Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis polisi, dimakamkan di TPU Karet Bivak. Ratusan rekannya mengantar Affan ke rumah abadi.
29 Agt 2025 11:40 WIB · Metropolitan
JAKARTA, KOMPAS — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) memadati Tempat Pemakaman Umum atau TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, untuk mengantarkan rekan mereka, Affan Kurniawan (21), ke peristirahatan terakhir pada Jumat (29/8/2025).
Jenazah Affan tiba di lokasi sekitar pukul 10.10 WIB sebelum dimakamkan di Blok AA1, Blad 1060, Petak 0930.
Suasana haru menyelimuti proses pemakaman. Ratusan rekan sesama pengemudi ojek daring tampak mengiringi, mengawal, hingga mengangkat keranda almarhum menuju liang lahat.
Sekitar pukul 10.30 WIB, jenazah dimakamkan dengan diiringi bacaan tahlil dan kumandang Al-Fatihah, sebagai doa dan penghormatan terakhir.
Sejumlah tokoh publik juga hadir memberi penghormatan, di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri, anggota DPR Rieke Diah Pitaloka, serta perwakilan dari manajemen GoTo (Gojek Tokopedia).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/cb0eb8154d8b371f7fadc29358dcfc58-WhatsApp_Image_2025_08_29_at_11.27.26.jpeg)
Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menimpa Affan. ”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak,” ujarnya.
Anies juga mendoakan agar keluarga almarhum diberi ketabahan menghadapi cobaan ini. ”Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta. Semoga para pengemudi ojek online tetap kuat, terus saling mendukung, dan semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Affan dinyatakan meninggal setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas ojek daring dan masyarakat luas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/8537c1035babe445fe2505812cc0e40a-WhatsApp_Image_2025_08_29_at_11.27.27_1_.jpeg)
Sementara itu, puluhan pengendara ojek daring mendatangi Gedung DPR di Jakarta, Jumat (29/8/2025) pagi. Aksi itu sebagai bentuk solidaritas terhadap tewasnya rekan mereka Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis Brimob Polri, Kamis (28/8/2025) malam.
Puluhan pengendara ojek daring itu dari berbagai penyedia jasa ojek daring. Mereka tiba di lokasi sejak pukul 08.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor.
Dari data yang dihimpun Kompas (Kompas.id) di lokasi, mereka meluapkan kekesalan atas tewasnya rekan kerja mereka. Kekesalan mereka kian terlihat tatkala melihat kendaraan taktis Brimob yang diparkir di halaman dalam Gedung DPR.
Dari pembicaraan para pengendara ojek daring di lapangan, mereka berencana menggelar aksi lebih besar lagi. Salah satu lokasinya di depan Gedung DPR.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/7d1668fb407f886cffe5fef0ea630bf3-WhatsApp_Image_2025_08_29_at_11.25.49.jpeg)
”Kegelisahan semua pengendara ojek daring (ojol) karena semalam teman kami meninggal dilindas kendaraan taktis polisi. Kami kesal,” ujar Jamal (37), pengendara ojek daring, saat ditemui di lokasi.
Jamal menuturkan lebih lanjut, polisi harusnya mengayomi, bukan malah melindas rekan mereka hingga tewas. Mereka berharap anggota Polri yang melindas rekannya pada Kamis malam dihukum setimpal. ”Ini masalah nyawa,” ujarnya.
Jamal juga kesal dengan tunjangan anggora DPR yang fantastis. Sementara masyarakat termasuk pengendara ojek daring kesulitan mencari uang.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al Hamasy, Emanuel Edi SaputraEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto