Rancangan proyek MRT di Tangsel telah melewati studi kelayakan dan mendapat dukungan dari sejumlah pihak.
01 Mei 2025 18:10 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan proyek mass rapid transit atau MRT untuk wilayah Tangerang Selatan akan terwujud. Rancangan proyek tersebut telah melewati studi kelayakan dan mendapat dukungan dari sejumlah pihak.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya bersama PT MRT Jakarta dan sejumlah pihak lain berkomitmen penuh untuk merealisasikan proyek yang akan menghubungkan Tangsel dengan Jakarta tersebut.
”Kami harap kerja sama ini dapat segera terwujud karena banyak pihak menunjukkan komitmen kuat,” ujar Benyamin, Kamis (1/5/2025).
Proyek tersebut bakal diwujudkan dan akan segera dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tahap awal. MRT diharapkan bisa menjadi moda transportasi andalan warga Tangsel menuju Jakarta dan sekitarnya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Benyamin menyebutkan, proyek MRT ini telah melalui serangkaian tahapan awal, termasuk studi kelayakan dan diskusi grup terpumpun (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jakarta dan Banten, serta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
FGD tersebut membahas aspek teknis penting, seperti penentuan trase, pilihan moda transportasi, dan skema pembiayaan. Saat ini, PT MRT Jakarta bersama para pemangku sedang menyusun kajian rinci terkait trase dan model pendanaan yang akan diterapkan.
Perpanjangan jalur MRT dari Jakarta sangat penting bagi warga Tangsel. Sebab, sekitar 70 persen dari 1,5 juta penduduk Tangsel hilir-mudik Tangsel-Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/c4e33fed290f717806d81e36fa327e4c-20181210RAD13.JPG)
Meski demikian, sampai saat ini Benyamin belum bisa memastikan kapan proyek ini akan mulai dikerjakan serta berapa anggaran yang diperlukan untuk perluasan MRT di Tangsel.
Proyek ini rencananya akan mencakup pembangunan jalur MRT Lebak Bulus-Serpong. Perpanjangan jalur ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Pembangunan jalur MRT di Tangsel juga memerlukan pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur lain, seperti jalan layang (flyover), underpass, serta pelebaran jalan.
Terkait skema pembiayaan proyek, Benyamin menyebutkan ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan, seperti skema pinjaman antarpemerintah (G to G) sebagaimana digunakan dalam pembangunan MRT Jakarta. Lalu, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan skema swasta murni.
Saat ini biaya pembangunan per kilometer untuk jalur bawah tanah MRT Jakarta telah meningkat menjadi Rp 2,3 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan biaya awal pada 2013 atau saat awal proyek MRT Jakarta yang sebesar Rp 1,1 triliun.
Selain itu, berdasarkan pengalaman pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota yang masih berjalan, proyek ini dibangun dengan biaya sekitar Rp 25,3 triliun. Dana ini melalui pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.
Sementara itu, dengan APBD Banten 2025 yang disahkan sebesar Rp 11,548 triliun dan adanya efisiensi anggaran sekitar Rp 1,2 triliun, kemampuan fiskal Pemprov Banten untuk membiayai proyek sebesar MRT dinilai sangat terbatas. APBD Kota Tangsel 2025 juga hanya diproyeksikan sebesar Rp 4,5 triliun.
Melihat skala dan biaya tinggi proyek MRT, skema pembiayaan melalui KPBU atau pinjaman antarpemerintah dengan keterlibatan pemerintah pusat dan swasta memang menjadi opsi yang realistis. Adapun rencana proyek ini sudah mengemuka sejak 2019, tetapi terkendala biaya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/24/6efe2cfc985a010851459555dc87c4e2-FAK_4806.jpg)
Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, perluasan jaringan MRT ke wilayah Tangerang Selatan merupakan bagian dari upaya pengembangan sistem transportasi terpadu di kawasan Jabodetabek.
Menurut Pramono, setelah jalur utara-selatan MRT Jakarta hampir selesai dan jalur barat-timur sudah dimulai, perluasan ke Tangerang Selatan sangat diperlukan untuk memperlancar mobilitas di kawasan tersebut.
Pemerintah Provinsi Jakarta, lanjut Pramono, telah berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Banten mengenai proyek ini dan mendapatkan respons positif. Selain itu, Pemprov Jakarta juga membuka opsi kerja sama dengan Pemprov Banten, termasuk kemungkinan keterlibatan sebagai pemegang saham dalam proyek perluasan MRT.
Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, Pramono berharap proyek MRT di Tangerang Selatan dapat segera terwujud. Proyek ini diharapkan membawa dampak positif bagi mobilitas warga dan mendukung sistem transportasi yang lebih terintegrasi di kawasan Jabodetabek.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al HamasyEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar