Pakistan Klaim Tewaskan Ratusan Milisi Taliban

Taliban menggunakan panser, tank, hingga kendaraan taktis buatan Barat. Hampir 300 orang tewas di antara pasukan dari Afghanistan dan Pakistan.

12 Okt 2025 19:34 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

ISLAMABAD, MINGGU — Otoritas Afghanistan dan Pakistan mengklaim hampir 300 orang tewas di kedua belah pihak. Selain itu, ada korban cedera akibat baku tembak di perbatasan kedua negara.

Media Pakistan, The Nation dan The Dawn, pada Minggu (12/10/2025) melaporkan, baku tembak terjadi pada Sabtu menjelang tengah malam. Pakistan menyebut, Afghanistan menyerang duluan pada Sabtu. Akibatnya, Pakistan membalas dengan menggunakan tank, artileri medan, dan senapan.

Sementara media Afghanistan, Khaama, melaporkan bahwa Taliban melancarkan serangan balasan. Sebab, pesawat Pakistan menyerang Kabul dan sejumlah lokasi lain di Afghanistan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.

Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyebut 58 tentara Pakistan tewas dan 30 lain cedera dalam pertempuran Sabtu malam. Sementara sembilan anggota Taliban tewas.

Versi Pakistan, paling sedikit 200 anggota Taliban dan kelompok pendukungnya tewas. Selain itu, diduga ada banyak lainnya yang cedera. Islamabad menyebut, sebanyak 23 tentara Pakistan tewas dan 29 lain cedera dalam baku tembak itu.

Pertempuran terjadi di berbagai lokasi sepanjang perbatasan kedua negara. Baku tembak, antara lain, dilaporkan pecah dekat Spin Boldak yang disebut salah satu markas utama Taliban di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Pertempuran juga dilaporkan terjadi di Brabcha, Barikot, Zhob, dan Manojba.

Taliban security personnel patrol on a Humvee in the Shorabak district near the Afghanistan-Pakistan border on October 12, 2025. Key border crossings between Pakistan and Afghanistan were closed on October 12 after fierce clashes erupted overnight following Taliban accusations that Islamabad had carried out air strikes this week, officials said. (Photo by Sanaullah SEIAM / AFP)

Senjata Barat

Direktorat Jenderal Komunikasi Militer Pakistan, ISPR, menyebut Taliban menggunakan panser, tank, hingga kendaraan taktis buatan Barat. ”Malam ini, pasukan Taliban memulai penggunaan senjata. Kami awalnya membalas dengan senjata ringan, lalu artileri berat ke empat lokasi di perbatasan,” demikian sumber di pasukan penjaga perbatasan Pakistan yang menolak identitasnya diungkap.

Pakistan menuding Taliban memakai pesawat nirawak pengangkut peledak. Islamabad menuding, Taliban menyerang duluan tanpa alasan dengan aneka persenjataan buatan Barat.

Diduga, aneka peralatan tempur itu hasil sitaan kala Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021. Waktu itu, Amerika Serikat dan sekutunya meninggalkan aneka persenjataan selepas mundur mendadak dari Afghanistan.

ISPR menuding, Taliban menyerang Afghanistan bersama sejumlah kelompok militan sokongan India. Kelompok-kelompok itu berbasis di perbatasan Afghanistan-Pakistan.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Enayatullah Khowarazmi, menyebut bahwa pesawat Pakistan melanggar wilayah udara Afghanistan. ”Kami melancarkan tanggapan keras,” katanya.

Pakistan tidak menanggapi tudingan serangan udara itu. Pakistan hanya menyebut, Taliban membiarkan sejumlah elemen penyerang Pakistan berada di Afghanistan. Akibatnya, Pakistan harus bertindak. Sumber ke Kemenhan Pakistan menyebut, sasaran serangan adalah para petinggi kelompok-kelompok itu.

Baku tembak terjadi kala Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Muttaqi, berada di India. Dari New Delhi, Muttaqi menyebut kondisi segera terkendali.

Ia menyebut, ada kelompok-kelompok di Pakistan yang tidak mau Islamabad-Kabul berbaikan. Afghanistan akan teguh mempertahankan kedaulatannya.

Sampai sekarang, Pakistan belum mengakui Taliban sebagai pihak berkuasa di Afghanistan. Meski demikian, Islamabad tetap mempertahankan relasi melalui aneka jalur komunikasi dengan Kabul. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto