MAKAN BERGIZI GRATIS

Ratusan Pelajar dan Guru di Klaten Keracunan Seusai Menyantap Menu MBG, SPPG Ditutup 3 Hari

Dugaan keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis kembali terjadi. Sebanyak 189 siswa dan guru SMP di Klaten mengalami keracunan seusai makan menu MBG.

29 Apr 2026 20:56 WIB · Kesehatan

KOMPAS/SUPRIYANTO

Oleh Kristi Dwi Utami

SEMARANG, KOMPAS — Ratusan pelajar dan guru di salah satu SMP di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/4/2026). Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut ditutup selama tiga hari untuk dievaluasi.

Peristiwa keracunan itu pertama kali diketahui setelah para pelajar serta guru dari SMP tersebut mengeluhkan gejala keracunan, seperti mual, muntah, sakit perut, pusing, dan diare. Sebagian dari mereka kemudian memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit.

”Yang mengeluhkan gejala keracunan itu ada 189 orang, terdiri dari siswa dan guru. Hingga hari ini, sebanyak sembilan orang dirawat di puskesmas dan dua orang dirawat di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budiarto, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan penelusuran Dinas Kesehatan Klaten, para siswa dan guru yang mengalami gejala keracunan tersebut mengonsumsi makanan yang sama sebelumnya, yakni menu MBG. Pada Selasa, menu MBG yang mereka konsumsi adalah telur puyuh, gelantin, dan sup timlo.

Siswa memperlihatkan paket makanan bergizi gratis pada bulan Ramadhan di SDN 15 Slipi, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serempak pada bulan Ramadhan mulai dilakukan sejak 23 Februari 2026. Di SDN 15 Slipi, menu MBG dibagikan dua kali dalam seminggu, yakni menu untuk hari Senin, Selasa, dan Rabu diberikan pada hari Senin, sedangkan untuk menu hari Kamis dan Jumat, menu MBG diberikan kepada siswa pada hari Kamis. MBG yang diberikan pada bulan Ramadhan ini berbentuk paket makanan kemasan siap makan.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
26-02-2026

Untuk memastikan penyebab keracunan tersebut, Dinas Kesehatan Klaten mengirim sampel MBG itu untuk diuji di laboratorium kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Anggit, hasil pengujian itu kemungkinan bisa diketahui dalam waktu 5-7 hari.

Anggit menuturkan, Pemerintah Kabupaten Klaten telah melakukan pengecekan ke SPPG Sorogaten yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut. Dari pengecekan itu diketahui bahwa SPPG tersebut telah memenuhi syarat operasional, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan izin lingkungan.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah permasalahan dalam kegiatan pengecekan di SPPG Sorogaten. Menurut Hamenang, ada beberapa prosedur operasi standar (SOP) yang dilanggar oleh SPPG Sorogaten.

”Fasilitas pendingin atau cool storage tidak berfungsi optimal serta gudang penyimpanan bahan keringnya tidak dilengkapi pendingin ruangan. Selain itu, ditemukan pula permasalahan pada instalasi pengolahan air limbah yang belum sesuai ketentuan,” ucap Hamenang.

Ilustrasi Opini - Refokus Program Makan Bergizi Gratis

Atas temuan itu, Hamenang menyebut, Pemkab Klaten mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional agar SPPG Sorogaten ditutup sementara. Selama proses penutupan sementara itu, SPPG diminta berbenah.

Hamenang mengharapkan peningkatan kualitas pengelolaan SPPG secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Menurut dia, semua SPPG perlu lebih disiplin dalam menerapkan SOP yang telah ditentukan.

”Ini menjadi peringatan bagi semua pengelola SPPG agar lebih disiplin dalam menjalankan SOP. Program ini sangat baik untuk mendukung anak-anak kita menjadi sehat, kuat, dan cerdas sehingga harus dijalankan dengan maksimal tanpa menimbulkan masalah,” ujar Hamenang.

Dia menambahkan, Pemkab Klaten memastikan penanganan terhadap siswa dan guru yang terdampak berjalan optimal melalui fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

”Penanganan medis terus kami lakukan. Sementara itu, tanggung jawab dari pihak SPPG juga kami dorong. Statusnya masih dugaan karena kita menunggu hasil laboratorium,” katanya.

Infografik riset sentimen warganet terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, kasus dugaan keracunan seusai menyantap MBG juga terjadi di Kabupaten Demak, Jateng, Sabtu (18/4/2026). Akibat kejadian itu, sedikitnya 187 orang mengeluhkan gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 134 orang dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 68 orang harus menjalani rawat inap dan 66 orang menjalani rawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Demak Ali Maimun menyebut, pihaknya mengirimkan sampel menu MBG untuk dicek di laboratorium kesehatan. Sampel menu MBG yang dikirim untuk dites meliputi nasi goreng, acar, telur ceplok, jeruk, tahu, dan susu.

”Dari hasil pengecekan diketahui menu nasi goreng dan acar, jeruk, telur ceplok, dan tahu goreng positif bakteri Escherichia coli,” ucap Ali.

Quote

Program ini sangat baik untuk mendukung anak-anak kita menjadi sehat, kuat, dan cerdas sehingga harus dijalankan dengan maksimal tanpa menimbulkan masalah.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar