Rawan Bencana, Tata Ruang di Jabar Bakal Dievaluasi

Longsor dan banjir terjadi di Bogor dan Bekasi, Jawa Barat.  Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengevaluasi tata ruang yang buruk.

05 Mar 2025 11:26 WIB · Nusantara

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

BANDUNG, KOMPAS — Kondisi tata ruang di Jawa Barat yang berpotensi tidak sesuai dengan kondisi alam di sekitarnya akan segera dievaluasi. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jabar bakal bertemu dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk membahas hal ini.

”Hari Selasa pekan depan kami akan bertemu dengan pemerintah pusat mengenai evaluasi tata ruang tersebut, terutama Kementerian ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional),” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung, Rabu (5/3/2025).

Dedi menyampaikan hal itu menanggapi bencana alam yang terjadi di Jabar beberapa hari terakhir. Banjir melanda Kota dan Kabupaten Bekasi, sedangkan longsor terjadi di Kota dan Kabupaten Bogor.

Warga menjaga tokonya saat banjir di kawasan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Hujan yang mengguyur Kota Bekasi sejak Senin (3/3/2025) malam menyebabkan banjir.
Warga bersantai di depan warung saat banjir di kawasan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Hujan yang mengguyur Kota Bekasi sejak Senin (3/3/2025) malam menyebabkan banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 04-03-2025
Warga menerobos banjir di kawasan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Hujan yang mengguyur Kota Bekasi sejak Senin (3/3/2025) malam menyebabkan banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 04-03-2025
Kendaraan dari kedua arah melintasi sisi tengah pada salah satu ruas jalan Jend Ahmad Yani, Kota Bekasi untuk menghindari banjir sehingga menyebabkan kemacetan, Selasa (4/3/2025). Kompas/Riza Fathoni (RZF)
Pegawai perkantoran di kawasan Jalan Jend Ahmad Yani, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi menumpang perahu karet untuk menghindari banjir, Selasa (4/3/2025). Kompas/Riza Fathoni (RZF)
Pengendara sepeda motor menerobos banjir di kawasan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Hujan yang mengguyur Kota Bekasi sejak Senin (3/3/2025) malam menyebabkan banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 04-03-2025
Emplasemen Stasiun Bekasi, Jawa Barat tepatnya di jalur 7 dan 8 terdapat genangan air, meski demikian, KRL Commuter Line masih tetap jalan dengan pola rekayasa operasi, Selasa (4/3/2025). Banjir sedalam 80 hingga 100 centimeter ini melumpuhkan akses pintu selatan stasiun tersebut. Penumpang KRL Commuter Line terpaksa dialihkan ke pintu utara Jalan Perjuangan. Aliran listrik di Stasiun Bekasi sementara masih menggunakan genset karena pasokan listrik PLN padam imbas banjir Bekasi. Fasilitas seperti lift dan eskalator mati dan tidak bisa digunakan pengguna KRL Commuter Line. Meski demikian, perjalanan layanan KRL Bekasi-Cikarang pada Selasa siang tersebut masih dalam kondisi normal. Sebelumnya, kawasan sekitar Stasiun Bekasi mengalami banjir imbas meluapnya air di Kali Bekasi. Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Dedi mengatakan, penanganan terhadap warga terdampak seperti evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan dasar masih dilakukan. Namun, evaluasi ke depan juga mesti dipikirkan agar semua pihak tidak mengulangi kebijakan yang salah. Segala jenis perizinan, menurut dia, harus dibuat dengan kehendak alam dan sesuai dengan prinsip pengelolaan lingkungan.

”Bendungan Cibeet akan dibangun di Bogor sebagai area tangkapan air untuk meminimalkan banjir di Bekasi. Namun, kami juga berharap warga arif terhadap lingkungan. Mulai tidak menutup saluran air hingga tidak membuang sampah ke sungai,” kata Dedi.

Hadi Rahmat, Pranata Humas Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, mengatakan, longsor di Kota Bogor terjadi di lima kecamatan dan 19 desa. Longsor berdampak pada 150 jiwa, merusak 12 rumah, serta mengancam 17 rumah lainnya.

Di Kabupaten Bogor, longsor terjadi di 11 kecamatan dan 24 desa. Bencana itu berdampak pada 152 jiwa dan 43 orang mengungsi.

Tiang pancang penahan terlihat mencuat di tepi akses Jalan Saleh Danasasmita, Batu Tulis, Kota Bogor, Jawa Barat, yang terputus karena rekahan akibat tanah ambles, Selasa (4/3/3/2025). Tanah ambles ini terjadi pada pukul 00.10 dan pukul 03.00 dini hari setelah hujan lebat mengguyur Bogor sejak siang hingga malam hari.
Kondisi akses Jalan Saleh Danasasmita, Batu Tulis, Kota Bogor, yang terputus dan terancam jebol dindingnya karena rekahan akibat tanah amblas, Selasa (4/3/3/2025). Tanah amblas ini terjadi pada pukul 00.10 dan pukul 03.00 dinihari, setelah hujan lebat mengguyur bogor sejak siang hingga malam hari. Amblasan yang mengancam terjadinya longsoran tebing ini memutus akses dari Bogor ke Sukabumi via Cijeruk. Peristiwa amblasan tanah tebing yang posisinya di atas Stasiun Batu Tulis beberapa tahun lalu pernah dua kali terjadi. Kondisi tebing kawasan ini semakin curam setelah perluasan area stasiun dan pembangunan underpass rel kereta api Bogor-Sukabumi. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 4-3-2025
Foto udara hunian warga yang berada di hulu Sungai Ciliwung di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). Hujan dengan intensitas lebat dari Minggu (2/3/2025) sore hingga malam menyebabkan hunian warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung terendam dan sebagian rusak serta sejumlah jembatan desa terputus. Seorang warga tewas dalam peristiwa tersebut. Masifnya alih fungsi lahan membuat daya resap tanah terhadap air di hulu Sungai Ciliwung makin rendah. KOMPAS/AGUS SUSANTO 3-3-2025
Warga membereskan hunian setelah banjir bandang melanda Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). Hujan dengan intensitas lebat dari Minggu (2/3/2025) sore hingga malam menyebabkan hunian warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung terendam dan sebagian rusak serta sejumlah jembatan desa terputus. Seorang warga tewas dalam peristiwa tersebut. KOMPAS/AGUS SUSANTO 3-3-2025
Warga membereskan hunian setelah banjir bandang melanda Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). Hujan dengan intensitas lebat dari Minggu (2/3/2025) sore hingga malam menyebabkan hunian warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung terendam dan sebagian rusak serta sejumlah jembatan desa terputus. Seorang warga tewas dalam peristiwa tersebut. KOMPAS/AGUS SUSANTO 3-3-2025
Warga membereskan hunian setelah banjir bandang melanda Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). Hujan dengan intensitas lebat dari Minggu (2/3/2025) sore hingga malam menyebabkan hunian warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung terendam dan sebagian rusak serta sejumlah jembatan desa terputus. Seorang warga tewas dalam peristiwa tersebut. KOMPAS/AGUS SUSANTO 3-3-2025

Terkait hal itu, sejak Selasa (4/3/2025), Pemkot Bogor menetapkan status siaga darurat bencana. Status itu ditetapkan 30 hari, periode 4 Maret-2 April 2025.

Sementara itu, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir di Kota Bekasi menggenangi 25 kelurahan di 12 kecamatan. Masyarakat terdampak tercatat 61.233 jiwa.

Di Kabupaten Bekasi, banjir berdampak pada 51.320 jiwa di 41 desa dan 14 kecamatan. Sejauh ini Pemkab Bekasi sudah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi basah sejak tahun lalu. Periodenya 21 Oktober 2024 hingga 31 Mei 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto