Pada Rapim TNI AD, Presiden Prabowo Subianto dalam telekonferensi menegaskan arti penting ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
03 Feb 2025 21:11 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto yang memberikan penghargaan secara virtual dalam Rapat Pimpinan TNI AD menggarisbawahi arti penting ketahanan pangan. TNI diminta untuk ikut membantu agar ketahanan pangan ini menguntungkan semua pihak.
”Kita semua punya tanggung jawab. Ketahanan pangan itu sangat penting untuk kita,” kata Presiden Prabowo Subianto melalui telekonferensi, Senin (3/2/2025).
Dalam pengarahannya, Prabowo juga membahas pentingnya pembelian padi yang menguntungkan petani, pengusaha, dan masyarakat secara proporsional. Ia mengatakan, dalam proses menuju ketahanan pangan, kesejahteraan petani harus tetap dijaga.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menceritakan dia telah mengecek langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua sekolah di Jakarta Timur, termasuk dapurnya. Program MBG yang ia tinjau, menurut dia sudah bagus, walau tentunya masih ada masalah.
Jadi, nanti bagaimana hasil itu bisa betul-betul ditampung oleh Bulog, dalam hal ini, dan juga memastikan harga itu bisa dibeli dengan harga yang baik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/03/20d353f4f4f499ca6be43c3f4b8e3a89-WhatsApp_Image_2025_02_03_at_20.38.01.jpeg)
Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, terkait ketahanan pangan, ada beberapa langkah yang sudah dan akan ditingkatkan TNI AD. Misalnya, TNI AD akan turut mengelola lahan tidur atau tak terpakai.
Hasil lahan itu dikelola agar harga tidak merugikan salah satu pihak. ”Jadi, nanti bagaimana hasil (pengelolaan lahan tidur) itu bisa betul-betul ditampung oleh Bulog, dalam hal ini, dan juga memastikan harga itu bisa dibeli dengan harga yang baik,” kata Maruli.
Selain itu, hasil dari lahan tidur itu bisa digunakan untuk memasok kebutuhan pangan program MBG. Program MBG bukan hanya menguntungkan siswa yang mendapat makanan bergizi, tetapi juga masyarakat yang menanam.
Ia mengatakan, dengan adanya MBG ini, sudah ada pasar yang pasti bagi petani sayur dan buah-buahan, bahkan peternak ayam dan petelur. Ia yakin hasil tani dari pengolahan yang dilakukan TNI pasti akan habis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/26/9cbc933d-54d1-429e-ba31-ba0e9f3cb6af_jpg.jpg)
Saat ini pun TNI AD telah memiliki 240 titik MBG, termasuk di Papua. ”Ada 82 juta anak sekolah yang akan diikutkan dalam program ini, itu belum termasuk ibu-ibu hamil. Pasti hasil petani akan laku,” kata Maruli.
Langkah awal untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur, menurut Maruli, adalah dengan melaksanakan perbaikan kebun atau sawah yang punya masalah pengairan. Upaya ini sudah dilakukan TNI AD selama beberapa tahun belakang.
Program pipanisasi serta pompa hidran tersebut telah mengairi 50.000 hektar lahan. TNI AD memiliki data lengkapnya. Kerja sama juga telah dilakukan dengan PTPN seperti di Cibenda, dan nantinya ada di Purwakarta, Cianjur, dan di Baturaja.
Maruli juga menyinggung arahan Prabowo soal pelayanan kesehatan gratis. TNI AD akan melaksanakannya dengan membuat kompi kesehatan. Sebagaimana rencana Prabowo ketika ia menjadi Menteri Pertahanan, akan membentuk 100 batalyon teritorial di seluruh Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/06/26/a535358b-34ee-4140-84ca-a9407ebf0432_jpg.jpg)
Di dalam batalyon ini, di antaranya, ada kompi pangan dan kesehatan. ”Di Kodam ini sudah ada rumah sakit lapangan. Nanti kita bisa maksimalkan itu semua. Sementara yang belum ada mungkin kita kerjakan manual lagi,” kata Maruli.
Di sela-sela rapim, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian prajurit serta PNS TNI AD, Maruli Simanjuntak, didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny Uli Simanjuntak, memberangkatkan 302 calon jemaah umrah.
Maruli menyampaikan bahwa program umrah ini merupakan wujud penghargaan kepada personel yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi luar biasa di satuannya masing-masing.
”Setiap Korem kita pilih satu prajurit yang memiliki prestasi. Ke depan, kita berharap semakin banyak anggota beserta istri atau suami yang bisa diberangkatkan umrah,” ujar Maruli.
Penulis:
Edna Caroline PattisinaEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono