Ramah dan Meriah, Wajah Indonesia di Piala Gothia 2025

Wakil tunggal Indonesia pada upacara pembukaan Piala Gothia 2025 mendapat sambutan positif. Pemain LKG BRI menjalin persahabatan dengan kawan internasional.

15 Jul 2025 14:09 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia

”Kalian dari mana?”. ”Indonesia”, jawab serempak 18 pria remaja yang mengenakan pakaian tari pendet lanang khas Bali. Pertanyaan dan jawaban itu tersaji dalam perjalanan sekitar satu kilometer dari stasiun trem, Centralst Drottningt, hingga memasuki kompleks Stadion Ullevi di Gothenburg, Swedia.

Sebanyak 17 pria remaja Indonesia berusia 14-15 tahun itu mengenakan pakaian tradisional ”Pulau Dewata” yang terdiri dari kamen (sarung), selendang, dan udeng (penutup kepala). Satu pemain lagi memakai pakaian khas Hanoman, salah satu karakter dalam epos Ramayana.

Pakaian Hanoman serba putih, termasuk penutup kepala, digunakan oleh M Akbar Ramadhan, penyerang yang mencetak tiga gol dalam kemenangan 5-0 tim LKG BRI Indonesia atas AFC Eskilstuna pada gim pembuka, nyaris enam jam sebelum upacara pembukaan.

Itu adalah kostum yang digunakan para pemain LKG BRI Indonesia untuk berpartisipasi pada upacara pembukaan Piala Gothia 2025 di Stadion Ullevi, Gothenburg, Selasa (15/7/2025) dini hari WIB. Dari stasiun trem hingga memasuki stadion, sudah tidak terhitung orang-orang yang memfoto mereka di sisi jalan. Ada pula yang terang-terangan meminta swafoto dengan skuad ”Laskar Kera Sakti”.

Para remaja terbaik Liga Kompas U-14 Powered by BRI musim 2024-2025 itu juga tidak pernah lupa melepaskan senyum dari wajah mereka. Setiap klik di kamera ponsel, senyum selalu merekah dari wajah mereka.

Para pemain LKG BRI Indonesia berjalan menuju Stadion Ullevi di Gothenburg, Swedia, untuk ikut serta pada parade upacara pembukaan Piala Gothia 2025, Selasa (15/7/2025) WIB. Kostum adat Bali hingga gerakan "pacu jalur" jadi warna partisipasi Indonesia dalam acara itu.

Selain kostum yang istimewa, para pemain juga menghadirkan suasana meriah selama berjalan kaki bersamaan ribuan orang lainnya yang menuju Stadion Ullevi. Mereka menyanyikan sejumlah lagu-lagu populer di Indonesia, di antaranya, ”Gemu Fa Mi Re” dan ”Stecu Stecu”.

Rinai sama sekali tidak menggentarkan semangat pemain LKG BRI Indonesia. Cuaca sejuk berkisar 19 derajat celsius tidak meruntuhkan pula keceriaan dari wajah 18 anak yang berjarak sekitar 11.000 kilometer dari keluarga mereka di Tanah Air.

Setelah berjalan sekitar satu kilometer, mereka masuk di sisi utara Stadion Ullevi yang menjadi salah satu arena utama Piala Dunia 1958. Mereka masuk dipandu oleh dua orang sukarelawan yang mengantarkan mereka ke dalam stadion.

Quote

Ini adalah kesempatan bersama seluruh pemain untuk merasakan magis Piala Gothia dalam edisi istimewa. (Rickard Gustafson)

Bendera Merah Putih yang dilengkapi tiang setinggi dua meter untuk digenggam pembawa bendera (flag bearer) diserahkan ketika mereka sudah masuk stadion. Abdalrahman Yakoub, bek sayap kanan LKG BRI Indonesia, diberikan bendera Merah Putih besar yang menandakan kehadiran kontingen Indonesia.

Ketika waktu menunjukkan pukul 20.00 waktu setempat, mereka sudah diberikan aba-aba untuk memulai parade. Pembukaan dimulai dengan pidato daring oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin. Ia menyambut para peserta Piala Gothia dengan menyebut turnamen itu sebagai pesta sepak bola remaja terakbar di dunia.

Para pemain LKG BRI Indonesia melakukan parade pada upacara pembukaan Piala Gothia 2025, Selasa (15/7/2025) WIB, di Stadion Ullevi, Gothenburg, Swedia. Kostum adat Bali hingga gerakan "pacu jalur" jadi warna partisipasi Indonesia dalam acara itu.

”Kehadiran kalian membuat kalian menjadi bagian dari sesuatu luar biasa. Ketika masuk ke dalam lapangan, kalian tidak hanya mewakili tim, tetapi juga merepresentasikan negara, mimpi kalian, dan semangat persahabatan global,” ujar Ceferin yang disambut tepuk tangan sekitar 50.000 penonton yang memadati tribune stadion dan bagian lapangan.

Pernyataan serupa juga termaktub dalam sumpah Piala Gothia yang dibacakan oleh perwakilan pemain dengan enam bahasa berbeda, yaitu bahasa Arab, bahasa Spanyol, bahasa Perancis, bahasa Jerman, bahasa Swedia, dan bahasa Inggris.

”Kami berjanji menghormati dan menjunjung tinggi semangat kesetaraan. Kami bertekad untuk menerapkan fair play dan menghormati tim, negara, dan dunia,” kata lima perwakilan pemain Piala Gothia 2025.

Sahabat baru

Saat parade dimulai dan nama Indonesia disebut pembawa acara, sebanyak 18 pemain LKG BRI Indonesia melakukan tarian viral, ”pacu jalur”, selama mengelilingi Stadion Ullevi. Para penonton yang berada di dalam lapangan merentangkan tangan ketika dilewati skuad Laskar Kera Sakti. Para pemain tidak ragu menyambut rentangan tangan itu.

Berakhirnya upacara pembukaan yang dihiasi kembang api selama dua menit tidak membuat pemain LKG BRI Indonesia bergegas meninggalkan stadion. Satu per satu tim lainnya, terutama tim putri, mendatangi mereka untuk meminta foto.

M Akbar Ramadhan (tengah), penyerang LKG BRI Indonesia, memimpin rekan setimnya pada parade upacara pembukaan Piala Gothia 2025, Selasa (15/7/2025) WIB, di Stadion Ullevi, Gothenburg, Swedia. Kostum adat Bali hingga gerakan "pacu jalur" jadi warna partisipasi Indonesia dalam acara itu.

Setelah berfoto bersama dengan latar Stadion Ullevi dan tiang di tengah lapangan bertuliskan ”50 Years Gothia Cup”, mereka berbagi suvenir. Pemain LKG BRI Indonesia memberikan atribut dari baju adat yang mereka pakai, seperti selendang dan udeng. Adapun pemain-pemain lain juga memberikan para pemain Indonesia cendera mata, misalnya syal hingga gelang.

”Saya kenal teman-teman dari banyak negara. Baru tiga hari di sini (Swedia), saya mulai percaya diri berkomunikasi berbahasa Inggris,” ujar bek tengah tim LKG BRI, Abdullah Husain, yang meminta diartikan kalimat bahasa Indonesia ke bahasa Inggris sebelum memulai pembicaraan dengan pemain lain.

Rayina Pamungkas, penyerang sayap, tak ketinggalan berbagi selendang yang dikenakannya kepada pemain lain. Ia sempat berbincang dengan pemain asal Uppsala, Swedia.

”Kapan lagi bisa kenal pemain dari luar negeri, kan, bang? Ini kesempatan saya untuk dapat pengalaman baru yang tidak bisa saya dapatkan kalau cuma tinggal di Sukabumi (Jawa Barat),” kata Rayina sembari tersenyum.

Pelaksanaan defile berjalan lancar bagi skuad Laskar Kera Sakti. Tanpa didampingi duo pelatih, Tb Wahyudiansyah dan Eddy, yang hanya bisa menyaksikan dari tribune, mereka bisa menjalankan rangkaian parade upacara pembukaan itu dengan lancar dan tanpa hambatan.

Kembang api menghiasi langit Gothenburg, Swedia, pada upacara pembukaan Piala Gothia 2025, Selasa (15/7/2025) WIB, di Stadion Ullevi, Gothenburg. Piala Gothia 2025 menjadi pelaksanaan terbesar turnamen sepak bola berdasarkan jumlah peserta.

Kemeriahan itu sejalan juga dengan ambisi Piala Gothia untuk menghadirkan edisi 2025 yang termeriah dalam sejarah turnamen itu. Sebanyak 1.939 tim peserta dari 74 negara merupakan rekor terbanyak dalam pelaksaan Piala Gothia.

Piala Gothia 2025 digelar pada Senin lalu hingga Sabtu (14-20/7/2025). Secara total, 4.895 pertandingan berlangsung pada edisi 50 tahun. Demi menghormati 50 tahun penyelenggaraan ajang itu, enam pemain yang berpartisipasi di Piala Gothia perdana pada 1975 juga dihadirkan di panggung utama upacara pembukaan yang berjalan sekitar satu jam itu.

”Ini adalah kesempatan bersama seluruh pemain untuk merasakan magis Piala Gothia dalam edisi istimewa. Kita akan merayakan momen-momen kebahagiaan terbesar dalam sejarah Piala Gothia,” ujar Presiden SKF Rickard Gustafson yang mewakili SKF sebagai salah satu sponsor utama Piala Gothia.

Piala Gothia sekali lagi membuktikan lebih dari sekadar turnamen sepak bola untuk mencari tim terbaik. Di Gothenburg, pesepak bola belia membaur dan saling mengenal rekan anyar dari beragam negara sebelum mereka memasuki dunia profesional yang menyajikan persaingan global.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase