Rencana pembangunan stadion baru di Makassar kembali muncul. Warga pun berharap janji itu segera terwujud, bukan sekadar janji tanpa realisasi seperti sebelumnya.
06 Mar 2025 20:28 WIB · Nusantara
Stadion Gelora BJ Habibie di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, bakal menjadi saksi pertandingan PSM Makassar versus Persebaya Surabaya, Jumat (7/3/2025) malam. Laga lanjutan Liga 1 ini ditunggu banyak pihak karena menandai kembalinya PSM ke Sulsel.
Sebelumnya, selama lebih dua tahun terakhir, tim berjuluk ”Juku Eja” itu menumpang bermarkas di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Oleh karena itu, laga Jumat besok seolah menjadi pemupus dahaga pendukung PSM untuk menyaksikan langsung laga tim kesayangannya.
Tak mengherankan, unggahan terkait laga PSM di Parepare memenuhi media sosial. Kalimat seperti, ”Siap-siap berbuka dan sahur di jalan”, ”Otewe Parepare”, ”Merahkan Parepare”, dan beragam lainnya memenuhi media sosial. Grup-grup Whatsapp pun tak kalah ramai.
Media Official PSM Makassar, Sulaiman Karim, mengatakan, mulai Jumat besok, PSM bakal bermarkas di Parepare. ”Bukan hanya pertandingan ini, melainkan juga pertandingan selanjutnya selama stadion di Makassar belum ada,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/06/04/39388F17-A1B2-453C-AC8F-27C02520C56C_1622813712_jpeg.jpg)
Bagi PSM, kembali bermarkas di Parepare sebenarnya juga berstatus ”menumpang”. Sebab, sesuai namanya, PSM adalah klub asal Makassar. Sejak lama, klub ini menjadikan Stadion Mattoangin di Makassar sebagai tempat latihan dan menjamu lawan.
Namun, selama beberapa tahun terakhir, PSM tak bisa berkandang di stadion tersebut. Akibatnya, klub sepak bola tertua di Indonesia itu harus menjadi ”pengelana” dari satu stadion ke stadion lain di luar Makassar.
Kondisi tersebut bermula saat Stadion Mattoangin dirobohkan pada Oktober 2020. Saat itu, stadion yang pertama kali digunakan untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-4 pada 1957 tersebut dibongkar hingga rata dengan tanah.
Gubernur Sulsel saat itu, Nurdin Abdullah, punya keinginan merevitalisasi Stadion Mattoangin menjadi lebih besar dan berstandar internasional. Sebelum dirobohkan, rancangan revitalisasi stadion itu sudah jadi. Berdasarkan perencanaan itu, Stadion Mattoangin disebut bakal memiliki luas 60.000 meter persegi dengan kapasitas mencapai 40.000 kursi.
Anggaran sebesar Rp 1,3 triliun kemudian dialokasikan melalui pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun, belum lagi pembangunan stadion jalan, Nurdin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan itu membuat rencana pembangunan Stadion Mattoangin mandek. Saat ini, bekas bangunan stadion itu berubah jadi kubangan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/06/04/5BE0DDD0-8280-4BC0-9854-FE1DE9496DC4_1622814304_jpeg.jpg)
Sejak Stadion Mattoangin dirobohkan, PSM berpindah markas ke Parepare. Namun, sekitar dua tahun lalu, Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare pun direnovasi sehingga PSM harus menumpang bermarkas di Stadion Batakan. Selama dua tahun, para supporter PSM pun harus puas hanya menyaksikan laga tim kesayangannya lewat layar televisi.
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Makassar pada Kamis (22/2/2024) sempat membawa secercah harapan hadirnya stadion di Makassar. Melalui Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin saat itu, Presiden Jokowi menjanjikan pembangunan stadion di Makassar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun ditunjuk mengerjakan proyek itu.
”Selama ini ada aspirasi dari masyarakat Sulsel yang ingin memiliki stadion. Kami sudah melaporkan ke Bapak Presiden. Sebenarnya kami juga sudah mengusulkan sejak tahun lalu. Tadi, Bapak Presiden menjanjikan tahun ini dibangun stadion oleh Kementerian PUPR,” kata Bahtiar, Kamis (22/2/2024).
Janji pembangunan stadion itu bukan untuk melanjutkan pembangunan Stadion Mattoangin yang telanjur rata dengan tanah. Saat itu, stadion baru tersebut dijanjikan dibangun di kawasan Sudiang, Makassar. Namun, hingga kini, janji pembangunan stadion ini pun tak jelas.
Sebelumnya, saat Syahrul Yasin Limpo menjabat sebagai Gubernur Sulsel, sempat dilakukan pembangunan sebuah stadion di kawasan Barombong, Makassar. Namun, keterbatasan anggaran dan persoalan lahan yang sebagian belum tuntas membuat pembangunan stadion itu mangkrak.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/09/f7054f05-ced8-4110-822f-9da16e55ec64.jpg)
Menyikapi polemik stadion yang tak berkesudahan ini, Wali Kota Makassar yang baru dilantik, Munafri Arifuddin, menjanjikan pembangunan stadion baru. Mantan Chief Executive Officer PSM itu menuturkan, stadion baru tersebut kemungkinan bakal dibangun di lahan milik Pemkot Makassar di daerah Untia, Makassar.
Pembangunan stadion di lokasi baru dipilih karena lahan Stadion Mattoangin merupakan milik Pemprov Sulsel. Di sisi lain, Munafri menyebut, stadion baru itu diharapkan tidak dibangun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar, tetapi melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
”Persoalan stadion ini menjadi salah satu program utama kita. Untuk itu, kami akan memastikan dulu aset milik Pemkot Makassar di Untia. Kami juga sudah berbicara dengan pihak ketiga. Harapannya, stadion ini tidak terbangun dengan biaya APBD. Jadi bisa menjadi investasi yang inovatif yang hadir di Kota Makassar,” kata Munafri.
Pria yang akrab disapa Appi tersebut menjanjikan, dalam waktu dekat bakal ada calon investor yang datang ke Makassar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/01/13/64e02f1e-c6c0-4ad4-a2f4-871996cfdca4.jpg)
Munafri menyebut, untuk membangun stadion berkapasitas 20.000-25.000 penonton, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 400 miliar hingga Rp 500 miliar.
”Tetapi, kan ada beberapa stadion yang dibangun dengan kapasitas yang lebih kecil dan bisa lebih murah,” tuturnya.
Harapannya, stadion ini tidak terbangun dengan biaya APBD. Jadi, bisa menjadi investasi yang inovatif yang hadir di Kota Makassar.
Munafri memaparkan, terdapat empat stadion di Thailand yang bisa menjadi perbandingan. Stadion-stadion itu dibangun dalam waktu lebih kurang satu tahun dengan kapasitas 30.000 orang serta menghabiskan anggaran sekitar Rp 250 miliar.
”Tapi, menurut saya, ini bisa lebih diperkecil lagi. Yang jelas harus berstandar internasional dengan kapasitas di atas 20.000 penonton,” kata Munafri.
Tak seperti janji-janji sebelumnya, janji pembangunan stadion baru di Makassar kali ini diharapkan bisa segera terwujud. Bukan lagi sekadar wacana dan menyisakan pembangunan yang mangkrak sehingga membuat PSM tak bisa bermarkas di kota kelahirannya.
Penulis:
Reny Sri AyuEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase