Presiden Maladewa Mohamed Muizzu menggelar konferensi pers dari pagi sampai menjelang subuh. Betul-betul banyak omong.
04 Mei 2025 15:15 WIB · Internasional
MALE, MINGGU — Pejabat yang terbuka dan mau menjawab pertanyaan jurnalis memang baik. Akan tetapi, tidak berarti sampai 15 jam seperti dilakukan Presiden Maladewa Mohamed Muizzu. Meski demikian, ia belum mengalahkan rekor senator Amerika Serikat, Cory Booker.
Konferensi pers sepanjang itu merupakan cara Muizzu merayakan Hari Kebebasan Pers Dunia, Sabtu (3/5/2025). Dimulai pada pukul 10.00 waktu Male, Muizzu menjawab banyak pertanyaan sampai Minggu dini hari. Total 14 jam 54 menit dihabiskan dalam konferensi pers itu.
Hampir dua lusin jurnalis ikut dalam konferensi pers itu. Pertanyaan mereka dijawab bergantian oleh Muizzu. Waktu shalat menjeda sebentar konferensi pers itu. ”Konferensi terus berlangsung hingga lewat tengah malam,” demikian bunyi pernyataan dari Kantor Kepresidenan Maladewa.
Dengan konferensi pers selama hampir 15 jam itu, sudah pasti Muizzu mencetak rekor dunia baru untuk seorang presiden. Ia memecahkan rekor sebelumnya yang dibuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Pada 2019, Zelenskyy membuat 14 jam pidato di depan jurnalis. Zelenskyy memecahkan rekor pidato Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Pada 2015, Lukashenko mengadakan konferensi pers selama tujuh jam yang diikuti para jurnalis dari media asing.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/44d8421e-7871-4f1e-9921-f6e186044a3b_jpg.jpg)
Konferensi pers selama itu juga menjadi penegas Muizzu atas peran media. ”Ia mengakui peran penting pers dalam masyarakat dan menekankan pentingnya pelaporan yang faktual, berimbang, dan tidak memihak,” demikian disampaikan dalam pernyataan itu.
Pernyataan itu sekaligus menandai peringkat terbaru Maladewa dalam bidang kebebasan pers. Menurut Indeks Kebebasan Pers Dunia 2025 yang diterbitkan Reporters without Borders (RSF), Maladewa kini berada di peringkat ke-104 dunia atau naik dari sebelumnya di peringkat ke-180.
Selain rekor yang dibuat Muizzu, sebetulnya sudah ada rekor dunia lain yang dibuat mantan Presiden Mohamed Nasheed. Pendahulu Muizzu ini mencetak rekor dunia dengan mengadakan rapat kabinet bawah air pertama pada tahun 2009.
Aksi Nasheed itu untuk menyoroti ancaman naiknya permukaan air laut yang berpotensi menenggelamkan negara dengan 1.192 pulau itu. Mantan Presiden Mohamed Nasheed terjun ke Samudra Hindia bersama para menterinya dengan mengenakan peralatan selam. Mereka menggelar rapat bawah laut dan disiarkan secara nasional.
Adapun Booker, politisi dari Partai Demokrat, melalui pidato maratonnya mengkritisi kebijakan Presiden Donald Trump. Ia berpidato pada Senin (31/3/2025) dan selesai pada Selasa (1/4/2025).
Sebelum Booker, menurut laporan BBC, rekor pidato di Senat dipegang oleh Senator Republik Strom Thurmond. Pada 1957, Thurmond masihlah seorang Demokrat. Ia berbicara selama 24 jam dan 18 menit menentang Undang-Undang Hak Sipil.
(AFP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti