Timnas Jerman menyudahi tren buruk tiga kekalahan beruntun. Reaksi dari Nagelsmann mengubah peruntungan tim, terutama berkat kehadiran striker muda Maximilian Beier.
08 Sep 2025 07:17 WIB · Olahraga
KOELN, MINGGU — Tim nasional sepak bola Jerman nyaris terpuruk lagi setelah penampilan datar selama satu jam awal versus Irlandia Utara. Beruntung, Pelatih Julian Nagelsmann mampu menemukan solusi dari bangku cadangan yang sukses memicu erupsi tim ”Panser” pada setengah jam terakhir laga.
Skuad Jerman menebus dosa di kandang sendiri, yaitu di Stadion RheinEnergie, Koeln, Senin (8/9/2025) dini hari WIB. Tiga hari seusai takluk 0-2 dari Slowakia dalam laga pembuka kualifikasi Piala Dunia Grup A, Florian Wirtz dan rekan-rekan menang 3-1 atas Irlandia Utara.
”Kita semua tahu pertandingan terakhir itu bencana dan kami ingin memperbaikinya hari ini. Kami kurang bersemangat melawan Slowakia, tetapi kami bermain lebih baik hari ini. Penampilan kami bagus dan kami sangat puas,” kata Wirtz, pencetak gol ketiga Jerman lewat tendangan bebas.
Skor akhir mencerminkan kemenangan yang nyaman dari tuan rumah. Namun, kenyataan di lapangan sebaliknya. Jerman sempat kesulitan hingga menit ke-60, yaitu saat tertahan 1-1, menghadapi penampilan energik tim tamu yang dipimpin bek sayap Liverpool, Conor Bradley.
Nagelsmann langsung merespons dari pinggir lapangan. Dia mengincar kemenangan untuk mengobati luka Jerman yang kalah beruntun dalam tiga laga terakhir. Dua pemain di lini serang, Nick Woltemade dan Serge Gnabry, digantikan oleh Maximilian Beier dan Nadiem Amiri.
Formasi Jerman tidak berubah dengan pergantian pemain itu, yaitu masih tetap 3-4-2-1. Hanya saja, profil yang diturunkan berbeda, terutama Beier. Penyerang 22 tahun dari klub Borussia Dortmund itu banyak melakukan sprint tanpa bola untuk mengacaukan struktur formasi tiga bek tengah sejajar lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/22c5b2b06eef1343979bb313786a4be5-wires_photo_2025_09_08T051547.910.jpg)
Woltemade, penyerang baru Newcastle United, terlalu pasif. Kontribusinya nyaris tidak terlihat, selain asis untuk gol pembuka Gnabry yang bermula dari transisi serangan balik setelah lawan kehilangan penguasaan. Striker jangkung itu gagal menghasilkan tembakan selama satu jam bermain.
Kurang dari sepuluh menit setelah Beier masuk, Jerman kembali unggul 2-1 lewat gol Amiri. Gol itu bermula dari pergerakan tanpa bola Beier. Bek sayap David Raum berniat mengumpan silang ke Beier, tetapi bola terlalu kencang dan jatuh ke kaki Amiri. Pertahanan Irlandia Utara terlihat panik.
Kehadiran Beier juga sukses memukul mundur blok medium tim tamu yang cukup efektif. Alhasil, serangan dari lini kedua yang dimotori Wirtz dan Amiri semakin leluasa.
Jerman mencatat total 11 tembakan sepanjang laga. Delapan kali tembakan di antaranya dihasilkan setelah menit ke-60.
Erupsi penampilan tim ”Panser” terlalu dahsyat. Baru tiga menit berbalik unggul, agresivitas mereka memaksa pelanggaran pemain lawan di depan kotak penalti. Tendangan bebas dieksekusi dengan sempurna oleh Wirtz yang sekaligus menjauhkan keunggulan tuan rumah 3-1.
Nagelsmann berkata, pertandingan itu membuktikan betapa pentingnya momentum. ”Situasinya tidak mudah. Tim lawan membuat kami tidak nyaman. Apalagi, setelah kemasukan, kami agak ragu-ragu. Pada akhirnya, kami pantas menang karena mampu kembali ke wajah asli,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/18c268c709d2e49cd30332646f1334f7-Germany_Northern_Ireland_WCup_Soccer_2_.jpeg)
Beier merupakan sosok pembeda yang muncul tiba-tiba. Semestinya, jika tidak cedera, penyerang veteran Niclas Fuellkrug biasanya menjadi pengganti. Setelah terakhir kali dimainkan di timnas pada September 2024, Beier pun kembali dipercaya karena keterbatasan opsi di lini serang Jerman.
Peran Beier mulai membuka mata sang pelatih. Dia mumpuni untuk menjadi opsi pemecah masalah Jerman di jeda internasional berikutnya. Tim ”Panser” sedang berada dalam krisis lini depan akibat Kai Havertz dan Jamal Musiala yang terdampak cedera panjang.
Woltemade, sejak diberikan debut di laga versus Portugal pada Juni lalu, belum mencetak gol dalam empat pertandingan. Jerman juga kalah beruntun dalam tiga laga sebelumnya. Sementara Fuellkrug yang bertipe penyerang tradisional tampak kurang cocok dengan permainan cepat ala Jerman.
Solusi di serangan itu disertai dengan masalah yang semakin jelas di pertahanan. Jerman sering kali kehilangan fokus dan disiplin di pertengahan laga, seperti dalam dua laga terakhir. Pada laga tadi, mereka sempat begitu mudah diserang oleh tim tamu pada 15 menit jelang turun minum.
Rentetan serangan Irlandia Utara berujung gol penyeimbang dari Isaac Price dari skema tendangan sudut. Serangan bertubi-tubi tim tamu setelah gol sempat mengancam Jerman, tetapi masih kurang efisien dalam sentuhan akhir. Adapun Irlandia Utara merupakan tim peringkat ke-71 dunia yang diisi mayoritas pemain dari divisi kedua Liga Inggris.
Jerman bisa sedikit tenang dengan kemenangan perdana itu, tetapi perjalanan ke Piala Dunia masih panjang dan berliku. Mereka masih menempati peringkat ketiga grup (3 poin), di bawah Irlandia Utara (3) dan Slowakia (6). Hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke Piala Dunia. (AP/AFP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto