak akses badan negara bagian terhadap bukti dalam kasus tersebut. Alhasil, negara bagian kesulitan untuk menyelidiki kasus penembakan itu bersama Biro Investigasi Federal (FBI).

Gubernur Minnesota Tim Walz menuntut agar penyelidik negara bagian juga terlibat dalam penyelidikan. Jika tidak, warga akan kesulitan menerima temuan para penegak hukum federal.

“Dan saya mengatakan itu hanya karena orang-orang yang berkuasa telah mengambil kesimpulan kasus, mulai dari presiden, wakil presiden, hingga Kristi Noem,” kata Walz.

Noem membantah bahwa otoritas Minnesota sedang diabaikan, Dia mengklaim, negara bagian Minnesota tidak tidak memiliki yurisdiksi dalam penyelidikan tersebut. Adapun pembunuhan Good setidaknya merupakan kematian kelima akibat aksi keras ICE sejak tahun lalu.

Kronologi kejadian

Seorang perempuan kelahiran Colorado, Good menggambarkan dirinya di media sosial sebagai “penyair, penulis, istri, dan ibu”. Ia merupakan ibu dari tiga anak yang baru pindah ke Minnesota dari Kansas City, Missouri, tahun lalu.

Mantan suaminya mengatakan, Good dan pasangannya baru saja mengantar putranya yang berusia 6 tahun ke sekolah dan sedang mengemudi pulang ketika bertemu dengan para agen ICE. Mantan suami Good meminta namanya dirahasiakan demi keselamatan anak-anak mereka.

Good tidak memiliki catatan kriminal apa pun selain tilang lalu lintas. Mantan suaminya mengatakan, Good bukan seorang aktivis serta tidak pernah berpartisipasi dalam protes apa pun. Good adalah seorang Kristen taat yang suka bernyanyi, termasuk berpartisipasi dalam paduan suara di sekolah menengah dan mempelajari pertunjukan vokal di perguruan tinggi.

Belum diketahui apa yang sebetulnya terjadi sebelum penembakan terjadi. Good meninggal karena luka tembak di kepala.

Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O’Hara tidak memberikan indikasi bahwa Good mencoba melukai siapa pun ketika ia menggambarkan kronologi penembakan  kepada wartawan, Rabu. Wali Kota Walikota Minneapolis Jacob Frey, Rabu, video penembakan tidak menunjukkan situasi yang membuat petugas harus membela diri.

Orang-orang berkumpul di jalan tempat Renee Nicole Good (37) ditembak dan dibunuh dari jarak dekat oleh seorang oleh seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) saat ia tampak mencoba melarikan diri dari agen yang mengerumuni mobilnya di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Kamis (8/1/2026). Seorang petugas imigrasi menembak Good pada 7 Januari 2026 sehingga memicu protes besar dan kemarahan dari para pemimpin lokal yang menolak klaim Gedung Putih bahwa dia adalah teroris domestik.

Dalam sebuah video yang diambil saksi mata, seorang petugas mendekati kendaraan Honda SUV yang berhenti di tengah jalan, meminta pengemudi untuk membuka pintu, dan meraih gagang pintu. Mobil itu lalu bergerak maju.

Seorang petugas ICE lain yang berdiri di depan kendaraan langsung mengeluarkan pistol dan menembak tiga kali dari jarak dekat. Petugas itu kemudian melompat mundur saat kendaraan itu bergerak ke arahnya. Tidak jelas dari video apakah petugas tersebut tertabrak oleh mobil.

Selanjutnya, mobil itu melaju kencang lalu menabrak dua mobil yang diparkir di pinggir jalan yang bersalju. Mobil itu lalu berhenti. Tubuh Good yang berlumuran darah tampak terkulai di kemudi.

Good tertembak dalam mobil di jalan dalam lingkungan perumahan, selatan pusat Kota Minneapolis. Jarak tempat kejadian sekitar 1,6 kilometer dari tempat polisi membunuh George Floyd, seorang warga kulit hitam yang memicu kembali gerakan Black Lives Matter (BLM) pada 2020.

“Saya pikir pemerintah federal akan menyadari bahwa sekarang bukanlah waktu untuk mempermainkan orang. Apa yang akan mereka coba lakukan untuk membuat Minneapolis bergejolak?” tutur Stephanie Abel, seorang perawat (56).

Pembelaan diri

Pemerintahan Trump ramai-ramai membela diri dengan menyalahkan kembali korban. Trump mengatakan, Good “dengan kejam” menabrak petugas ICE, meski rekaman video kejadian bertentangan dengan klaim tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance, Kamis, juga menyalahkan penembakan tersebut kepada terhadap kelompok sayap kiri, Demokrat, media, dan korban itu sendiri. Padahal, penyelidikan masih berlangsung.

Di Gedung Putih, Vance mengatakan, ia tidak khawatir telah mengambil kesimpulan sebelum penyelidikan selesai. Menurut dia, Good mempercepat laju mobil dan menabrak petugas.

“Saya percaya bahwa kematiannya adalah sebuah tragedi, tetapi juga menyadari bahwa itu adalah tragedi yang dia buat sendiri dan tragedi sayap kiri ekstrem yang telah menggalang seluruh gerakan, kelompok ekstremis, untuk melawan petugas penegak hukum kita,” kata Vance.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance berbicara selama konferensi pers di Ruang Konferensi Pers Brady di Gedung Putih di Washington DC, AS, Kamis (8/1/2026). Pada hari Kamis, Vance kembali menegaskan pernyataan pemerintahan Trump yang menggambarkan seorang agen imigrasi federal menembak mati seorang perempuan di Minneapolis sebagai tindakan membela diri, sebuah klaim yang dibantah oleh otoritas setempat.

Vance juga menuding para jurnalis secara keliru menggambarkan Good sebagai orang yang “tidak bersalah”. “Cara media, secara umum, melaporkan kisah ini benar-benar memalukan. Dan itu membahayakan petugas penegak hukum kita setiap hari,” ucapnya.

Para pejabat Gedung Putih turut menolak klaim bahwa langkah Trump untuk mengerahkan petugas imigrasi di kota-kota bersifat provokatif. “Pemerintahan Trump akan melipatgandakan upaya untuk menyingkirkan penjahat terburuk, pembunuh imigran ilegal, pemerkosa, dan pedofil dari jalanan Amerika,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, Kamis.

Selama periode masa kedua, Trump terus menindak keras imigrasi di kota-kota yang dikuasai Demokrat. Selain petugas ICE, ia mengerahkan pasukan Garda Nasional. Trump juga mengemukakan gagasan untuk menggunakan Undang-Undang Pemberontakan untuk mencoba menghentikan pihak-pihak yang berupaya memblokir rencananya melalui pengadilan. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto