Remaja 16 Tahun Liverpool, Rio Ngumoha Si Penakluk ”Neraka”

Bukan Mohamed Salah ataupun Florian Wirtz yang bisa meredam atmosfer ”neraka” St James’ Park. Justru bocah 16 tahun, Rio Ngumoha, yang mampu menjinakkan Newcastle.

26 Agt 2025 07:25 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

NEWCASTLE, SELASA — Empat hari sebelum ulang tahun ke-17, pemain remaja Liverpool, Rio Ngumoha, menuliskan sejarah indah dalam debut Liga Inggris di Stadion St James’ Park. Datang dari bangku cadangan, Ngumoha menyelamatkan ”Si Merah” dari badai amarah para penggemar dan pemain Newcastle United.

Liverpool nyaris kehabisan jawaban di St James’ Park, Selasa (26/8/2025) WIB. Newcastle, tertinggal 0-2 lebih dulu, mampu menyamakan kedudukan walaupun tampil dengan sepuluh pemain sejak akhir paruh pertama. Tim tuan rumah memanfaatkan dukungan berapi-api para penggemar, terutama seusai gol pertama dari gelandang Bruno Guimaraes pada menit ke-57.

Bagi para pemain dan penggemar Newcastle, laga hari itu lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Mereka datang dengan misi balas dendam. Penyerang andalan tuan rumah, Alexander Isak, harus absen di laga ini akibat rumor transfer ke Liverpool. Gelombang amarah itu menjadi bahan bakar Newcastle untuk bangkit.

Liverpool unggul jumlah pemain, tetapi kalah determinasi. Para pemain bintang, seperti Mohamed Salah dan Florian Wirtz, tidak bisa berbuat banyak sampai akhirnya Manajer Arne Slot bertaruh dengan memasukkan Ngumoha di injury time. Pemain yang dipromosikan dari akademi Liverpool itu menggantikan pemain sayap Cody Gakpo.

Tidak percuma Ngumoha harus menunggu lima menit di tepi lapangan untuk masuk. Saat injury time memasuki menit ke-100, laga tersisa semenit lagi, dia menyelamatkan tim tamu lewat gol kemenangan. Gol itu berasal dari kombinasi umpan silang Salah, kecerdasan Dominik Szoboszlai melewatkan bola, dan penyelesaian matang Ngumoha.

Liverpool's English striker #73 Rio Ngumoha celebrates in front of the Newcastle fans after scoring their third goal during the English Premier League football match between Newcastle United and Liverpool at St James' Park in Newcastle-upon-Tyne, north east England on August 25, 2025. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Liverpool pun bisa menarik napas dengan membawa pulang kemenangan 3-2. ”Debut itu seperti mimpi baginya. Saya sangat, sangat, senang untuk Rio. Saya sudah berpesan kepadanya, semua baru permulaan, dia harus tetap bekerja keras dan rendah hati. Dia juga perlu menikmati malam (istimewa) ini,” kata kapten Liverpool, Virgil van Dijk.

Ngumoha, menurut Opta, sukses menjadi pemain 16 tahun kedua yang mencetak gol kemenangan dalam sejarah Liga Inggris setelah Wayne Rooney. Pemain kelahiran London tersebut hanya lebih tua sehari dibandingkan Rooney saat menciptakan momen spesial tersebut dalam usia 16 tahun 361 hari.

Ngumoha tumbuh besar di area Newham, London Timur. Dia memulai perjalanan sepak bola bersama Akademi Chelsea sejak usai delapan tahun. Kemampuannya berkembang signifikan sehingga masuk tim U-21 saat 15 tahun. Pemain setinggi 170 sentimeter itu kemudian memilih bergabung dengan Liverpool di musim panas 2024.

Quote

Dia selalu memberikan pengaruh untuk tim ini. Tiga laga sampai saat ini dan sudah mencetak tiga gol.

Sang remaja menghabiskan setahun terakhir dengan tampil bersama tim kelompok usia Liverpool. Ngumoha diberikan kesempatan debut profesional oleh Slot pada Januari lalu, yaitu dalam pertandingan Piala FA. Pemain tim U-17 Inggris itu mendapatkan jam terbang lebih pada musim ini berkat kepergian Luis Diaz.  

Kerinduan akan Isak

Daripada Liverpool, Newcastle terlihat lebih membutuhkan Isak, terutama pada paruh pertama. Tim asuhan Manajer Eddie Howe itu sebenarnya mampu mendominasi permainan dalam setengah jam pertama. Mereka banyak menghasilkan peluang di kotak penalti, tetapi masih kurang efisien dalam sentuhan akhir.

Liverpool's Rio Ngumoha celebrates after scoring his side's third goal during the English Premier League soccer match between Liverpool and Newcastle United at St James' Park, Newcastle, England, Monday Aug. 25, 2025. (Owen Humphreys/PA via AP)

Penyerang sayap Anthony Gordon menggantikan Isak sebagai ujung tombak. Gordon mampu merepotkan pertahanan Liverpool dengan kecepatannya. Hanya saja, dia bukan striker murni. Pemain tim nasional Inggris itu tidak bisa mencium bau gol di kotak penalti. Beberapa kali umpan silang matang terlewat begitu saja.

Momentum berbalik ke Salah dan rekan-rekan setelah itu. Liverpool membuka keunggulan lewat gol tendangan jarak jauh gelandang Ryan Gravenberch yang berbau keberuntungan. Bola tembakannya memantul dari kaki Guimaraes. Saat ingin bangkit, Gordon justru mendapatkan kartu merah karena tekel keras kepada Van Dijk.

Adapun dua gol Newcastle tercipta bukan dari skema permainan terbuka yang indah ataupun insting tajam seorang striker. Sepasang gol itu, yaitu dari Guimaraes dan pemain pengganti William Osula, bermula dari bola mati. Mereka mampu mencetak gol itu berkat determinasi yang lebih tinggi untuk memenangkan bola.

Menurut Howe, timnya bukan hanya merindukan Isak, melainkan juga sosok penyerang ”nomor 9”. ”Kami berharap bisa membawa pemain baru ke klub. Kami sudah berusaha sepanjang jendela transfer ini, terutama untuk mendatangkan penyerang. Jadi, kami akan mengusahakan itu sampai akhir jendela,” ujarnya.

Di sisi lain, Liverpool memiliki Hugo Ekitike. Penyerang 23 tahun itu menyumbang gol saat babak kedua belum genap semenit. Saking cepatnya, Slot saja masih dalam perjalanan dari ruang ganti ke lapangan ketika gol itu tercipta. Sang juru taktik sampai bertanya-tanya kepada para asistennya saat keluar dari terowongan stadion.

Liverpool's Hugo Ekitike, left, and Newcastle's Fabian Schaer fight for the ball during the Premier League soccer match between Newcastle and Liverpool in Newcastle, England, Monday, Aug. 25, 2025. (AP Photo/Jon Super)

Ekitike menyarangkan bola hanya dengan satu sentuhan. Dia kembali memperlihatkan instingnya sebagai pemburu gol. Gol itu merupakan gol ketiganya dalam tiga laga awal di Liverpool. Ekitike tampak tidak terpengaruh dengan cemoohan para pendukung Newcastle. Adapun dia sempat diincar Newcastle, tetapi lebih memilih Liverpool.

”Saya pikir cerita hari ini lebih tentang Hugo yang mencetak gol lain untuk kami. Tidak adil bagi saya untuk membicarakan hal lain,” kata Slot saat ditanya kemungkinan mendatangkan Isak di pengujung jendela transfer. ”Dia selalu memberikan pengaruh untuk tim ini. Tiga laga sampai saat ini dan sudah mencetak tiga gol,” ujarnya kemudian.

Permainan keras di St James’ Park tecermin dengan total 32 pelanggaran, lima kartu kuning, dan satu kartu merah. Menurut data Opta, laga itu hanya efektif berlangsung sebanyak 40,8 persen dari keseluruhan waktu karena terlalu banyak tiupan wasit. Jumlah itu merupakan yang paling rendah dalam 15 tahun terakhir.

Wajar jika Slot merasakan pengalaman berbeda di St James’ Park. ”Anda berkata ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak begitu yakin saya menyaksikan pertandingan sepak bola hari ini!” ujar pria asal Belanda tersebut. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan